Tafsir Al-Qur’an Surah ‘Abasa (2)

24 Mei

Tafsir Ibnu Katsir Surah ‘Abasa (Ia Bermuka Masam)
Surah Makkiyyah; Surah ke 80: 42 ayat

tulisan arab alquran surat 'abasa ayat 17-32“17. binasalah manusia; Alangkah Amat sangat kekafirannya? 18. dari Apakah Allah menciptakannya? 19. dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. 20. kemudian Dia memudahkan jalannya. 21. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, 22. kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. 23. sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, 24. Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. 25. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), 26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, 27. lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, 28. anggur dan sayur-sayuran, 29. zaitun dan kurma, 30. kebun-kebun (yang) lebat, 31. dan buah-buahan serta rumput-rumputan, 32. untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (‘Abasa: 17-32)

Allah berfirman seraya mencela beberapa orang anak cucu Adam yang mengingkari hari kebangkitan dan dikumpulkannya para makhluk, qutilal insaanu maa akfaraHu (“Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya.”) adl-Dlahhak meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: qutilal insaanu (“Binasalah manusia.”) yakni terkutuklah manusia. Demikian juga yang diriwayatkan Abu Malik. Dan itulah jenis manusia yang suka berbuat dusta, karena terlalu banyak mendustakan hari berbangkit tanpa sandaran yang jelas, bahkan hanya menjauhi saja dan tidak didasari oleh suatu ilmu. Mengenai firman-Nya: maa akfarah (“Alangkah amat sangat kekafirannya.”) Ibnu Juraij mengatakan: “Yakni, sungguh sangat parah kekafirannya itu.” Sedangkan Ibnu Jarir mengemukakan: “Bisa jadi hal itu berarti: apakah yang membuatnya kafir? Atau ‘apakah yang membuatnya mendustakan hari berbangkit?’”

Kemudian Allah menjelaskan kepadanya bagaimana Dia dulu menciptakannya dari sesuatu yang hina, dan bahwasannya Dia sanggup untuk mengembalikannya seperti awal Dia menciptakan. Oleh karena itu Dia berfirman: min ayyi syai-in khalaqaHu. Min nuthfatin khalaqaHuu fa qaddaraHu (“Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.”) maksudnya dia ditentukan ajal dan amalnya serta apakah dia akan sengsara atau bahagia. Tsummas sabiila yassaraHu (“Kemudian Dia memudahkan jalannya.”) al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, kemudian Dia mempermudah keluarnya dari perut ibunya. Dan demikian juga yang dikemukakan oleh ‘Ikrimah, adl-Dlahhak, Abu Shalih, Qatadah, as-Suddi, dan menjadi pilihan Ibnu Jarir, dan juga Mujahid berkata demikian. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah: innaa HadainaaHus sabiila immaa syaakiraw wa immaa kafuuraa (“Sesungguhnya Kami telah memberinya petunjuk kepada jalan yang lurus, maka apakah yang demikian akan disyukuri atau diingkari?”) (al-Insaan: 3) maksudnya, Allah telah menjelaskan dan mudahkan baginya. Demikianlah yang dikatakan oleh al-Hasan dan Ibnu Zaid, dan inilah yang lebih kuat. wallaaHu a’lam.

Dan firman Allah: tsumma amaataHuu fa aqbaraH (“Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur.”) artinya setelah Dia menciptakannya, maka Dia akan mematikannya kemudian menguburkannya. Yakni Dia jadikan untuknya kuburan.
Tsumma idzaa syaa-a angsyaraH (“Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.”) yakni Dia akan membangkitkannya setelah kematiannya. Dan dari kata itu disebut kata al-ba’ts dan an-nusyuur [kebangkitan].

Firman Allah: kallaa lammaa yaqdli maa-amaraH (“Sekali-sekali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.”) Ibnu Jarir mengatakan: “Allah Jalla Tsanaa-uhu berfirman, ‘sekali-sekali’, masalahnya tidak seperti yang dikatakan oleh orang kafir itu bahwa dia telah menunaikan hak Allah atas dirinya baik berkenaan dengan dirinya maupun harta bendanya. Lammaa yaqdlimaa amaraH (“Manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.”) Dia (Allah) menyatakan bahwa orang kafir itu belum menunaikan berbagai kewajiban yang telah diwajibkan oleh Allah kepadanya.

Kemudian diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim melalui jalan Ibnu Abi Najih dari Mujahid, mengenai firman-Nya: kallaa lammaa yaqdli maa-amaraH (“Sekali-sekali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.”) dia mengatakan: “Tidak seorangpun menunaikan semua yang diwajibkan kepadanya selamanya.” Hal yang sama juga diceritakan oleh al-Baghawi dari al-Hasan al-Bashri. Dan Ibnu Katsir tidak pernah mendapatkan satu pendapat pun dari orang-orang terdahulu mengenai hal ini kecuali pendapat tersebut di atas. Dan menurut Ibnu Katsir mengenai makna tersebut, wallaaHu a’lam, bahwa makna: tsumma idzaa syaa-a angsyaraH (“Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali”) yakni membangkitkannya. kallaa lammaa yaqdli maa-amaraH (“Sekali-sekali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.”) maksudnya dia tidak mengerjakannya sekarang hingga waktu berakhir dan berakhir pula ketetapan Allah bagi anak cucu Adam bagi siapa yang ditakdirkan Allah untuk mengadakan dan mengeluarkannya ke dunia ini. Dan Allah memerintahkan hal tersebut, baik dalam hal penciptaan maupun penetapan. Dan jika hal itu sudah berakhir disisi Allah, maka Dia akan membangkitkan semua makhluk dan mengembalikan mereka seperti pertama kali Dia ciptakan.

Firman Allah: falyandhuril insaanu ilaa tha-‘aamiHi (“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.”) dalam firman-Nya ini terkandung upaya menginngatkan adanya pemberian karunia. Selain itu, terkandung juga dalil penumbuhan tumbuh-tumbuhan yang mati dari bumi untuk menunjukkan penghidupan kembali jasad-jasad setelah sebelumnya berupa tulang belulang yang berserakan dan tanah yang bertebaran.
(berambung ke bagian 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: