Tafsir Al-Qur’an Surah Saba’ (10)

5 Jun

Tafsir Ibnu Katsir Surah Saba’ (Kaum Saba’)
Surah Makkiyyah; Surah ke 34: 54 ayat

tulisan arab alquran  surat saba' ayat 31-33“31. dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya”. dan (alangkah hebatnya) kalau kamu Lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadap kan Perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah Kami menjadi orang-orang yang beriman”. 32. orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: “Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa”. 33. dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru Kami supaya Kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya”. kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (Saba’: 31-33)

Allah Ta’ala mengabarkan tentang keterlaluannya orang-orang kafir dalam kesombongan, pembangkangan dan tenggelamnya mereka dengan ketiadaan mengimani al-Qur’an al-Karim serta kandungan yang diberitakannya tentang peristiwa hari kembali. untuk itu Allah berfirman: wa qaalalladziina kafaruu lan nu’mina biHaadzal qur-aana wa laa billadzii baina yadaiHi (“Dan orang-orang kafir berkata: Kami sekali-sekali tidak akan beriman kepada al-Qur’an dan tidak [pula] kepada kitab yang sebelumnya.”) Allah berfirman mengancam kepada mereka dan mengabarkan tentang pendirian mereka yang hina di hadapan-Nya saat mereka saling berbantah-bantahan dan saling menuduh.

Yarji-‘u ba’dluHum ilaa ba’dlinil qaula yaquulul ladziinastudl-‘ifuu (“Sebagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata,”) yaitu para pengikut, lilladziinas takbaruu (“Kepada orang-orang yang menyombongkan diri.”) di antara mereka. Yaitu para pemimpin dan para pembesar mereka. Lau laa antum lakunnaa mu’miniin (“Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.”) yaitu seandainya kalian tidak menghalangi [dari jalan kebenaran] niscaya dahulu kami mengikuti para Rasul dan mengimani apa yang mereka sampaikan kepada kami.

Lalu para pemimpin dan pembesar yang merupakan orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada mereka: a nahnu shadadnaakum ‘anil Hudaa ba’da idz jaa-akum (“Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk, sesudah petunjuk itu datang kepadamu.”) yaitu Kami tidak melakukan sesuatu kepada kalian lebih dari sekedar mengajak kalian. Akan tetapi kalianlah yang mengikuti kami tanpa dalil dan tanpa bukit serta kalian sendiri yang menentang dalil-dalil, bukti-bukti dan hujjah-hujjah yang disampaikan oleh para Rasul tersebut karena hawa nafsu dan kemauan kalian sendiri.

Untuk itu mereka berkata: bal kuntum mujrimiina wa qaalalladziinas tudl-‘ifuu lilladziinas takbaruu bal makrul laili wan naHaari (“Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa. Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: ‘[Tidak], sebenarnya tipu daya[mu] di waktu malam dan siang.’”) yaitu, akan tetapi kalian lah yang menipu kami siang dan malam. Kalian menipu, merayu dan mengabarkan kepada kami bahwa kami berada dalam kebenaran, padahal semua itu adalah kebathilan, kedustaan yang sangat besar.

Qatadah dan Ibnu Zaid berkata: “Bal makrul laili wan naHaari (Sebenarnya tipu daya[mu] di waktu malam dan siang) maksudnya, akan tetapi kalian melakukan tipu daya siang dan malam. Demikian pula Malik dari Zaid bin Aslam berkata: “Yaitu tipu daya kalian siang dan malam.”

Idz ta’muruunanaa an nakfura billaaHi wa naj’ala laHuu andadan (“Ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.”) yaitu tandingan-tandingan dan sembahan-sembahan lain bersama-Nya. Dan kalian tebarkan kepada kami berbagai syubhat dan hal-hal yang mustahil guna menyesatkan kami.
Wa asarrun nadaamata lammaa ra-awul ‘adzaaba (“Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat adzab.”) seluruhnya, baik pemimpin maupun para pengikutnya merasakan penyesalan atas apa yang telah mareka lakukan.

Wa ja-‘alnal aghlaala fii a’naaqil ladziina kafaruu (“Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir.”) yaitu rantai-rantai yang mengikat tangan-tangan bersama leher-leher mereka. Hal yujzauna illaa maa kaanuu ya’maluuna (“Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.”) yaitu Kami hanya membalas kalian sesuai dengan amal-amal kalian, semuanya sesuai dengan tingkatan kesalahannya. Pemimpin akan disiksa sesuai dengan kepemimpinannya dan pengikut akan disiksa dengan kepengikutannya.
Qaala li kullin dli’fun wa lakillaa ta’lamuuna (“Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.”)(al-A’raaf: 38)

tulisan arab alquran  surat saba' ayat 34-39“34. dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya Kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”. 35. dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan Kami sekali-kali tidak akan diazab. 36. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”. 37. dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka Itulah yang memperoleh Balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang Tinggi (dalam syurga). 38. dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab. 39. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (Saba’: 34-39)

Allah Ta’ala berfirman menghibur Nabi-Nya saw. serta memerintahkannya untuk bercermin kepada para Rasul sebelumnya. Dia pun mengabarkan kepadanya, bahwa tidaklah Dia mengutus seorang Nabi pun pada suatu negeri, kecuali didustakan oleh para pembesarnya dan diikuti oleh kaum dlu’afanya. Sebagaimana kaum Nuh as. berkata: a nu’minulaka wat taba-‘akal ardzaluun (“Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu ialah orang-orang yang hina.”)(asy-Syu’araa: 111)
(bersambung ke bagian 11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: