Tafsir Al-Qur’an Surah al-Insyiqaaq (2)

7 Mei

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Insyiqaaq (Terbelah)
Surah Makkiyyah; Surah ke 84: 25

tulisan arab alquran surat al insyiqaq ayat 16-25“16. Maka Sesungguhnya aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, 17. dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, 18. dan dengan bulan apabila Jadi purnama, 19. Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan), 20. mengapa mereka tidak mau beriman? 21. dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, 22. bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). 23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). 24. Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih, 25. tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.” (al-Insyiqaaq: 16-25)

Kata asy-Syafaq berarti ufuk yang berwarna merah, baik sebelum terbitnya matahari, sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid, maupun setelah terbenamnya matahari, sebagaimana yang dikenal di kalangan para ahli bahasa. Dan dalam kitab shahih Muslim, dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Waktu maghrib adalah selama syafaq belum terbenam.”

Firman Allah: Wal laili wa maa wasaq. (“Dan dengan malam dan apa yang diselubunginya.”) yakni dikumpulkan. Mengenai firman-Nya ini, ‘Ikrimah mengatakan: “Suatu kegelapan yang digiring apabila malam telah tiba dan segala sesuatu pergi ke tempatnya.”

Firman Allah: wal qamari idzat tasaq (“Dan dengan bulan apabila jadi purnama.”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Jika telah berkumpul dan menempati posisi yang sama.” Demikian yang dikatakan oleh ‘Ikrimah, Muhahid, dan Sa’id bin Jubair. Makna ungkapan mereka itu adalah jika cahaya itu sudah sempurna dan menjadi purnama menuju kepada malam dan apa yang diseretnya.

Firman Allah: latarkabunna thabaqan ‘an thabaq (“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat [dalam kehidupan].”) Imam Bukhari meriwayatkan dari Muhahid, dia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas mengatakan: latarkabunna thabaqan ‘an thabaq (“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat [dalam kehidupan].”) yaitu dari satu keadaan ke keadaan yang lain.” Dia mengatakan: “Inilah nabi kalian.” Demikianlah yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dengan lafazh tersebut. Dan hal itu mengandung kemungkinan bahwa Ibnu ‘Abbas menyandarkan penafsiran tersebut dari Nabi saw. seakan-akan dia berkata: “Aku pernah mendengar hal itu dari Nabi kalian.” Dengan demikian ucapannya: “Nabiyyukum [nabi kalian].” Dengan menggunakan harakat dlmammah dalam posisi sebagai fa’il (subyek) dari kata qaala, dan itulah yang lebih jelas. Wallahu a’lam.

Dan mungkin juga mengandung pengertian bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya: Firman Allah: latarkabunna thabaqan ‘an thabaq (“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat [dalam kehidupan].”) adalah suatu keadaan ke keadaan yang lain. Dia mengatakan: “Dan itulah yang dimaksud dengan ungkapan, “Inilah Nabi kalian saw.” sehingga berkedudukan marfu’ (menggunakan harakat dlammah), dengan pengertian bahwa kata Haadzaa dan Nabiyyukum berkedudukan sebagai mubatada’ dan khabar. wallaaHu a’lam.

Hal ini diperkuat oleh qira-at ‘Umar, Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas serta penduduk Makkah dan Kufah secara keseluruhan: litarkabanna, yaitu dengan menggunakan harakat fathah pada huruf ta dan ba.

Firman Allah: latarkabunna thabaqan ‘an thabaq (“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat [dalam kehidupan].”) Ibnu ‘Abi Hatim meriwayatkan dari asy-Sya’bi, dia mengatakan: “Engkau akan naik, hai Muhammad, langit demi langit.” Demikian itu yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, Masruq, dan Abul ‘Aliyah; thabaqan ‘an thabaq; yang berarti langit demi langit.

Aku bertanya: “Apakah yang mereka maksudkan itu malam isra’ Mir’raj?” As-Suddi sendiri mengatakan: latarkabunna thabaqan ‘an thabaq (“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat.”) amal perbuatan orang-orang sebelum kalian, satu kedudukan kepada kedudukan yang lain, seolah-olah dia menghendaki pengertian haditst shahih: “Sesungguhnya kalian akan menjalankan sunnah-sunnah orang-orang sebelum kalian sedikit demi sedikit, bahkan meski mereka masuk ke liang biawak sekalipun pasti kalian akan memasukinya.” Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulallah, apakah mereka itu orang-orang Yahudi atau Nasrani?” Beliau menjawab: “Kalau bukan mereka siapa lagi?” dan itu masih mengandung beberapa kemungkinan.

Firman Allah: fa maa laHum laa yu’minuun. Wa idzaa quri-a ‘alaiHimul qur-aanu laa yasjuduun (“Mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.”) maksudnya apa yang menghalangi mereka untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan hari akhir? Dan mengapa pula ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat dan firman-firman Allah, yang ia tidak lain adalah al-Qur’an ini, tidak mau bersujud untuk memberikan pengagungan dan penghormatan.

Firman Allah: baliladziina kafaruu yukadzdzibuun (“Bahkan orang-orang kafir itu mendustakan[nya].”) yakni di antara watak mereka adalah mendustakan, membangkang, dan menolak kebenaran. wallaaHu a’lamu bimaa yuu-‘uun (“Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan [dalam hati mereka].”) fabasysyirHum bi-‘adzaabin aliim (“Maka berilah kabar gembira kepada mereka dengan adzab yang pedih.”) yakni beritahukanlah hai Muhammad, kepada mereka bahwa Allah telah menyiapkan bagi mereka adzab yang sangat pedih.

Firman Allah: illalladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihati (“Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.”) yang demikian itu merupakan bentuk pengecualian terputus [istisna’ mungqathi’] artinya, tetapi orang-orang yang beriman, yaitu dengan sepenuh hatinya dan beramal shalih, yaitu dengan angggota tubuhnya, laHum ajrun (“bagi mereka pahala.”) yakni di alam akhirat, ghairu mamnuun (“yang tidak putus-putusnya.”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Yakni, tidak dikurangi.” Sedangkan Mujahid dan adl-dlahhak mengatakan: “Yaitu tidak terhitung.” Dan perpaduan antara kedua pendapat itu bahwa pahala itu tidak putus-putusnya.
Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: