Arsip | 11.26

Keutamaan Puasa Hari Arafah Tasu’a dan Asyura

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Abu Qatadah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, kemudian beliau menjawab: “Puasa melebur dosa satu tahun yang lewat dan yang tinggal.” (HR Muslim)

Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwasannya Rasulullah saw. berpuasa Asyura dan memerintahkan supaya orang-orang berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Qatadah ra. bahwasannya Rasulullah saw. pernah ditanya tentang puasa hari Asyura, kemudian beliau menjawab: “Puasa itu dapat menebus dosa setahun yang telah lewat.” (HR Muslim)

Dari Ibnu ‘Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh seandainya aku masih sampai pada tahun depan, niscaya aku akan puasa tasu’a pada hari ke sembilan [dari bulan Muharram]

Keutamaan Puasa Muharram dan Sya’ban

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Puasa yang paling utama sesudah puasa pada bulan Ramadlan adalah puasa pada bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardlu adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: “Tidak pernah Rasulullah saw. berpuasa dari bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dan dalam riwayat lain dikatakan: “Beliau berpuasa pada bulan Sya’ban, kecuali sedikit [beberapa hari saja beliau tidak berpuasa].” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Mujibah al-Bahiliy dari ayahnya dari pamannya, bahwasannya ia pernah datang kepada Rasulullah saw. kemudian pergi, dan sesudah satu tahun ia kembali kepada beliau, sedangkan ia sudah sangat berubah bentuk dan sikapnya, ia lantas berkata: “Wahai Rasulallah, apakah engkau masih mengenal saya?” Beliau bertanya: “Siapa engkau?” Ia menjawab: “Saya al-Bahiliy yang pernah datang kepadamu pada tahun yang lalu.” Beliau bertanya: “Apakah yang merubah engkau sehingga kamu sekarang nampak bagus?” Ia menjawab: “Semenjak saya berpisah dengan engkau saya tidak pernah makan, kecuali pada waktu malam.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Kamu telah menyiksa dirimu.” Beliau lantas bersabda: “Puasalah pada bulan shahabar [Ramadlan] dan satu hari setiap bulan.” Ia berkata: “Tambahkanlah buat saya, karena sesungguhnya saya merasa kuat.” Beliau bersabda: “Puasalah dua hari tiap bulan.” Ia berkata: “Tambahkanlah buat saya.” Beliau bersabda: “Puasalah tiga hari setiap bulan.” Ia berkata: “Tambahkanlah buat saya.” Beliau bersabda: “Puasalah pada bulan-bulan yang mulia dan berhentilah. Puasalah pada bulan-bulan yang mulia dan berhentilah. Puasalah pada bulan-bulan yang mulia dan berhentilah.” Rasulullah saw. bersabda sambil menunjukkan jari-jarinya dan dikumpulkan lalu direnggangkan.” (HR Abu Dawud)

Keutamaan Puasa Dzul Hijjah

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; Hadits

Dari Ibnu ‘Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada suatu hari dimana amal shalih lebih disukai oleh Allah daripada dalam sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah.” Para Shahabat bertanya: “Wahai Rasulallah, walaupun berjuang di jalan Allah?” Beliau bersabda: “Walaupun berjuang di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak menginginkan balasan apa-apa dari yang telah dikorbankannya.” (HR Bukhari)

Keutamaan Segera Berbuka Puasa

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Sahl bin sa’ad ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Manusia selalu dalam kebaikan, selama mereka segera berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Athiyyah ra. ia berkata: Saya bersama masruq datang kepada ‘Aisyah ra. kemudian Masruq berkata kepadanya: “Ada dua shahabat Nabi saw. yang masing-masing ingin mengerjakan kebaikan, dimana salah seorang dari keduanya itu segera mengerjakan shalat Magrib dan berbuka, sedangkan yang lain berbuka dulu kemudian shalat Magrib.” ‘Aisyah bertanya: “Siapakah yang segera mengerjakan shalat Magrib dan berbuka?” Masruq menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Kemudian ‘Aisyah berkata: “Demikianlah yang diperbuat oleh Rasulullah saw.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Hamba-hamba-Ku yang paling Aku sukai adalah yang paling cepat kalau berbuka puasa.” (HR Turmudzi)

Dari Umar bin Khaththab ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila waktu malam telah datang dari sini, dan waktu siang telah berlalu dari sini, serta matahari telah terbenam maka orang yang berpuasa boleh berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Ibrahim Abdullah bin Auf ra. ia berkata: Kami pergi bersama-sama dengan Rasulullah saw. sedangkan beliau sedang berpuasa. Ketika matahari terbenam beliau bersabda kepada salah seorang di antara para shahabat: “Wahai fulan, turunlah dan buatlah makanan untuk kami.” Ia menjawab: “Wahai Rasulallah, nanti sore saja.” Beliau bersabda lagi: “Turunlah dan buatkan makanan untuk kami.” Ia berkata: “Sesungguhnya hari masih siang.” Beliau bersabda lagi: “Turunlah dan buatkan makanan untuk kami.” Abu Ibrahim berkata: “Kemudian si Fulan dan membuatkan makanan untuk para shahabat. Rasulullah saw. minum lantas bersabda: “Apabila kamu sekalian mengetahui bahwa waktu malam telah datang dari sini, maka orang yang berpuasa boleh berbuka.” Beliau menunjuk ke arah timur. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Salman bin Amir Adl-Dlabiy Ash-Shahabiy ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berbuka puasa maka berbukalah dengan kurma, apabila tidak ada kurma hendaknya berbuka dengan air, karena sesungguhnya air itu dapat membersihkan.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. selalu berbuka dengan beberapa biji kurma yang baru masak sebelum shalat. Apabila tidak ada biji kurma yang kering, maka beliau meneguk air beberapa teguk.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Keutamaan Sahur

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Makan dan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Zaid bin Tsabit ra. ia berkata: Kami makan sahur bersama-sama dengan Rasulullah saw. kemudian kami melaksanakan shalat [shubuh]. Ada seseorang bertanya: “Berapa lama antara sahur dengan shalat [shubuh] itu?” Ia menjawab: “[Kira-kira] bacaan 50 ayat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. mempunyai tukang adzan dua orang yaitu Bilal dan putera Ummu Maktum. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Bilal itu mengumandangkan adzan pada waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai putera Ummu Maktum mengumandangkan adzan. Dan jarak kedua adzan itu hanya sekedar turunnya yang pertama dan naiknya yang kedua.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Amr bin Ash ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Kelebihan puasa kami dan puasa ahli kitab adalah adanya makan sahur.” (HR Muslim)

Yang Harus Diperhatikan Saat Berpuasa

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan gaduh. Jika ada seseorang yang memakinya atau memusuhinya, hendaklah ia [orang yang berpuasa] mengucapkan: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa tidak mau meninggalkan omongan bohong dan memperbuatnya, maka tidak ada kebutuhan bagi Allah dalam diri orang yang berpuasa meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian terlupa, lalu makan atau minum, maka hendaklah ia melanjutkan puasanya. Karena sesungguhnya Allah-lah yang telah memberinya makan dan minum.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Laqith bin Shabrah ra. ia berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulallah beritahukanlah kepada saya tentang wudlu.” Beliau bersabda: “Sempurnakanlah wudlumu, basuhlah sela-sela jarimu dan perdalamlah di dalam menghirup air ke dalam hidung, kecuali kamu sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. sering dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, ketika masuk fajar, kemudian beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. dan Ummu Salamah ra. mereka berkata: Rasulullah saw. sering dalam keadaan junub bukan karena bermimpi ketika masuk fajar kemudian beliau mandi dan terus berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Larangan Mendahului Ramadlan dengan Berpuasa Sesudah Pertengahan Sya’ban

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului Ramadlan dengan berpuasa sehari atau dua hari, kecuali bagi orang yang membiasakan berpuasa, maka berpuasalah pada hari itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu ‘Abbas ra. ia berkata: RAsulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian berpuasa sebelum datang bulan Ramadlan. Berpuasalah kalian karena melihat hilal [bulan] dan berbukalah kalian karena melihatnya. Dan apabila terhalang oleh awan maka sempurnakanlah sampai tiga puluh hari.” (HR Turmudzi)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila sudah sampai pada pertengahan bulan Sya’ban maka janganlah kalian berpuasa.” (HR Turmudzi)

Dari Abu Yaqdhan [Ammar] bin Yasir ra. ia berkata: “Barangsiapa berpuasa pada hari yang masih diragukan, maka sesungguhnya ia telah mendurhakai Abul Qasim [Nabi Muhammad saw.]” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Doa ketika melihat hilal: Dari Thalhah bin Ubaidillah ra. bahwasannya Nabi saw. apabila melihat hilal [bulan terbit], beliau membaca: “AllaaHumma aHillaHu ‘alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaami, rabbii wa rabbukallaaHu Hilaalu rusdin wa khairin (“Ya Allah, terbitkanlah bulan itu kepada kami dengan sentosa, iman, selamat dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, semoga hal ini membawa petunjuk dan kebaikan.” (HR Turmudzi)

Zakat dan Keutamaannya

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – hadits

Firman Allah: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (al-Baqarah: 43)

Firman Allah: “Padalah mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam [menjalankan] agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (al-Bayyinah: 5)

Firman Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (at-Taubah: 103)

Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Islam itu didirikan atas lima sendir, yaitu persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa pada bulan Ramadlan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amr bin Ka’ab at-Taimiy ra. ia berkata: Ada seorang laki-laki dari ahli Najd datang kepada Rasulullah saw. dengan rambut yang terurai, kami bisa mendengar suaranya, tetapi tidak bisa memahami apa yang dikatakannya. Ia mendekat kepada Rasulullah saw. kemudian menanyakan tentang Islam, maka Rasulullah saw. bersabda: “Lima kali shalat sehari semalam.” Ia bertanya: “Apakah bagi saya ada kewajiban shalat yang lain?” Rasulullah saw. menjawab: “Tidak, kecuali bila kamu mau mengerjakan shalat sunnah.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Dan puasa pada bulan Ramadlan.” Ia bertanya: “Apakah bagi saya ada kewajiban puasa lain?” Beliau menjawab: “Tidak, kecuali jika kamu mengerjakan shalat sunnah.” Thalhah menceritakan pula bahwa Rasulullah saw. menjelaskan juga kewajiban zakat kepada orang laki-laki itu, dan ia bertanya: “Apakah bagi saya ada kewajiban zakat yang lain?” Beliau menjawab: “Tidak, kecuali bila kamu mau memberikan sedekah.” Kemudian orang itu pergi sambil berucap: “Demi Allah saya tidak akan menambahi dan mengurangi apa yang telah ditentukan ini.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Berbahagialah apabila ia benar.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwasannya Nabi saw. mengutus Mu’adz ke Yaman kemudian beliau bersabda: “Ajaklah mereka [penduduk Yaman] supaya percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Jika mereka mengetahui hal itu, maka beritahulah mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka lima kali shalat dalam sehari semalam. Kalau mereka menaati itu, maka beritahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka sedekah [zakat] yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang, sehingga mereka mau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah mengerjakan hal itu, maka terjagalah harta dan darah mereka kecuali dengan hak Islam, sedang perhitungan [hisab] mereka terserah Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Ketika Rasulullah saw. telah wafat dan Abu Bakar ra. diangkat menjadi khalifah serta banyak orang Arab yang kembali kafir, maka Umar ra. bertanya: “Bagaimana engkau akan memerangi manusia? Sedangkan Rasulullah saw. pernah bersabda: ‘Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mau mengucapkan: laa ilaaHa illallaaH [tidak ada Tuhan selain Allah]. Apabila seseorang telah mengucapkan kalimat itu, maka terjagalah harta dan jiwanya kecuali dengan haknya, dan hisab [perhitungan amalnya] terserah Allah.” Kemudian Abu Bakar berkata: “Demi Allah, saya benar-benar akan memerangi orang-orang yang membedakan antara kewajiban shalat dan zakat, karena sesungguhnya zakat itu adalah haknya harta. Demi Allah seandainya mereka menahan tali serban yang biasa mereka berikan kepada Rasulullah saw., niscaya saya akan memerangi mereka karena menahan tali serban itu.” Kemudian Umar berkata: “Demi Allah apa yang dikatakan Abu Bakar telah saya mengerti bahwa Allah melapangkan dada Abu Bakar untuk berperang, maka saya pun telah mengerti bahwa apa yang dikatakan itu adalah kebenaran.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ayyub ra. bahwasannya ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. dan berkata: “Beritahukanlah kepada saya tentang suatu amal perbuatan yang dapat memasukkan saya ke surga.” Beliau bersabda: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan hubungkanlah tali persaudaraan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya ada seorang Badui datang kepada Nabi saw. dan bertanya: “Wahai Rasulallah, tunjukkanlah kepada saya tentang suatu amal perbuatan, yang mana apabila saya mengamalkannya akan masuk surga.” Beliau bersabda: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, dirikan shalat, tunaikan zakat dan berpuasa pada bulan Ramadlan.” Ia berkata: “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh saya tidak akan menambahi ketentuan ini.” Ketika orang itu pergi maka Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang ingin melihat seseorang yang termasuk ahli surga maka lihatlah orang Badui itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Jarir bin Abdullah ra. ia berkata: “Saya telah berbaiat kepada Nabi saw. untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasihat kepada setiap orang Islam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Pemilik emas dan perak yang tidak mau mengeluarkan zakatnya, kelak di hari kiamat akan dibentuk berupa lempengan dan dibakar dalam api neraka jahanam lalu diseterikakan pada pinggang, dahi dan punggungnya. Apabila sudah dingin maka siksaan itu akan diulang lagi dalam masa satu hari yang lamanya kira-kira lima puluh ribu tahun, hingga selesai putusan semua hamba, kemudian dia baru dimasukkan ke surga atau neraka.” ada seseorang bertanya: “Wahai Rasulallah, bagaimana kalau memiliki unta?” Beliau menjawab: “Begitu juga orang yang memiliki unta tetapi tidak mau mengeluarkan zakatnya, di antara zakatnya yaitu memerah susunya ketika dibawa ke tempat minum untuk diberikan kepada orang yang lewat disitu, maka pada hari kiamat nanti dihamparkan baginya tanah lapang dan dikumpulkan semua untanya tanpa ada yang tertinggal seekorpun, lalu menginjak-injak dan menggigitnya, apabila yang satu telah selesai menyiksanya, kemudian diulang oleh unta yang lain dalam masa satu hari yang lamanya kira-kira lima puluh ribu tahun, sehingga selesai putusan semua hamba, kemudian ia baru dimasukkan ke surga atau neraka.” Ada seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika memiliki lembu dan kambing?” Beliau menjawab: “Begitu juga orang yang memiliki lembu dan kambing yang tidak dikeluarkan zakatnya, nanti pada hari kiamant dihamparkan baginya tanah yang lapang dan dikumpulkanlah semua lembu dan kambingnya tanpa ada yang tertinggal seekorpun, bahkan tidak ada yang tidak bertanduk baik dengan tanduk yang bengkok maupun tanduk yang telah patah, dimana semuanya menanduk-nanduk dan menginjak-injak orang itu, dan apabila yang satu telah selesai menyiksanya, kemudian diulang oleh yang lain dalam masa satu hari yang lamanya kira-kira lima puluh ribu tahun, sehingga selesai putusan semua hamba, kemudian ia baru dimasukkan ke surga atau neraka.”
Ada yang bertanya: “Wahai Rasulallah, bagaimana kalau memiliki kuda?” Beliau menjawab: “Kuda itu ada tiga macam. Kuda yang dapat mendatangkan dosa bagi pemiliknya, yang dapat menutupi hajat bagi pemiliknya, dan yang dapat mendatangkan pahala bagi pemiliknya. Ada kuda yang dapat mendatangkan dosa bagi pemiliknya yaitu kuda yang dipelihara oleh pemiliknya dengan maksud untuk sombong dan digunakan untuk memusuhi Islam, maka kuda macam itulah yang mendatangkan dosa bagi pemiliknya.
Adapun kuda yang dapat menutupi hajat bagi pemiliknya yaitu kuda yang dapat digunakan untuk kepentingan yang diridlai Allah, kemudian ia tidak melupakan hak dan kewajiban memeliharanya, maka kuda semacam itulah yang dapat menutupi hajat bagi pemiliknya. Adapun kuda yang dapat mendatangkan pahala bagi pemiliknya yaitu kuda yang dipergunakan untuk berjuang di jalan Allah dan untuk kepentingan umat Islam, kuda semacam itu bila dilepas di tanah lapang atau kebun kemudian ia makan sesuatu dari situ, maka apa yang dimakan itu dicatat sebagai kebaikan bagi pemiliknya, bahkan kotoran dan air kencingnya pun dicatat sebagai suatu kebaikan bagi pemiliknya. Dan apabila ia terlepas dari tali kekangnya kemudian lari atau melompat-lompat, maka hitungan langkahnya itu dicatat oleh Allah sebagai suatu kebaikan bagi pemiliknya. Apabila ia dibawa oleh pemiliknya kemudian melewati sebuah sungai lantas ia minum dari air itu, padahal pemiliknya tidak bermaksud untuk memberinya minum, maka Allah mencatat apa yang diminumnya itu sebagai suatu kebaikan bagi pemiliknya.” Ada seseorang bertanya: “Wahai Rasulallah, bagaimana jika memiliki keledai?” Beliau menjawab: “Tentang keledai tidak diturunkan kepadaku suatu ayat yang menjelaskannya kecuali ayat yang sifatnya umum, yaitu berbunyi: famay ya’mal mitsqaala dzarratin khairay yaraH, wa may ya’mal mitsqaala dzarratin syarray yaraH (“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah [debu] pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.”).” (HR Bukhari dan Muslim)

Siwak dan Kebersihan badan

4 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya aku tidak khawatir untuk mempersulit umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak [bersugi] setiap akan mengerjakan shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Hudzaifah ra. ia berkata: “Apabila Nabi saw. bangun dan tidurnya, beliau selalu bersiwak [menggosok gigi] dengan siwak [sikat gigi].” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Kami selalu menyediakan siwak dan air wudlu untuk Rasulullah saw. Maka apabila Allah membangunkan beliau kapan saja pada waktu malam, niscaya beliau bersugi, wudlu dan mengerjakan shalat.” (HR Muslim)

Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Aku sudah sering kali menganjurkan kepada kalian untuk bersiwak.” (HR Bukhari)

Dari Syuraih bin Hani’ ia berkata: Saya pernah bertanya kepada ‘Aisyah ra. tentang perbuatan apakah yang mula pertama dikerjakan oleh Nabi saw. apabila masuk rumahnya?” ‘Aisyah menjawab: “Beliau bersiwak.” (HR Muslim)

Dari Abu Musa al-Asy’ariy ra. ia berkata: “Saya masuk ke rumah Nabi saw. sedangkan ujung siwaknya masih berada pada mulutnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Bersiwak [bersugi] itu dapat membersihkan mulut dan mendapat ridla dari Rabb.” (HR Nasa-i dan Ibnu Huzaimah)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda: “Fitrah [kebersihan badan] itu ada lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sepuluh macam daripada fitrah adalah: mencukur kumis, memelihara jenggot, bersiwak, menghirup air ke hidung, memotong kuku, membasuh sela-sela jari, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan dan bersuci apabila buang air.” Perawi hadits ini berkata: “Untuk yang kesepuluh saya lupa, tetapi kalau tidak salah berkumur.” Sedangkan Waki’ salah seorang yang juga meriwayatkan hadits ini berkata: “[yang kesepuluh] adalah istinja.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Potonglah kumis dan peliharalah jenggot.” (HR Bukhari dan Muslim)