Tafsir Al-Qur’an Surah Saba’ (8)

5 Jun

Tafsir Ibnu Katsir Surah Saba’ (Kaum Saba’)
Surah Makkiyyah; Surah ke 34: 54 ayat

Untuk itu tercantum dalam ash-shahihain, dari beberapa jalan, dari Rasulullah saw. bahwa beliau adalah pemimpin anak Adam dan pemberi syafaat terbesar di sisi Allah, ketika dia menempati tempat terpunji untuk memberikan syafaat kepada seluruh makhluk dengan mendatangi Rabb mereka untuk memutuskan perkara. Beliau bersabda: “Kemudian aku bersimpuh dan bersujud kepada Rabb-ku, sebagaimana yang Dia kehendaki. Dan Dia membukakan berbagai puja dan puji, yang pada saat ini aku tidak dapat menyebutkannya. Kemudian dikatakan: ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah, niscaya engkau akan didengar. Mintalah, engkau pasti akan diberi dan berilah syafaat, niscaya akan dikabulkan syafaatmu.” (Bacalah hadits secara sempurna).

Firman Allah: hattaa idzaa fuzzi-‘a ‘ang quluubiHim qaaluu maa dzaa qaala rabbukum qaalul haqqa (“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: ‘Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu,’ mereka menjawab: ‘Perkataan yang benar.’”) ini merupakan kedudukan tinggi dalam keagungan. Yaitu jika Allah berfirman dengan wahyu, lalu mendengarlah penghuni langit firman-Nya itu, maka merekapun bergetar karena merasa takut, sehingga mereka seperti jatuh pingsan. Hal itu dikatakan oleh Ibnu Mas’ud, Masruq dan lain-lain.
Hattaa idzaa fuzzi-‘a ‘ang quluubiHim (“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka.”) yaitu lenyapnya rasa takut.

Ibnu ‘Abbas, Ibnu Umar, Abu Abdirrahman as-Sulami, asy-Sya’bi, Ibrahim an-Nakha-i, adl-Dlahhak, al-Hasan dan Qatadah berkata tentang firman-Nya: hattaa idzaa fuzzi-‘a ‘ang quluubiHim qaaluu maa dzaa qaala rabbukum qaalul haqqa (“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: ‘Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu,’ mereka menjawab: ‘Perkataan yang benar.’”) maksudnya dikosongkan hati-hati mereka [dari rasa takut]. Jika seperti itu maka sebagian mereka bertanya kepada sebagian lain: “Apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?” Malaikat pembawa ‘Arsy memberitahukan hal itu kepada malaikat yang ada di bawahnya, kemudian mereka sampaikan lagi kepda yang lebih bawah, sehingga berita itu sampai kepada malaikat penghuni langit terendah. Untuk itu Allah Ta’ala berfirman: qaalul haqqa (“Mereka menjawab: ‘[Perkataan] yang benar.’ Yaitu mereka mengabarkan apa yang difirmankan-Nya, tanpa menambah dan tanpa pengurangan.

Wa Huwal ‘aliyyul kabiiru (“Dan Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.”) al-Bukhari berkata ketika menafsirkan ayat mulia ini di dalam Shahihnya, dari al-Humaidi, dari Sufyan, bahwa ‘Amr berkata, aku mendengar ‘Ikrimah berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, sesungguhnya Nabiyyullah saw. bersabda: “Jika Allah telah memutuskan urusan di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena tunduk kepada firman-Nya, seakan-akan suara yang didengar itu bagaikan sebuah rantai yang ditarik di atas batu keras. Jika telah dihilangkan rasa takut dalam hati mereka, mereka pun saling menanyakan: ‘Apa yang dikatakan oleh Rabb kalian?’ Mereka menjawab: ‘Apa yang dikatakan-Nya adalah kebenaran, dan Dia Mahatinggi dan Mahabesar.’ Lalu syaitan mencuri pendengaran mendengar hal tersebut. Mereka, para syaitan pencuri pendengaran itu keadaannya demikian, sedangkan di antara mereka menaiki sebagian yang lain seperti ini –Sufyan menggambarkan dengan tangannya dengan memiringkan tangan dan melebarkan jari-jarinya- ketika yang di atas mendengar kalimat itu, segera ia sampaikan kepada yang berada di bawahnya. Kemudian yang lainnya memberikannya kepada yang berada di bawahnya lagi, sehingga disampaikan melalui ucapan tukang sihir atau dukun. Kemungkinan di atara setan itu ada yang terkena meteor sebelum menyampaikan kalimat tersebut dan kemungkinan pula sempat menyampaikannya sebelum terkena meteor. Lalu dia buat bersamanya seratus kedustaan. Maka dikatakan, bukankah telah dikatakan kepada kita hari ini demikian, demikian. Maka dia dipercayai [tukang sihir/ dukun] karena kalimat yang didengarnya dari langit.”
Ditakhrij secara sendiri oleh al-Bukhari tanpa Muslim dari jalur ini. Serta diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari hadits Sufyan bin ‘Uyainah. wallaaHu a’lam.

tulisan arab alquran  surat saba' ayat 24-27“24. Katakanlah: “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan Sesungguhnya Kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. 25. Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang Kami perbuat dan Kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”. 26. Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. dan Dia-lah Maha pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui”. 27. Katakanlah: “Perlihatkanlah kepadaku sembah-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya, sekali-kali tidak mungkin! sebenarnya Dia-lah Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Saba’: 24-27)

Allah Ta’ala berfiman mengikrarkan keesaan-Nya dalam menciptakan dan memberikan rizky serta keesaan-Nya dalam Uluhiyyah pula. Sebagaimana mereka mengakui bahwa tidak ada yang memberi risky mereka dari langit dan bumi kecuali Allah, yaitu dengan diturunkannya hujan dan ditumbuhkannya tanaman, demikian pula hendaknya mereka mengetahui bahwa tidak ada ilah selain-Nya. Firman Allah: wa innaa au iyyaakum la-‘alaa Hudan au fii dlalaalim mubiin (“Dan sesungguhnya kami atau kamu [orang-orang musyrik], pasti berada dalam kebenaran atau kesesaatan yang nyata.”) ini termasuk gaya bahasa laf dan nasyr, yaitu salah satu di antara dua golongan tersebut adalah orang yang bathil dan pihak yang lain adalah yang benar. Dimana tidak ada jalan, hingga kalian atau kami berada dalam petunjuk atau kesesaatan. Akan tetapi, salah satu di antara kita adalah yang benar. Sesungguhnya Kami telah menegakkan bukti-bukti tentang tauhid, maka hal tersebut menunjukkan kebathilan syirik yang kalian lakukan.

Qatadah berkata: “Sesungguhnya hal tersebut dikatakan oleh Sahabat Rasulullah kepada orang-orang musyrik.” ‘Ikrimah dan Ziyad bin Abi Maryam berkata: “Maknanya adalah, sesungguhnya kami berada di atas kebenaran, sedangkan kalian berada di atas kebathilan yang nyata.”
(bersambung ke bagian 9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: