Mengurus Jenazah (1)

10 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Mu’adz ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah Laa ilaaHa illallaaH, maka ia masuk surga.” (HR Abu Dawud dan al-Hakim)

Dari Abu Said al-Khudriy ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tuntunlah orang yang hendak meninggal dunia dengan ucapan Laa ilaaHa illallaaH.” (HR Muslim)

Dari Ummu Salamah ia berkata: Rasulullah saw. masuk ke rumah Abu Salamah yang pada waktu itu masih terbuka matanya kemudian beliau memejamkannya, seraya bersabda: “Sesungguhnya apabila nyawa itu telah dicabut maka diikuti oleh mata.” Mendengar sabda beliau itu para keluarganya menangis dengan keras sekali. Kemudian beliau bersabda: “Jangan kamu berdoa untuk dirimu sendiri kecuali dengan yang baik-baik, karena sesungguhnya malaikat itu mengamini apa yang kamu ucapkan.” Lantas beliau berdoa: “AllaaHumaghfir li-abii salamata warfa’ darajataHuu fil maHdiina, wakhlufHu fii ‘aqibiHii fil ghaabiriin, waghfirlanaa walaHuu yaa rabbal ‘aalamiin, wafsah laHuu qabriHii, wa nawwirlaHu fiiHi (Ya Allah, ampunilah dosa Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya dalam golongan orangyang mendapat petunjuk, berikan keturunan yang baik di belakang hari, ampunilah dosa kami dan dosanya wahai Rabb semesta alam, lapangkanlah kuburnya dan terangilah ia di dalam kuburnya). (HR Muslim)

Dari Ummu Salamah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila kamu datang kepada orang yang sakit atau orang yang meninggal dunia maka berkatalah yang baik-baik karena sesungguhnya malaikat mengaminkan apa yang kamu ucapkan.” Maka ketika Abu Salamah meninggal dunia, saya datang kepada Nabi saw. dan berkata: “Wahai Rasulallah, sesungguhnya Abu Salamah telah meninggal dunia.” Beliau bersabda: “Ucapkanlah: AllaaHumaghfirlii wa laHuu wa a’qabanii minHu ‘uqban hasanatan (Wahai Allah, ampunilah dosa saya dan dosa Abu Salamah, serta gantilah kepada saya yang lebih baik).” Ummu salamah berkata: “Kemudian Allah mengganti kepada saya seseorang yang lebih baik dari Abu Salamah, yakni Muhammad saw.” (HR Muslim)

Dari Ummu Salamah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang di waktu tertimpa musibah mengucapkan: innaa lillaaHi wa innaa ilaiHi raaji-‘uun. AllaaHumma’jurnii fii mushiibatii, wakhluflii khairan minHaa [sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada-Nya. Wahai Allah berilah saya pahala dalam mushibah ini dan berilah saya ganti yang lebih baik daripada mushibah ini berilah saya ganti yang lebih baik daripada mushibah itu.” Ummu Salamah berkata: “Ketika Abu Salamah meninggal dunia, saya mengucapkan doa yang diajarkan Rasulullah saw. kemudian Allah Ta’ala memberi ganti kepada saya dengan orang yang lebih baik daripada Abu Salamah yakni Rasulullah saw.” (HR Muslim)

Dari Abu Musa ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Apabila anak seseorang itu meninggal dunia, maka Allah Ta’ala bertanya kepada Malaikat-Nya: ‘Kamu telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?’ Malaikat menjawab: ‘Ya.’ Allah Ta’ala bertanya lagi: ‘Kamu telah mencabut buah hatinya?’ Malaikat menjawab: ‘Ya.’ Allah berfirmah: “Maka apa yang diucapkan oleh hamba-Ku itu?’ Malaikat menjawab: ‘Ia memuji kepada-Mu dan mengucapkan: innaa lillaaHi wa innaa ilaiHi raaji-‘uun.’ Kemudian Allah Ta’ala berfirman: ‘Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di dalam surga, dan namakanlah rumah itu dengan nama Baitul hamdi [Rumah pujian].” (HR Turmudzi)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Aku tidak akan memberi balasan kepada hamba-Ku yanng mukmin apabila Aku mengambil kekasihnya di dunia ini, kemudian ia ridla dan mengharapkan pahala kepada-Ku melainkan balasan surga.” (HR Bukhari)

Dari Usamah bin Zaid ra. ia berkata: “Salah seorang putri Nabi saw. mengutus seseorang untuk mengundang dan memberitahu kepada beliau bahwa anak putri Nabi itu akan meninggal dunia. Kemudian beliau bersabda kepada utusan itu: “Kembalilah kamu kepada putriku dan katakanlah kepadanya bahwa menjadi hak Allah untuk mengambil dan memberi sesuatu. Segala sesuatu itu ada batas yang telah ditentukan oleh-Nya. Maka suruhlah ia supaya bersabar dan mengharapkan pahala kepada-Nya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersama Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abu Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud ra. melawat Sa’ad bin ‘Ubadah, kemudian beliau menangisi. Ketika para shahabat melihat Rasulullah saw. menangis, maka merekapun menangis. Rasulullah saw. lantas bersabda: “Tidakkah kalian semua mau mendengar? Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa seseorang karena linangan air mata dan tidak pula karena kesedihan hati, tetapi Allah menyiksa atau mengasihi seseorang itu karena ini.” Beliau menunjuk kepada lidahnya. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Usamah bin Zaid ra. bahwasannya ketika cucu Rasulullah saw. yang hampir meninggal dunia diserahkan kepadanya, maka kedua mata beliau mencucurkan air mata. Kemudian Sa’ad bertanya kepada beliau: “Wahai Rasulallah, mengapa engkau bersikap demikian?” Beliau menjawab: “Ini adalah suatu rahmat yang Allah limpahkan ke dalam hati hamba-hamba-Nya, dan sesungguhnya Allah akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang mempunyai belas kasihan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Anas ra. bahwasannya ketika Rasulullah saw. masuk ke kamar puteranya Ibrahim ra. yang sedang menghebuskan nafasnya yang terakhir, maka kedua mata Rasulullah saw. mencucurkan air mata. Kemudian Abdurrahman bin Auf bertanya kepada beliau: “Engkau juga menangis wahai Rasulallah?” Beliau menjawab: “Wahai Abu Auf, sesungguhnya ini adalah suatu rahmat, tetapi kemudian diikuti dengan ketentuan lain.” Beliau bersabda pula: “Sesungguhnya meski mata berlinang dan hati merasa sedih, tetapi kami tidak boleh mengucapkan sesuatu kecuali apa yang diridlai oleh Rabb. Dan sungguh saya merasa sedih karena harus berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR Bukhari)

Dari Abu Rafi’ Aslam pelayan Rasulullah saw. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang memandikan mayat kemudian ia menyembunyikan rahasianya [mayat] maka Allah mengampuni baginya empat puluh kali.” (HR al-Hakim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyaksikan [menghadiri] jenazah sampai dishalatkan, maka ia memperoleh pahala satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikan [menghadirinya] sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia memperoleh pahala dua qirath.” Ada seseorang bertanya: “Apakah dua qirath itu?” Beliau menjawab: “Sebesar dua gunung yang besar.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menghantar jenazah seorang muslim dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah serta ia terus menungguinya sampai jenazah itu dishalatkan, dan selesai dikuburkan, maka ia pulang dengan membawa pahala dua qirath; setiap qirath menyerupai gunung Uhud. Dan barangsiapa yang pulang hanya sampai jenazah itu dishalatkan dan tidak menyaksikan penguburannya, maka ia pulang dengan membawa pahala satu qirath.” (HR Bukhari)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Setiap mayat yang dishalatkan oleh orang muslim yang jumlahnya mencapai seratus orang, dimana kesemuanya memintakan syafaat untuknya, niscaya mayat itu akan memperoleh syafaat.” (HR Muslim)

Dari Ibnu ‘Abbas ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Setiap orang muslim yang meninggal dunia, kemudian jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, niscaya Allah menerima syafaat mereka itu.” (HR Muslim)

Dari Martsad bin Abdullah al-Yazanniy, ia berkata: Apabila Malik bin Hubairah ra. menyalatkan jenazah dan orang yang akan menshalatkannya itu sedikit, maka ia membaginya menjadi tiga bagian, kemudian ia berkat: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang dishalatkan oleh tiga shaf [baris], maka ia dapat dipastikan untuk diampuni dosanya.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)
(bersambung ke bagian 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: