Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naba’ (1)

31 Mei

Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Naba’ (Berita Besar)
Surah Makkiyyah; Surah ke 78: 40 ayat

tulisan arab alquran surat an naba' ayat 1-16bismillaaHir rahmaanir rahiim
“1. tentang Apakah mereka saling bertanya-tanya? 2. tentang berita yang besar, 3. yang mereka perselisihkan tentang ini. 4. sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, 5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui. 6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, 7. dan gunung-gunung sebagai pasak? 8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, 9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, 10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, 11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, 12. dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, 13. dan Kami jadikan pelita yang Amat terang (matahari), 14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, 15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, 16. dan kebun-kebun yang lebat?” (an-Naba’: 1-16)

Allah berfirman seraya mengingkari orang-orang musyrik dalam hal pertanyaan yang mereka ajukan mengenai hari kiamat, yakni pengingkaran terhadap kejadiannya: ‘amma yatasaa-aluuna, ‘anin nabai-il ‘adhiim (“Tentang apakah mereka saling bertanya? Tentang berita besar.”) yakni tentang sesuatu yang mereka pertanyakan perihal hari kiamat, yang ia merupakan berita yang sangat besar, yaitu berita luar biasa hebatnya lagi benar-benar jelas.

Alladzii Hum fiiHi mukhtalifuun (“Yang mereka perselisihkan tentang ini.”) yakni mengenai hal itu, manusia terbagi menjadi dua golongan: beriman kepadanya dan kufur kepadanya. Selanjutnya Allah berfirman seraya mengancam orang-orang yang mengingkari hari kiamat: kallaa saya’lamuuna. Tumma kallaa saya’lamuun (“Sekali-sekali tidak; kelak mereka akan mengetahui. Kemudian sekali-sekali tidak; kelak mereka akan mengetahui.”) yang demikian itu merupakan ancaman keras sekaligus kecaman yang tegas. Kemudian Allah menjelaskan kekuasaan-Nya yang agung untuk menciptakan berbagai hal aneh dan segala sesuatu menakjubkan yang menunjukkan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu, baik itu menyangkut hari kiamat maupun yang lainnya. Oleh karena itu, Dia berfirman: alam naj’alil ardla miHaadan (“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?”) yakni terhampar bagi semua makhluk, dibentangkan bagi mereka sehingga menjadi diam dan tidak menggoncang para penghuninya yang ada di atasnya.

Firman Allah: wa khalaqnaakum azwaajan (“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan”) yakni laki-laki dan perempuan. Masing-masing dapat bersenang-senang antara satu dengan yang lainnya, sehingga dengan demikian terjadi regenerasi.
Wa ja-‘alnaa naumakum subaatan (“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.”) yakni menghentikan gerakan agar dapat beristirahat setelah melakukan perjalanan dan berusaha dalam menghadapi kehidupan di siang hari. Dan ayat seperti ini telah diuraikan dalam surah al-Furqaan. wa ja-‘alnal laila libaasan (“Dan kami jadikan malammu sebagai pakaian.”) yakni gelap dan hitamnya malam itu membuat orang-orang tenang. Seorang penyair mengungkapkan: “Ketika malam telah menyelimuti atau ketika ia memasang kedua telinganya untuk mendengarkannya. Pada saat malam itu tiba.”

Mengenai firman Allah: wa ja-‘alnal laila libaasan (“Dan kami jadikan malammu sebagai pakaian.”) Qatadah mengatakan: “Yakni ketenangan. Dan firman Allah: wa ja-alnan naHaara ma-‘aasyaa (“Dan Kami jadikan siang untung mencari penghidupan.”) maksudnya Kami jadikan siang itu cerah, terang dan bersinar, agar umat manusia dapat pulang pergi untuk mencari penghidupan dan berusaha serta berdagang dan lain sebagainya.

Wa banainaa fauqakum sab’an syidaadan (“Dan Kami bangun di atasmu tujuh buah [langit] yang kokoh.”) yakni tujuh langit dengan keluasan, ketinggian, keutuhan, kekokohan, serta penghiasannya dengan bintang-bintang yang menetap di tempatnya dan planet-planet berputar pada porosnya. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: wa ja-‘alnaa siraajaw waHHaajan (“Dan Kami jadikan pelita yang amat terang,”) yakni matahari yang bersinar terang ke seluruh alam yang sinarnya menyinari seluruh penghuni bumi.

Wa anzalnaa minal mu’shiraati maa-an tsajjaajan (“Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.”) al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: al-mu’shiraati berarti angin.” Sedangkan ‘Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu ‘Abbas: minal mu’shiraati berarti dari awan.” Pendapat ini pula yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Al-Farra’ mengemukakan: “Yaitu awan yang bersatu dengan air hujan tetapi belum sampai turun hujan.” Sebagaimana dikatakan “imra-atun mu’shirun”, yaitu jika wanita itu sudah mendekati masa haidhnya tetapi belum haidh. Dan firman Allah: maa-an tsajjaajan (“Air yang banyak tercurah.”) Mujahid, Qatadah, ar-Rabi’in Anas mengatakan: tsajjaajan berarti yang disiramkan [tercurah].” Sedangkan ats-Tsauri mengemukakan: “Yakni, secara berturut-turut.”

Firman Allah: linukhrija biHii habbaw wanabaatan. Wa jannaatin alfaafan (“Supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat.”) artinya agar dengan air yang banyak lagi baik dan bermanfaat serta penuh berkah itu Kami keluarkan; habban (“Biji-bijian”) yang sengaja disimpan bagi umat manusia dan binatang ternak; wa nabaatan (“Dan tumbuh-tumbuhan.”) yang hijau, yang bisa dimakan ketika masih basah, wa jannaatin (“Serta kebun-kebun.”) yakni kebun buah-buahan yang beraneka ragam dan dengan aneka warna serta rasa dan aroma yang berbeda-beda, meski hal itu berada dan berkumpul di satu tempat. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: wa jannaatin alfaafan (“Dan kebun-kebun yang lebat.”) Ibnu ‘Abbas dan juga yang lainnya mengatakan: “Alfaafan berarti berkumpul.”

tulisan arab alquran surat an naba' ayat 17-30“17. Sesungguhnya hari keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, 18. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, 19. dan dibukalah langit, Maka terdapatlah beberapa pintu, 20. dan dijalankanlah gunung-gunung Maka menjadi fatamorganalah ia. 21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai 22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, 23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, 24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, 25. selain air yang mendidih dan nanah, 26. sebagai pambalasan yang setimpal. 27. Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan Sesungguh- sungguhnya. 29. dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. 30. karena itu rasakanlah. dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.” (an-Naba’: 17-30)

Allah berfirman seraya memberitahukan tentang hari keputusan, yaitu hari Kiamat, dimana hari itu telah ditentukan waktunya dengan pasti, tidak dapat bertambah dan tidak pula berkurang. Dan tidak juga waktunya diketahui secara pasti kecuali oleh Allah.
Yauma yungfakhu fish shuuri fata’tuuna afwaajan (“Yaitu hari [yang pada waktu itu] ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.”) Mujahid mengatakan: “Berkelompok-kelompok.” Ibnu Jarir mengemukakan: “Yaitu, masing-masing umat datang bersama Rasulnya sendiri-sendiri.” Yang demikian itu seperti firman-Nya: yauma nad’uu kulli unaasin bi-imaamiHim (“[Ingatlah] suatu hari [yang di hari ini] Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya.”)(al-Israa’: 71)
(bersambung ke bagian 2)

4 Tanggapan to “Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naba’ (1)”

  1. satiri 1 Maret 2014 pada 21.31 #

    Saya butuh penjelasan kenapa pada ayat pertama “amma” pedek…?

    • untungsugiyarto 3 Maret 2014 pada 01.50 #

      Begini, saya hanya mengutip pada Terjemah Tafsir Ibnu Katsir. Kalau anda punya data yang lebih lengkap tentang hal ini boleh share ke blog ini agar saudara kaum muslimin yang lainnya bisa ikut membacanya, syukron jz.

  2. tafsir al qur'an 17 Juni 2014 pada 13.51 #

    saya senang baca artikelnya lengkap sekali

    • untungsugiyarto 18 Juni 2014 pada 06.23 #

      Terimakasih atas apresiasi dan kunjungannya, semoga bermanfaat untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: