Syarat dan Rukun Shalat (3)

1 Mei

Kajian Fiqih Empat Imam Madzab;
Syekh al-‘Allamah Muhammad bin ‘Abdurrahman ad-Dimasyqi

Membaca Amiim;
Para imam mujtahid berbeda pendapat tentang mengucapkan amiin sesudah al-Fatihah. Pendapat yang masyhur dari Hanafi: mengucapkannya tidak dikeraskan, baik oleh imam maupun makmum. Maliki: dikeraskan baik oleh imam maupun makmum. Sedangkan tentang bacaannya oleh imam, terdapat dua pendapat yaitu boleh dan tidak boleh. Syafi’i: dikeraskan oleh imam. Sedangkan tentang bacaannya oleh makmum terdapat dua pendapat namun pendapatnya yang lebih shahih adalah bahwa bacaannya dikeraskan. Demikian menurut qaul qadim Syafi’i dan yang dipilih. Hambali: dikeraskan, baik oleh imam maupun makmum.

Membaca Surah Lain Setelah al-Fatihah;
Empat imam madzab sepakat bahwa membaca surah sesudah surah al-Fatihah dalam shalat shubuh dan dalam dua rakaat pertama shalat empat rakaat (dzuhur, asyar dan isya) serta dalam shalat tiga rakaat (magrib) hukumnya adalah sunnah.
Akan tetapi apakah disunnahkan juga dalam rakaat-rakaat lainnya? Dalam hal ini, tiga imam (Hanafi, Maliki dan Hambali) berpendapat: tidak disunnahkan. Sementara itu Syafi’i memiliki dua pendapat dan pendapat yang lebih kuat: tidak disunnahkan. Demikian dalam qaul qadim dan yang dipilih.

Mengeraskan Bacaan Surah;
Para imam madzab sepakat bahwa mengeraskan bacaan surah dalam shalat jahriyah (maghrib, isya dan shubuh) dan membacanya dengan perlahan dalam shalat sirriyah (dzuhur dan asyar) hukumnya adalah sunnah. Apabila sengaja mengeraskan dalam shalat sirriyah atau sebaliknya maka hal itu tidak membatalkan shalat, tetapi dianggap meninggalkan sunnah. Namun sebagian ulama Maliki berpendapat bahwa jika sengaja melakukannya maka shalatnya batal.
Para imam mujtahid berbeda pendapat tentang orang yang shalat sendirian (munfarid), apakah disunahkan mengeraskan bacaannya pada shalat jahriyah? Maliki dan Syafi’i: sunnah. Pendapat yang masyhur dari Hambali: tidak disunnahkan. Hanafi: boleh memilih, jika mau ia boleh mengeraskan sekedar terdengar oleh dirinya sendiri. Ia juga boleh membacanya dengan keras atau perlahan.

Rukuk dan Sujud;
Para imam mujtahid sepakat bahwa rukuk dan sujud merupakan fardlu shalat. Disyariatkan membungkuk dalam rukuk hingga kedua telapak tangan sampai ke lutut. Ketika itu, disunnahkan mengucapkan takbir. Namun, Sa’id bin Jubair dan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berpendapat: tidak perlu bertakbir, kecuali pada permulaan shalat.
Para imam madzab berbeda pendapat tentang tumakninah dalam rukuk dan sujud. Hanafi: tumakninah tidak wajib, tetapi sunnah. Maliki, Syafi’i dan Hambali: fardlu sebagaimana rukuk dan sujud itu sendiri.
Menurut ijma’, ketika rukuk disunnahkan meletakkan kedua tangan di atas kedua lutut dan tidak diletakkan di antara kedua lutut.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa ia memasukkan kedua tangannya di antara dua lutut.

Tasbih dalam Rukuk dan Sujud;
Tasbih dalam rukuk dan sujud adalah sunnah. Akan tetapi menurut Hambali: tasbih dalam rukuk dan sujud adalah wajib satu kali. Demikian juga membaca: “sami’allaaHu liman hamidaH” dan berdoa di antara dua sujud. Namun jika ditinggalkan karena lupa, tidak membatalkan shalat.
Membaca tasbih tiga kali dalam rukuk dan sujud hukumnya adalah sunnah. Demikian menurut kesepakatan empat imam madzab.
Ats-Tsawri berpendapat: imam membaca tasbih lima kali agar makmum sempat membacanya tiga kali.

I’tidal;
Menurut Syafi’i dan Hambali: mengangkat kepala dari rukuk dan i’tidal adalah wajib. Demikian juga menurut pendapat Maliki yang termasyhur. Sementara itu, menurut Hanafi: tidak wajib. Jadi boleh langsung sujud, tetapi hal itu makruh. Mengucapkan sami’: “Sami-‘allaaHu liman hamidaH. Rabbanaa lakal hamdu mil-us samaawaati wa mil-ul ardli wa mil-u maa syi’ta min syai-im ba’du.” Ketika bangkit dari rukuk hukumnya adalah sunnah, baik bagi imam, makmum maupun bagi orang yang shalat sendirian (munfarid). Demikian menurut Syafi’i. Menurut Hanafi, Maliki dan Hambali: imam tidak boleh membaca lebih dari “Sami’allaaHu liman hamidaH” (Allah mendengar orang yang memuji-Nya) dan makmum tidak boleh membaca lebih dari “Rabbanaa lakal hamdu” (Wahai Rabb kami, bagi-Mu lah segala puji). Maliki menambahkan: munfarid boleh membaca lebih dari bacaan tersebut.

Anggota Sujud;
Empat imam madzab sepakat bahwa sujud disyariatkan dengan tujuh anggota tubuh: muka, dua lutut, dua tangan, dan ujung jari kedua kaki.
Mereka berbeda pendapat tentang kefardluannya. Hanafi: yang fardlu adalah hahi dan hidung. Syafi’i: yang diwajibkan adalah dahi, inilah yang disepakati di kalangan madzab Syafi’i. Akan tetapi tentang anggota lain terdapat dua pendapat, pendapat yang paling kuat adalah yang mewajibkannya. Pendapat inipun adalah pendapat yang masyhur dari dalam madzab Hambali, kecuali hidung yang dalam hal ini perbedaan pendapat dalam madzab Hambali.
Maliki memiliki dua pendapat yang saling bertentangan. Diriwayatkan dari Ibnu Qasim bahwa yang wajib dalam sujud adalah dahi dan hidung. Jika keduanya tidak menempel (pada tempat sujud), sebaiknya shalat tersebut diulang jika masih ada waktu. Sementara itu jika waktunya sudah lewat maka tidak perlu mengulangnya.
Empat madzab berbeda pendapat tentang orang yang sujud di atas lipatan sorbannya. Hanafi, Maliki dan Hambali dalam salah satu pendapatnya: hal itu boleh. Sedangkan menurut Syafi’i dan pendapat lain Hambali: tidak boleh hingga dahinya menempel secara langsung pada tempat sujud.
Mereka pun berbeda pendapat tentang wajibnya membuka kedua telapak tangan ketika sujud. Dalam hal ini Hanafi dan Hambali berpendapat: tidak wajib. Maliki: wajib. Sedangkan Syafi’i memiliki dua pendapat, dan yang lebih shahih: tidak wajib.
(bersambung)

Iklan

Satu Tanggapan to “Syarat dan Rukun Shalat (3)”

  1. Reny efriany 7 Mei 2013 pada 15.24 #

    Mohon penjelasan menurut 4 mahzab, mengenai hukum meminjam uang bank untuk membeli rumah atau keperluan lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: