Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Insaan (1)

13 Jun

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Insaan (Manusia)
Surah Madaniyyah; Surah ke 76: 31 ayat

Telah disampaikan sebelumnya di dalam kitab Shahih Muslim dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Rasulullah saw. di dalam shalat Shubuh pada hari Jum’at biasa membaca: ali laam miim, tanziila dan Hal ataa ‘alal insaani.

tulisan arab alquran surat al insaan ayat 1-3bismillaaHir rahmaanir rahiim.
“1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? 2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat. 3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (al-Insaan: 1-3)

Allah berfirman mengabarkan tentang manusia, bahwa Dia telah menciptakannya setelah sebelumnya tidak pernah menjadi sesuatu yang disebut karena kerendahan dan kelemahannya. Dimana Allah berfirman: Hal ataa ‘alal insaani hiinum minaddaHri lam yakun syai-am madzkuuran (“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut.”) kemudian Dia menjelaskan hal tersebut di mana allah berfirman: innaa khalaqnal insaana min nuthfatin amsyaajin (“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur.”) yakni yang bercampur. Kata “al-‘asy-ju” dan “al-masyii-ju” berarti sesuatu yang bercampur sebagian dengan sebagian lainnya.

Mengenai firman-Nya: min nuthfatin amsyaajin (“Setetes air mani yang bercampur.”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Yakni sperma laki-laki dan ovum perempuan jika telah bersatu dan bercampur, lalu beralih dari satu fase ke fase berikutnya, dari satu keadaan ke keadaan berikutnya, dan dari satu warna ke warna berikutnya.”

Firman Allah: nabtaliiHi (“Yang Kami hendak mengujinya.”) yakni mencobanya. Yang demikian itu sama dengan firman-Nya: liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalan (“Siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya.”) (al-Mulk: 2). Faja-‘alnaaHu samii-‘am bashiiran (“Karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.”) maksudnya, Kami berikan kepadanya pendengaran dan penglihatan sehingga dengan keduanya dia mampu berbuat ketaatan dan juga kemaksiatan.

Dan firman-Nya lebih lanjut: inna HadainaaHus sabiila (“Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan yang lurus.”) yakni Kami telah memberikan penjelasan dan keterangan sekaligus menjadikannya dapat melihat. Yang demikian itu seperti firman Allah Jalla wa ‘Alaa: wa HadainaaHun najdaiin (“Dan kami tunjuki dia dua jalan.”) maksudnya, kami jelaskan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan.

Firman Allah: immaa syaakiraw wa immaa kafuuran (“Ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.”) kalimat ini manshub [berharakat fathah] dalam kedudukannya sebagai haal dari huruf Haa’ di dalam firman-Nya: innaa HadainaaHus sabiila; yang artinya, dalam hal itu dia bisa sengsara dan bisa juga bahagia, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Malik al-Asy’ari, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Setiap orang pergi pada pagi hari, lalu dia akan mempertaruhkan dirinya, baik dia akan membinasakannya atau menyelamatkannya.”

tulisan arab alquran surat al insaan ayat 4-12“4. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. 5. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. 6. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. 7. mereka menunaikan Nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. 8. dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. 9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki Balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. 10. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan Kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. 11. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. 12. dan Dia memberi Balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,” (al-Insaan: 4-12)

Allah mengabarkan tentang apa yang telah Dia persiapkan bagi semua yang kafir dari makhluk-Nya, baik itu berupa rantai, belenggu, dan api yang menyala lagi membara di Neraka jahanam. Setelah menyebutkan api membara yang telah Dia sediakan bagi orang-orang yang sengsara itu maka lebih lanjut Allah berfirman: innal abraara yasyrabuuna min ka’sin kaana mizaajuHaa kaafuuran (“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas [berisi minuman] yang campurannya adalah aif kafur.”) sebagaimana diketahui, air kafur ini dingin lagi beraroma wangi. Ditambahkan dan berbagai kelezatan yang ada di surga. Oleh karena itu, Dia berfirman: ‘ainay yasyrabu biHaa ‘ibaadullaaHI yufajjiruunaHaa tafjiiran (“Yaitu mata air yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.”) maksudnya air kafur yang telah bercampur dan disediakan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan ini adalah mata air yang biasa diminum oleh hamba-hamba Allah yang mendekatkan diri, murni tanpa campuran, mereka minum sampai kenyang, sehingga dia menjadi kata tersebut muta’addi dengan ba’ dan memanshubkan kata ‘ainan sebagai pembeda. Sebagian mereka mengatakan bahwa dalam hal kualitas, minuman ini seperti air kafur. Sebagian lainnya mengatakan, ninuman tersebut berasal dari air kafur. Dan sebagian lainnya mengatakan, boleh juga menjadi manshub dengan kata yasyrab. Ketiga pendapat tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

(Bersambung ke bagian 2)

3 Tanggapan to “Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Insaan (1)”

  1. Nr_Badriah 23 April 2014 pada 22.13 #

    Reblogged this on Mozaik Kata NB_Senja.

  2. Arie hananti 18 Juni 2019 pada 19.53 #

    Masya Allah ustadz syukron infonya pas mau nyari asbabun nuzul al insan lgs ke web ustadz

    • untungsugiyarto 20 Juni 2019 pada 11.22 #

      alhamdulillah miss. Arie, semoga bermanfaat dan berkah. aamiin. terimakasih atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: