Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Jaatsiyah (2)

22 Mei

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Jatsiyah
Surah Makkiyyah; Surah ke 45: 37 ayat

Ulaa-ika laHum ‘adzaabum muHiin (“Merekalah yang memperoleh adzab yang menghinakan.”) yakni yang demikian itu sebagai balasan dan penghinaan dan olok-olokan mereka terhadap al-Qur’an.
Berkenaan dengan hal itu, Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya, dari Ibnu ‘Umar, ia bercerita bahwa Rasulullah saw. melarang seseorang bepergian dengan membawa al-Qur’an ke negeri musuh, karena ditakutkan Kitab itu akan dirampas oleh musuh.

Lalu Allah manafsirkan adzab yang menimpanya pada hari ia dibangkitkan, dimana Dia berfirman: miw waraa-iHim jaHannamu (“Di hadapan mereka neraka jahannam”) maksudnya setiap orang yang memiliki sifat seperti itu maka mereka akan dimasukkan ke dalam jahannam pada hari kiamat.

Wa laa yughnii ‘anHum maa kasabuu syai-an (“Dan tidak akan berguna lagi bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan.”) maksudnya, harta kekayaan dan juga anak-anak mereka tidak lagi bermanfaat bagi mereka.
Wa laa mat takhadzuu min duunillaaHi auliyaa-a (“Dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sembahan-sembahan mereka dari selain Allah.”) artinya tuhan-tuhan yang mereka jadikan sembahan selain Allah itu sama sekali tidak berguna bagi mereka.
Wa laHum ‘adzaabun ‘adziim (“Dan bagi mereka adzab yang pedih.”)

Firman-Nya: Haadzaa Hudaa (“Ini adalah petunjuk”) yakni al-Qur’an. Walladziina kafaruu bi aayaati rabbiHim laHum ‘adzaabum mir rijzin aliim (“dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Rabbnya, bagi mereka adzab, yaitu siksaan yang sangat pedih.”) yaitu, yang menyakitkan lagi menyengsarakan. wallaaHu a’lam.

tulisan arab alquran surat al jaatsiyah ayat 12-15“12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan Mudah-mudahan kamu bersyukur. 13. dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. 14. Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. 15. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, Maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, Maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.” (al-Jaatsiyah: 12-15)

Allah menceritakan berbagai nikmat-Nya yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang mana Dia telah menundukkan lautan bagi mereka, litajriyal fulku (“Supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya.”) yakni kapal-kapal yang berlayar atas perintah-Nya, karena Dialah yang telah memerintahkan lautan untuk membawanya. Wa litabtaghuu (“Dan supaya kamu bisa mencari sebagian karunia-Nya.”) yaitu melalui perniagaan dan pekerjaan.
Wa la’allakum tasykuruun (“dan mudah-mudahan kamu bersyukur”) yakni atas dilimpahkannya berbagai manfaat kepada kalian berupa wilayah-wilayah pelosok dan ufuk yang sangat jauh.
Wa sakhkhara lakum maa fis samaawaati wa maa fil ardli (“dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya”) yaitu berupa bintang-bintang, gunung-gunung, lautan, sungai-sungai, dan segala hal yang dapat kalian manfaatkan. Artinya semua itu merupakan karunia, kebaikan, dan anugerah-Nya. Oleh karena itu Dia berfirman: jamii-‘am minHu (“Semuanya dari-Nya”) yaitu dari sisi-Nya semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal ini sebagaimana firman-Nya: “Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah datangnya. Dan jika kamu ditimpa oleh kemudlaratan, maka hanya kepada-Nya kamu meminta pertolongan.”)(an-Nahl: 53)
Inna fii dzalika la aayaatil liqaumiy yatafakkaruun (“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi kaum yang berfikir.”)

Firman Allah: qul lilladziina aamanuu yaghfirulladziina laa yarjuuna ayyaamillaaHi (“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak takut akan hari-hari Allah.”) maksudnya hendaklah mereka memberi maaf kepada orang-orang itu dan menahan penderitaan akibat ulah mereka. Hal itu terjadi pada permulaan Islam, dimana mereka telah diperintahkan untuk bersabar atas gangguan yang dilakukan oleh kaum musyrikin dan ahlul kitab, agar hal itu menjadi pemersatu bagi mereka. Setelah kaum musyrikin itu tetap terus pada keingkaran, Allah Ta’ala mensyariatkan perlawanan dan jihad. Demikianlah yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dan Qatadah.

Mujahid berkata tentang firman-Nya: laa yarjuuna ayyaamillaaHi (“Orang-orang yang tidak takut akan hari-hari Allah”) yaitu orang-orang yang tidak menerima nikmat-nikmaat Allah.”)

Firman Allah: liyajziya qumam bimaa kaanuu yaksibuun (“Karena Dia akan membalas suatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”) artinya, jika orang-orang beriman memberikan maaf kepada orang-orang musyrik ketika di dunia, maka sesungguhnya Allah akan memberikan balasan kepada mereka atas amal perbuatan buruk mereka di akhirat kelak. Oleh karena itu, Allah berfirman:
Man ‘amila shaalihan falinafsiHii wa man asaa-a fa-‘alaiHaa tsumma ilaa rabbikum turja’uun (“Barangsiapa yang mengerjakkan amal shalih, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan maka itu akan menimpa dirinya sendiri. Kemudian kepada Rabb-mu lah kamu dikembalikan.”) maksudnya, kalian akan kembali kepada-Nya pada hari kiamat kelak, kemudian diperlihatkan kepada kalian amal perbuatan kalian, lalu Dia akan memberikan balasan terhadap amal perbuatan kalian, yang baik maupun yang buruk. wallaaHu a’lam.
(bersambung ke bagian 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: