Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syuura (12)

18 Jun

Tafsir Ibnu Katsir Surah Asy-Syuura (Musyawarah)
Surah Makkiyyah; Surah ke 42: 53 ayat

Setelah Allah mencela tindak kedhaliman dan mensyariatkan qishash [hukum pembalasan], Dia pun menganjurkan kepada pemberi maaf dan ampun, dengan berfirman: wa laman shabara wa ghafara (“Tetapi orang-orang yang bersabar dan memberi maaf”) yakni bersabar atas perbuatan yang menyakitkan dan menutupi kesalahan [orang lain]. Inna dzaalika lamin ‘azmil umuur (“Sesungguhnya [perbuatan] yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.”) Sa’id bin Jubair berkata: “Yakni termasuk hal-hal yang haq, yang diperintahkan Alah Ta’ala. Artinya termasuk perkara-perkara yang tersanjung dan perbuatan-perbuatan yang terpuji, yang mendapatkan pahala besar dan pujian baik. Maka kembalilah kepada pintu maaf, karena itu merupakan pintu yang luas. Barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya menjadi tanggungan Allah. Dan orang yang suka memaafkan, dapat tidur di atas kasurnya pada malam hari; sedang orang yang suka membela diri akan selalu berusaha membalik-balikkan segala perkara.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata: “Ada seorang laki-laki mencaci-maki Abu Bakar ra. ketika Nabi saw. sedang duduk. Maka Nabi pun merasa heran dan tersenyum. Setelah orang itu berulang kali mencaci maki, Abu Bakar membalas sebagian ucapannya. Lalu Nabi marah dan berdiri, maka Abu Bakar menyusul beliau saw. dan berkata: “Ya Rasulallah, sungguh ia tadi mencaci makiku ketika engkau sedang duduk. Dan tatkala aku membalas sebagian ucapannya, engkaupun marah dan berdiri.” Nabi pun bersabda: “Sungguh, tadi ada seorang malaikat bersamamu yang melindungimu. Tetapi setelah engkau membalas sebagian ucapannya, datanglah syaitan. Karena itu, tidak patut aku duduk bersama syaitan.” Kemudian beliau bersabda: “Wahai Abu Bakar. Ada tiga perkara yang semuanya adalah haq. Yaitu tiada seorang hamba yang didhalimi dengan suatu kedhaliman lalu ia memaafkannya karena Allah, melainkan Allah pasti memuliakannya dan membelanya karena kedhaliman itu. Tiada seorang laki-laki membuka pintu pemberian karena ingin menyambung [hubungan kekeluargaan], melainkan Allah semakin menambah banyak hartanya karena pemberian itu. Dan tiada seorang laki-laki membuka pintu meminta-minta karena ingin memperoleh banyak [harta], melainkan Allah semakin mempersedikit hartanya.” (diriwayatkan pula oleh Abu Dawud) hadits ini mempunyai makna yang sangat indah, dan sesuai bagi Abu Bakar ash-Shiddiq.

tulisan arab alquran surat asy syuura ayat 44-46“44. dan siapa yang disesatkan Allah Maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” 45. dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam Keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. dan orang-orang yang beriman berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, Sesungguhnya orang- orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal. 46. dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. dan siapa yang disesatkan Allah Maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat petunjuk).” (asy-Syuura: 44-46)

Allah memberitakan tentang diri-Nya Yang Mulia, bahwa apa saja yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, tidak ada yang mampu menolak-Nya. Dan apa saja yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak terjadi dan tidak ada yang mampu untuk mengadakannya. Barangsiapa yang diberi-Nya hidayah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah. Sebagaimana Allah berfirman: wa may yudl-lilillaaHu fa maa laHuu miw waliyyim mim ba’diHi (“Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu.”) kemudian Allah mengabarkan tentang orang-orang dhalim, yaitu mereka menyekutukan Allah. Lammaa ra-awul ‘adzaaba (“Ketika mereka melihat adzab.”) yaitu pada hari kiamat, mereka mengharapkan kembali ke dunia. Yaquuluuna Hal ilaa maraddim min sabiil (“Mereka berkata: ‘Adakah kiranya jalan untuk kembali [ke dunia]?’”)

Firman Allah: wa taraaHum yu’ridluuna ‘alaiHaa (“Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan di atasnya.”) yaitu di atas neraka. khaasyi-‘iina minadzdzull (“Dalam keadaan tunduk karena [merasa] terhina.”) yakni, kehinaan yang menimpa mereka disebabkan kemaksiatan kepada Allah yang dahulu mereka lakukan.

Yandhuruuna min tharfin khafiyy (“mereka melihat dengan pandangan yang lesu.”) Mujahid berkata: “Yaitu hina.” Artinya, mereka memandang kepadanya dengan pandangan mencuri karena takut terhadapnya. Sedangkan apa yang mereka takutkan pasti terjadi dan bahkan sesuatu yang lebih besar dari apa yang tergambar di dalam jiwa mereka. Semoga Allah melindungi kita dari semua itu.”

Wa qaalalladziina aamanuu (“Dan orang-orang yang beriman berkata.”) yaitu mereka berkata pada hari kiamat. Innal khaasiriina (“sesungguhnya orang-orang yang merugi.”) yaitu dengan kerugian besar. Lilladziina khasiruu anfusaHum wa aHliHim yaumal qiyaamaH (“ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan [kehilangan] keluarga mereka pada hari kiamat.”) yakni mereka digiring ke dalam api neraka, lalu mereka kehilangan kesenangan diri mereka di negeri yang kekal selama-lamanya dan mereka merugikan diri sendiri. Serta mereka dipisahkan dari kekasih-kekasih, teman-teman, dan kerabat-kerabat mereka, sehingga mereka kehilangan semuanya.

Alaa innadh dhaalimiina fii ‘adzaabim muqiiim (“Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu berada dalam adhab yang kekal.”) yakni, abadi selama-lamanya, mereka tidak dapat keluar dan meloloskan diri darinya.
Firman Allah: wa maa kaana laHum min auliyaa-a yanshuruunaHum min duunillaaH (“dan mereka sekali-sekali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah.”) yakni yang dapat menyelamatkan mereka dari siksaan dan hukuman yang mereka alami. Wa may yudl-lilillaaHu fa maa laHuu min sabiil (“dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidaklah baginya sesuatu jalan pun [untuk mendapat petunjuk].”) yaitu, tidak ada baginya jalan selamat.

tulisan arab alquran surat asy syuura ayat 47-48“47. Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). 48. jika mereka berpaling Maka Kami tidak mengutus kamu sebagai Pengawas bagi mereka. kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami Dia bergembira ria karena rahmat itu. dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena Sesungguhnya manusia itu Amat ingkar (kepada nikmat).” (asy-Syuura: 47-48)

Setelah Allah menceritakan apa yang terjadi pada hari kiamat berupa huru-hara dan hal-hal besar yang mengerikan, Dia memperingatkan mereka tentang peristiwa tersebut dan memerintahkan mereka untuk mempersiapkan diri. Dia berfirman: istajiibuu lirabbikum ming qabli ayya’tia yaumul laa maraddalaHuu minallaaH (“Patuhilah seruah Rabbmu sebelum datang dari Allah hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya.”) yakni, jika Dia diperintahkan terjadinya, maka semuanya menjadi seperti kejapan mata, tidak ada yang mampu menolak dan mencegahnya.

Firman Allah: maa lakum mim malja-iy yauma-idziw wa maa lakum min nakiir (“kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak [pula] dapat mengingkari [dosa-dosamu].”) yaitu tidak ada benteng yang mampu melindungimu dan tidak ada tempat yang mampu menutupimu dan mengingkari semua itu, hingga kalian mampu menghilang dari pandangan Allah. Bahkan, Dia Mahameliputi kalian dengan ilmu, pandangan dankekuasaan-Nya, tidak ada lagi tempat kembali kecuali kepada-Nya.
(bersambung ke bagian 13)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: