Keutamaan dan Anjuran Berdzikir (3)

17 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash ra. ia berkata: Ketika kami berada di hadapan Rasulullah saw. beliau bertanya: “Apakah masing-masing dari kalian tidak mampu untuk mengerjakan seribu kebaikan setiap hari?” Kemudian salah seorang di antara kami yang sedang duduk itu menanyakan tentang bagaimana mungkin seseorang itu dapat mengerjakan seribu kebaikan, lantas beliau bersabda: “Seseorang yang membaca tasbih seratus kali itu dituliskan babinya seribu kebaikan atau dihapuskan baginya seribu dosa.” (HR Muslim)

Dari Abu Dzar ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Pada waktu pagi, setiap persendian masing-masing dari kamu harus disedekahi, setiap tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, setiap bacaan takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah. Semua itu bisa dipenuhi dengan dua rakaat Dhuha yang ia kerjakan.” (HR Muslim)

Dari Ummul Mukminin Juwairiyah binti Haritsah ra. bahwasanya Nabi saw. pagi-pagi benar telah keluar untuk mengerjakan shalat shubuh, sedangkan dia sendiri (Juwairiyah) sudah duduk di masjid, kemudian ketika beliau pulang setelah mengerjakan shalat Dluha, ia pun masih tetap duduk. Beliau lantas bersabda: “Sejak pagi engkau belum beranjak?” Juwairiyah menjawab: “Benar.” Nabi saw. bersabda: “Aku tadi membaca empat kalimat tiga kali, yang seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca sejak tadi niscaya seimbang, yaitu: SubhaanallaaHi ‘adada khalqiHi, subhaanallaaHi ‘adada khalqiHi, SubhaanallaaHi ‘adada khalqiHi, subhaanallaaHi ridlaa niafsiHi, subhaanallaaHi ridlaa niafsiHi, subhaanallaaHi ridlaa niafsiHi, subhaanallaaHi zinata ‘arsyiHii, subhaanallaaHi zinata ‘arsyiHii, subhaanallaaHi zinata ‘arsyiHii, subhaanallaaHi midaada kalimaatiHii, subhaanallaaHi midaada kalimaatiHii, subhaanallaaHi midaada kalimaatiHii (Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, seridla Dzat-Nya, seberat ‘Arsy-Nya dan sepanjang kalimat-Nya.)” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain berbunyia: subhaanallaaHi ‘adada khalqiHi, subhaanallaaHi ridlaa niafsiHi, subhaanallaaHi zinata ‘arsyiHii, subhaanallaaHi midaada kalimaatiHii.”
Dalam riwayat Turmudzi dikatakan: “SubhaanallaaHi ‘adada khalqiHi, subhaanallaaHi ‘adada khalqiHi, SubhaanallaaHi ‘adada khalqiHi, subhaanallaaHi ridlaa niafsiHi, subhaanallaaHi ridlaa niafsiHi, subhaanallaaHi ridlaa niafsiHi, subhaanallaaHi zinata ‘arsyiHii, subhaanallaaHi zinata ‘arsyiHii, subhaanallaaHi zinata ‘arsyiHii, subhaanallaaHi midaada kalimaatiHii, subhaanallaaHi midaada kalimaatiHii, subhaanallaaHi midaada kalimaatiHii.”

Dari Abu Musa al-Asy’ariy ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Perumpamaan orang yang dzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak, bagaikan orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR Bukhari)
Dalam riwayat Muslim dikatakan: “Perumpamaan rumah yang digunakan untuk berdzikir kepada Allah dengan yang tidak bagaikan orang yang hidup dengan orang yang mati.

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: ‘Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-hamba-Ku, Aku selalu bersamanya selam ia ingat kepada-Ku. Apabila ia ingat kepada-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun mengingatnya di dalam Dzat-Ku, dan apabila ia ingat kepada-Ku di tengah-tengah majelis, maka Aku pun mengingatnya dalam rombongan yang lebih baik daripada rombongannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Telah sampai lebih dulu al-Mufarriduun.” Para shahabat bertanya: “Apakah al-Mufarriduun itu?” Beliau menjawab: “Yaitu orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, baik laki-laki maupun perempuan.” (HR Muslim)

Dari Jabir ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaHa illallaaH (tiada Tuhan selain Allah).” (HR Turmudzi)

Dari Abdulllah bin Busr ra. bahwasannya ada seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam yang saya terima itu lebih banyak, kemudian bertahukanlah kepada saya tentang sesuatu yang benar-benar harus saya pegang baik-baik.” Beliau bersabda: “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir kepada Allah.” (HR Turmudzi)

Dari Jabir ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: subhaanallaaHi wabihamdiH, maka ditanamkan baginya sebatang pohon di dalam surga.” (HR Turmudzi)

Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Pada malam Isra’ aku bertemu dengan Nabi Ibrahim as. dan beliau bersabda: “Wahai Muhammad, sampaikanlah salamku untuk umatmu dan beritahukanlah kepada mereka bahwa surga itu tanahnya subur dan airnya segar, serta merupakan suatu kebun dan tanamannya adalah: subhaanallaaHi wal hamdulillaaHi wa laa ilaaHa illallaaHu wallaaHu akbar.” (HR Turmudzi)

Dari Abu Darda’ ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang sebaik-baik amal perbuatan di hadapan Tuhanmu dan tertinggi derajatnya serta lebih baik daripada menafkahkan emas dan perak, lebih baik daripada menghadapi musuh kemudian kamu penggal leher mereka dan mereka memenggal lehermu?” Para shahabat menjawab: “Baiklah.” Beliau bersabda: “Yaitu dzikir kepada Allah Ta’ala.” (HR Turmudzi)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash ra. bahwasannya ia bersama Rasulullah saw. masuk ke tempat seorang perempuan yang di hadapannya ada biji-biji kurma, atau batu-batu kerikil yang digunakan untuk menghitung bacaan tasbihnya, kemudian beliau bersabda: “Maukah kamu aku beritahu tentang amalan yang ringan atau lebih utama daripada perbuatanmu itu?” Kemudian beliau bersabda: “Yaitu membaca: subhaanallaaHi ‘adada maa khalaqa fis samaa-i wa subhaanallaaHi ‘adada maa khalaqa fil ardli, wa subhaanallaaHi ‘adada maa baina dzaalika, wa subhaanallaaHi ‘adada maa Huwa Khaaliq, membaca ‘wallaaHu akbaru’ dilanjutkan seperti itu, membaca alhamdulillaaHi dilanjutkan seperti itu, membaca laa ilaaHa illallaaHi dilanjutkan seperti itu, membaca laa haula walaa quwwata illaa billaaHi dilanjutkan seperti itu.” (HR Turmudzi)

Dari Abu Musa ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Maukah kamu aku tunjukkan salah satu dari beberapa perbendaharaan surga?” Saya menjawab: “Mau wahai Rasulallah.” Kemudian beliau bersabda: “Yaitu laa haula wa laa quwwata illaa billaaH (tiada daya dan kekuatan kecuali dari pertolongan Allah).”
selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: