Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syuura (3)

18 Jun

Tafsir Ibnu Katsir Surah Asy-Syuura (Musyawarah)
Surah Makkiyyah; Surah ke 42: 53 ayat

tulisan arab alquran surat asy syuura ayat 13-14“13. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). 14. dan mereka (ahli Kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. dan Sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.” (Asy-Syuura: 13-14)

Allah berfirman kepada umat ini: syara-‘a lakum minaddaini maa wash shaa biHii nuuhaw walladzii auhainaa ilaika (“Dia telah mensyariatkan bagimu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu.”) Allah menyebutkan Rasul pertama setelah Adam as. yaitu Nuh as. dan Rasul terakhir-Nya, yaitu Muhammad saw. Kemudian di antara mereka disebutkan para Rasul Ulul ‘Azmi, yaitu Ibrahim, Musa dan ‘Isa bin Maryam. Ayat ini merangkai sebutan lima Rasul dan agama yang dibawa oleh seluruh Rasul, yaitu ibadah kepada Allah Mahaesa Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana Allah berfirman: “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul-pun sebelummu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasannya tidak ada Ilah [yang berhak diibadahi] melainkan Aku, maka ibadahilah olehmu sekalian akan Aku.’” (al-Anbiyaa’: 25). Artinya, sisi persamaan di antara mereka adalah ibadah kepada Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya, sekalipun syariat dan manhaj mereka berbeda-beda, seperti firman Allah: “Untuk tiap-tiap ummat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (al-Maa-idah: 48). Untuk itu di dalam ayat ini Allah berfirman: an aqiimud diina walaa tatafarraquu fiiHi (“Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya.”) yakni Allah telah mewasiatkan kepada seluruh Nabi –semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada mereka- agar bersatu dan berjama’ah serta melarang mereka berpecah belah dan bercerai berai.

Firman Allah: kabura ‘alal musyrikiina maa tad’uuHum ilaiHi (“Amat berat bagi orang-orang musyrik, agama yang kamu seru kepada mereka.”) yaitu, terasa berat bagi mereka dan merekapun mengingkari tauhid yang engkau serukan kepada mereka, hai Muhammad.

Firman Allah: AllaaHu yajtabii ilaiHi may yasyaa-u wa yaHdii ilaiHi may yuniib (“Allah menarik kepda agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada [agama]Nya orang yang kembali [kepada-Nya]”). Dia lah Yang mentakdirkan hidayah kepada siapa saja yang berhak menerimanya serta mentakdirkan hidayah kepada siapa saja yang berhak menerimanya serta menetapkan kesesatan kepada orang yang lebih memilihnya daripada jalan petunjuk. Untuk itu Allah berfirman: wa maa tafarraquu illaa mim ba’di maa jaa-aHumul ‘ilmu (“Dan mereka [ahli Kitab] tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka.”) maksudnya, terpecahbelahnya mereka dari kebenaran hanya terjadi setelah sampainya kebenaran itu kepada mereka demikian kecuali karena kedhaliman, pembangkangan dan penyelisihan mereka.

Kemudian Allah berfirman: walau laa kalimatun sabaqat mir rabbika ilaa ajalim musammaa (“Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabb-mu dahulunya [untuk menangguhkan adzab] sampai kepada waktu yang telah ditentukan.”) Yakni, seandainya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah Ta’ala untuk menunda perhitungan hamba-hamba-Nya hingga hari kebangkitan, niscaya hukuman di dunia akan segera dipercepat.

Firman Allah: wa innalladziina uuritsul kitaaba mim ba’diHim (“Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka al-Kitab [Taurat dan Injil] sesudah mereka.”) yakni generasi terakhir setelah generasi pertama yang mendustakan kebenaran: lafii syakkim minHu muriib (“Benar-benar berada dalam keraguan yang mengguncangkan tentang kitab itu.”) yaitu mereka tidak meyakini urusan dan keimanan mereka, mereka hanyalah ikut-ikutan terhadap bapak-bapak dan nenek moyang mereka tanpa dalil dan bukti. Mereka berada dalam keadaan bingung, ragu-ragu dan kacau balau terhadap urusan mereka.

tulisan arab alquran surat asy syuura ayat 15“15. Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan Katakanlah: “Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya Berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan Kami dan Tuhan kamu. bagi Kami amal-amal Kami dan bagi kamu amal-amal kamu. tidak ada pertengkaran antara Kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita).” (asy-Syuura: 15)

Ayat yang mulia ini mencakup sepuluh kalimat yang berdiri sendiri. Setiap satu kalimat itu terpisah dari kalimat sebelumnya, dihukumi secara sendiri-sendiri. Mereka mengatakan: “Tidak ada ayat yang semisal ayat ini selain ayat kursi, karena mencakup sepuluh pasal seperti ayat ini.”

Firman Allah: fadzaalika fad’u (“Maka karena itu serulah.”) yakni serulah manusia kepada apa yang telah Kami wahyukan kepadamu berupa agama yang telah Kami wasiatkan kepada seluruh Rasul sebelummu, pemegang syariat-syariat besar yang diikuti, seperti Ulul ‘Azmi dan lain-lain.

Firman Allah: wastaqim kamaa umirtu (“Dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu.”) yakni teguhlah kamu dan orang yang mereka perselisihkan, dustakan dan buat-buat berupa penyembahan berhala-berhala.

Firman Allah: wa qul aamantu bimaa anzalallaaHu min kitaabi (“Dan katakanlah: ‘Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah.”) yaitu aku membenarkan kitab-kitab yang diturunkan dari langit kepada para Nabi. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka.
(bersambung ke bagian 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: