Keutamaan dan Anjuran Berdzikir (2)

17 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya orang-orang dari shahabat Muhajirin datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Orang-orang kaya telah memperoleh derajat yang tinggi dan kebahagiaan yang abadi, dimana mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, mereka mempunyai kelebihan harta sehingga dapat menunaikan haji, umrah, berjuang dan bersedekah.” Rasulullah saw. bersabda: “Maukah kalian aku ajari sesuatu yang dapat mengejar pahala orang-orang yang telah mendahului kamu dan juga orang-orang yang sesudah nanti serta tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kamu, kecuali orang yang berbuat sama seperti apa yang kalian perbuat?” Mereka menjawab: “Mau wahai Rasulallah.” Beliau bersabda: “Yaitu kalian membaca tasbih, tahmid dan takbir setiap selesai shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.” Abu Shalih orang yang meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah ra. berkata: “Ketika beliau ditanya tentang bagaimana mengucapkannya, beliau bersabda: “Shub-haanallaaH, alhamdulillaaH dan AllaaHu akbar, masing-masing dari tiga kalimat itu diucapkan tiga puluh tiga kali.” (HR Bukhari dan Muslim)

Di dalam riwayat Muslim terdapat tambahan: kemudian orang-orang fakir Muhajirin datang lagi kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Setelah saudara-saudara kami yang kaya itu mendengar apa yang kami kerjakan, maka mereka mengerjakan seperti yang kami kerjakan.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”

Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiap membaca tasbih tiga puluh tiga kali setiap selesai shalat, membaca tahmid tiga puluh tiga kali dan membaca takbir tiga puluh tiga kali, kemudian untuk melengkapi bilangan seratus ia membaca: laa ilaaHa illallaaHu wahdaHu laa syariikalaH laHul mulku walaHul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, maka diampunilah dosa-dosanya walaupun dosa-dosa itu seperti buih di lautan.” (HR Muslim)

Dari Ka’ab bin Ujzah ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Bacaan-bacaan setelah shalat fardlu yang tidak mengecewakan orang yang membacanya atau mengerjakannya adalah: tasbih tigapuluh tiga kali, tahmid tigapuluh tiga kali dan takbir tiga puluh tiga kali.” (HR Muslim)

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra. bahwasannya Rasulullah saw. senantiasa berlindung diri sehabis shalat yaitu dengan mengucapkan: allaaHumma innii a-‘uudzubika minal jubni wal bukhli, wa a-‘uudzubika min an uradda ilaa ardzalil ‘umuri, wa a-‘uudzubika min fitnatiddun-yaa, wa a-‘uudzubika min fitnatil qabri (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan kikir. Aku berlindung diri kepada-Mu daripada dilanjutkan usia hingga umur yang hina/tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Dan saya berlindung diri kepada-Mu dari fitnah kubur.” (HR Bukhari)

Dari Mu’adz ra. bahwasannya Rasulullah saw. memegang tangannya sambil bersabda: “Hai Mu’adz, demi Allah aku sungguh sayang kepadamu.” Kemudian beliau bersabda lagi: “Aku berpesan kepadamu hai Mu’adz, jangan sekali-sekali engkau setiap selesai shalat tidak membaca: allaaHumma a-‘innii ‘alaa dzik-rika wa syuk-rika wa husni ‘ibaadatika (Ya Allah, bantulah saya untuk selalu menyebut nama-Mu dan bersyukur kepada-Mu serta memperbaiki ibadah kepada-Mu) (HR Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka hendaklah berlindung diri kepada Allah dari empat macam, dimana dia hendaknya mengucapkan: allaaHumma innii a-‘uudzubika min ‘adzaabi jaHannam, wa min ‘adzaabil qab-ri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksaan neraka jahannam, dari siksaan kubur, dan fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah Dajjal)” (HR Turmudzi)

Dari Ali ra. ia berkata: Apabila Rasulullah saw. mengerjakan shalat, maka pada akhir bacaan yaitu antara tasyahud dan salam, beliau membaca: allaaHumagh firlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa as-rar-tu wamaa a’lantu wa maa asraftu wa maa anta a’lamu biHii minnii antal muqaddimu wa antal mu-akhkhiru laa ilaaHa illaa anta (Ya Allah, ampunilah dosaku yakni dosa yang telah lalu, dosa yang akan datang, dosa yang saya lakukan dengan sembunyi-sembunyi, dosa yang saya lakukan dengan terang-terangan, dosa yang karena berlebih-lebihan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada saya sendiri. Engkau adalah Dzat yang mendahulukan dan Dzat yang mengakhirkan. Tidak ada Tuhan kecuali Engkau)” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: “Rasulullah saw. pada waktu ruku’ dan sujud, beliau sering membaca subhaanakallaaHumma rabbanaa wa bihamdika allaaHumaghfirlii (Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan kami dan dengan memuji-Mu ya Allah ampunilah dosa saya).” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya Rasulullah saw. ketika ruku’ dan sujud beliau membaca: subbuuhun qudduusun rabbul malaa-ikati warruuh (Mahasuci Rabbnya malaikat dan Jibril)” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Adapun pada waktu ruku’ maka agungkanlah nama Tuhan dan pada waktu sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena sudah sepantasnya apabila doamu pada waktu sujud itu dikabulkan.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Sedekat-dekat hamba kepada Tuhannya yaitu ketika ia sujud, oleh karena itu perbanyaklah berdoa.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. pada waktu sujud sering membaca: allaaHummaghfirlii dzanbii kullaHu diqqaHu wa jillaHu wa awwalaHuu wa aakhiraHu wa ‘alaa niyataHuu wa sirraHu (Ya Allah, ampunilah dosa saya baik dosa kecil, dosa besar, dosa pertama, dosa terakhir, dosa yang terang-terangan maupun dosa yang tersembunyi.” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Pada suatu malam, Nabi saw. pergi tanpa sepengetahuan saya, kemudian saya meraba-raba beliau. Pada waktu itu beliau sedang ruku’ dan sujud dengan membaca: subhaanaka wa bihamdika laa ilaaHa illaa anta.”
Dalam riwayat lain dikatakan: “Kemudian tangan saya menyentuh kedua telapak kaki beliau yang sedang ditegakkan dan waktu itu beliau berada dalam masjid, beliau membaca: AllaaHumma innii a-‘uudzu biri-dlaaka min sakhaatika wa bimu-‘aafatika min ‘uquubatika, wa a-‘uudzubika minka laa uhshii tsanaa-a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika (Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung diri dengan keridlaan-Mu dari murka-Mu, dengan kesejahteraan-Mu, dari siksa-Mu. Dan saya berlindung diri dengan rahmat-Mu dari siksa-Mu, saya tidak dapat menghitung berapa banyak pujian bagi-Mu sebagaimana Engkau memuji kepada Dzat-Mu sendiri.” (HR Muslim)
(bersambung ke bagian 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: