Keutamaan Majelis Dzikir

18 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Firman Allah: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridlaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka.” (al-Kahfi: 28)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh, Allah Ta’ala mempunyai malaikat-malaikat yang berkeliling mencari ahli dzikir. Apabila mereka menemukan kaum yang berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, mereka saling memanggil: “Datanglah kermari kepada hajat kalian!” para malaikat itu lalu melingkupi para ahli dzikir dengan sayap-sayap mereka sampai ke langit dunia. Lalu Tuhan mereka bertanya –Dia lebih tahu-: “Apa yang diucapkan oleh para hamba-Ku?” Para malaikat menjawab: “Mereka bertasbih kepada-Mu, bertakbir kepada-Mu, memuji-Mu dan mengagungkan-Mu.” Allah bertanya: “Apakah mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.” Allah bertanya: “Bagaimanakah seandainya mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab: “Seandainya mereka melihat-Mu, tentu mereka lebih keras beribadah kepadamu, lebih bersungguh-sungguh mengagungkan-Mu dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.” Allah bertanya: “Lalu apakah yang mereka minta?” Para malikat menjawab: “Mereka minta surga kepada-Mu.” Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihat surga?” Para malaikat menjawab: “Tidak,demi Allah wahai Rabb, mereka tidak pernah melihatnya.” Allah bertanya: “Lantas bagaimana seandainya mereka melihatnya?” Malaikat menjawab: “Seandainya mereka pernah melihatnya, tentu lebih kuat keinginan mereka terhadap surga itu dan selalu memintanya, serta lebih besar dambaan mereka terhadapnya.” Allah bertanya: “Dari apakah mereka mohon perlindungan?” Malaikat menjawab: “Mereka mohon perlindungan dari neraka.” Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihatnya?” mereka menjawab: “Tidak, demi Allah mereka tidak pernah melihatnya.” Allah bertanya: “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?” Malaikat menjawab: “Seandainya mereka melihatnya, tentu bertambah kuat dan lari jauh terhadapnya.” Allah berfirman: “Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.” Ada malaikat yang menyela: “Di antara mereka terdapat si fulan yang tidak termasuk mereka. Dia datang hanya karena keperluan pribadi.” Allah berfirman: “Mereka sama-sama duduk, tidak akan celaka oleh teman duduk mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Di dalam riwayat Muslim dikatakan, dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Sungguh Allah mempunyai malaikat-malaikat yang mulia yang selalu berjalan mencari majelis dzikir, apabila mereka mendapatkan suatu majelis dzikir yang dipergunakan untuk berdzikir, maka mereka duduk di situ dan masing-masing malaikat membentangkan sayapnya, sehingga memenuhi ruangan yang berada antara ahli dzikir dan langit dunia. Apabila ahli dzikir itu telah kembali ke rumah masing-masing, maka para malaikat itu naik ke langit, dan kemudian ditanya oleh Allah Azza wa Jalla padahal Allah telah mengetahui: “Dari mana kalian datang?” Para malaikat menjawab: “Kami barusaja mendatangi hamba-Mu di bumi yang membaca tasbih, takbir, tahlil, tahmid dan memohon kepada-Mu.” Allah bertanya: “Apakah yang mereka minta?” Malaikat menjawab: “Mereka minta surga.” Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihat surgaku?” para malaikat menjawab: “Belum pernah.” Allah bertanya: “Bagaimana jika mereka pernah melihat surga-Ku?” Para malaikat menjawab: “Mereka juga mohon diselamatkan.” Allah bertanya: “ Mereka mohon diselamatkan dari apa?” para malaikat menjawab: “Dari neraka-Mu.” Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihat neraka?” Para malaikat menjawab: “Belum pernah.” Allah bertanya: “Bagaiman seandainya mereka pernah melihatnya?” Para malaikat menjawab: “Mereka juga memohon ampun kepada-Mu.” Allah berfrman: “Aku telah mengampuni mereka, maka Aku akan memenuhi permohonan mereka dan akan menjauhkan mereka dari apa yang mereka mohon untuk diselamatkan.” Para malaikat berkata:”Wahai Rabb, di dalam majelis itu ada si fulan, seorang hamba yang banyak berdosa, ia hanya lewat kemudian ikut duduk bersama mereka.” Allah berfirman: “Kepada fulan pun Aku mengampuninya. Mereka semua adalah termasuk ahli dzikir, dimana tidak ada seorang yang duduk di situ akan mendapatkan celaka.”

Dari Abu Hurairah ra. dari Abu Sa’id ra. keduanya berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sekelompok orang yang duduk berdzikir kepada Allah, pasti dikelilingi para malaikat, diliputi rahmat, dituruni ketenangan dan disebut-sebut Allah di kalangan makhluk yang berada di sisi-Nya. (HR Muslim)

Dari Abu Waqid al Harits bin Auf ra. bahwasannya Rasulullah saw. duduk bersama para shahabat di dalam masjid, tiba-tiba datang tiga orang yang mana dua orang di antara tiga orang itu menuju Rasulullah saw. dan yang seorang lagi pergi begitu saja. dua orang itu berhenti di hadapan Rasulullah saw. kemudian salah seorang di antar dua orang itu melihat ada tempat kosong di tengah-tengah majelis, lantas ia duduk di tempat kosong itu, dan yang lain di sekitar majelis. Adapun orang yang ketiga meninggalkan majelis itu.
Setelah Rasulullah saw. selesai memberi nasehat, beliau bersabda: “Maukah aku beritahu tentang ketiga orang itu?” Adapun salah seorang di antara mereka mendekat kepada Allah, maka Allah pun memberi tempat kepadanya, adapun orang yang kedua merasa malu, maka Allah pun menghargai malunya, dan yang lain berpaling, maka Allah pun berpaling dari padanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa’id al-Khudriy ra. ia berkata: Mu’awiyah ra. keluar dari kalangan orang di dalam masjid, lalu bertanya: “Apakah yang menyebabkan kalian duduk?” Orang-orang itu menjawab: “Kami duduk berdzikir kepada Allah.” Mu’awiyah bertanya: “Demi Allah, tidak ada yang menyebabkan kalian duduk, kecuali dzikir kepada Allah?” Mereka menyahut: “Tidak ada yang menyebabkan kami duduk kecuali untuk hal itu.” Mu’awiyah berkata: “Sungguh, aku tidak meminta kalian bersumpah karena menuduh kalian. Tidak seorangpun dengan kedudukan sepertiku di samping Rasulullah saw. yang lebih sedikit menerima hadits dari beliau ketimbang dariku. Sungguh, Rasulullah saw. pernah keluar daripada kalangan shahabat beliau, lalu bertanya: “Apakah yang membuat kalian duduk?” Para shahabat menjawab: “Kami duduk berdzikir dan memuji-Nya atas apa yang Dia telah karuniakan kepada kami untuk memeluk agama Islam.” Rasulullah bersabda: “Demi Allah, kalian duduk hanya karena itu?” para shahabat menjawab: “Demi Allah, kami duduk hanya karena itu.” Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh aku tidak meminta kalian bersumpah karena menuduh kalian, tetapi telah datang Jibril mengabarkan bahwa Allah membanggakan kalian kepada para malaikat.” (HR Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: