Arsip | 08.14

Pembagian Hadits (Khabar) Berdasarkan Aspek Orang Yang Disandarinya

21 Jun

‘Ulumul Hadits; ilmu hadits; DR. Mahmud Thahan

Dilihat dari sisi orang yang disandarinya, hadits [khabar] terbagi menjadi empat:
1. Hadits Qudsi
2. Hadits Marfu’
3. Hadits Mauquf
4. Hadits Maqthu’

Su’ul Al-Hifdhi

21 Jun

‘Ulumul Hadits; Ilmu Hadits; DR.Mahmud Thahan

1. Definisi: Orang yang aspek kebenarannya tidak dapat dikuatkan atas aspek kekeliruannya

2. Jenisnya:
a. Buruknya hafalan sudah ada sejak awal kehidupannya, dan keadaan ini berlangsung sepanjang hidupnya. Menurut sebagian ahli hadits, yang seperti ini dinamakan syadz
b. Kadangkala buruknya hafalan ini muncul secara mendadak, baik karena semakin tua usianya, atau penglihatannya berkurang, atau kitabnya terbakar. Yang semacam ini disebut dengan mukhtalath.

3. Hukum meriwayatkannya:
a. Apabila termasuk yang pertama, yaitu buruk hafalannya sudah ada sejak awal kehidupannya, maka riwayatnya mardud [tertolak]
b. Apabila termasuk yang kedua, yaitu mukhtalath, maka hukum atas riwayatnya itu dapat dirinci sebagai berikut:
i. Jika riwayatnya itu terjadi sebelum ikhtilath, dalam hal ini bisa dibedakan, maka riwayatnya maqbul [diterima]
ii. Namun jiwa riwayatnya terjadi setelah ikhtilath, maka haditsnya mardud
iii. Jika tidak bisa dibedakan apakah riwayatnya terjadi sebelum atau sesudah ikhtilath, maka haditsnya dibekukan [tawaqquf], hingga jelas bisa dibedakan.

Beberapa Hal yang Berhubungan Dengan Doa

21 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Dari Usamah bin Zaid ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa diperlakukan dengan baik kemudian ia berkata kepada orang yang berbuat baik itu: ‘Semoga Allah membalas kebaikan kepadamu.” Maka ia telah cukup memujinya.” (HR Turmudzi)

Dari Jabir ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mendoakan diri kalian, jangan pula mendoakan anak-anak kalian dan jangan mendoakan harta benda kalian [mendoakan jelek], agar jangan sampai kalian bertepatan saat dimana dari Allah menerima doa, sehingga Dia mengabulkan permintaan [jelek] kalian itu.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa [sewaktu bersujud].” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Akan dikabulkan [permintaan] setiap orang dari kalian, asalkan ia tidak tergesa-gesa dengan mengucap [pada lisan atau hati]: aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi tidak juga dikabulkan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim dikatakan: “Terus-menerus dikabulkan permintaan hamba, selagi ia tidak berdoa dengan kedosaan atau memutus tali persaudaraan, lagi pula tidak terburu-buru.” Ada yang bertanya: “Wahai Rasulallah, bagaimanakah yang dimaksud dengan terburu-buru itu?” Beliau bersabda: “Hamba itu mengucap: Saya telah berdoa dan telah berdoa, tetapi saya tidak melihat dikabulkannya doa saya, lalu ketika itu ia memutuskan dan meninggalkan doa.”

Dari Abi Umamah ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah ditanya: “Pada waktu apakah doa itu sangat didengar?” Beliau menjawab: “Yaitu pada waktu tengah malam yang terakhir, dan seudah shalat fardlu.” (HR Turmudzi)

Dari Ubadah bin ash-Shamit ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim pun di permukaan bumi yang berdoa kepada Allah Ta’ala dengan suatu doa, melainkan Allah akan mengabulkannya dengan menghindarkan mara bahaya daripadanya selama ia tidak berdoa untuk sesuatu perbuatan dosa, atau memutuskan tali persaudaraan.” Kemudian ada seorang dari shahabat berkata: “Kalau begitu, banyak-banyaklah kita berdoa,” Beliau bersabda: “Allah lebih banyak anugerahnya.” (HR Turmdudzi)
Hadits ini diriwayatkan juga oleh al-Hakim dari Abu Sa’id, dimana dalam riwayat ini terdapat tambahan: “Atau Allah menyimpan pahala permohonannya itu kepada orang yang berdoa.”

Dari Ibnu Abbas ra. bahwasannya Rasulallah saw. apabila menghadapi suatu kesulitan, beliau berdoa: Laa ilaaHa illallaaHul ‘adhiimul haliim, laa ilaaHa illallaaHu rabbul ‘arsyil ‘adhiimi, laa ilaaHa illallaaHu rabbus samaawaati wa rabbul ardli rabbul ‘arsyil kariimi (Tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaagung lagi Mahapenyantun, tiada Tuhan selain Allah Tuhannya ‘arsy yang agung, tiada Tuhan selain Allah Tuhannya langit dan Tuhannya bumi serta Tuhannya ‘arsy yang mulia.” (HR Bukhari dan Muslim)

Doa Hendak Tidur

21 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Firman Allah: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, [yaitu] orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (Ali Imraan: 190-191)

Dari Hudzaifah dan Abu Dzarr. Bahwasannya Rasulullah saw. apabila menuju ke tempat tidurnya, beliau mengucapkan: BismikallaaHumma ahyaa wa amuut (dengan menyebut nama Allah, ya Allah, hamba hidup dan hamba mati.)” (HR Bukhari)

Dari Ali ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda kepadanya dan kepada Fatimah ra.: “Apabila kalian berdua menuju ke tempat tidur kalian –atau telah mempersiapkan pembaringan, maka bertakbirlah tiga puluh tiga kali, membaca tasbih tiga puluh tiga kali, dan membaca hamdalah tiga puluh tiga kali. Dan dalam riwayat lain dikatakan: “Tasbihlah tiga puluh empat kali,” dan dalam riwayat lain dikatakan: “Takbir tiga puluh empat kali.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi tempat tidurnya [untuk tidur] maka hendaknya dalam kain sarungnya. Sebab ia tidak tahu apa yang terdapat di balik tilamnya itu. Kemudian ia membaca: bismika rabbii wa-dla’tu janbii wa bika arfa-‘uHuu, in amsakta nafsii farhamnaa, wa in arsaltaHaa fahfadzHaa biHaa tahfadh-Haa bimaa tahfadhu biHii ‘ibaadakash shaalihiin (dengan menyebut nama-Mu, wahai Tuhanku, aku letakkan pinggangku, dengan menyebut nama-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku, maka rahmatilah jiwaku itu. Dan jika Engkau melepaskannya dengan pemeliharaan seperti Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya Rasulullah saw. apabila mendatangi tempat tidurnya, maka beliau meniup kedua tangannya kemudian membaca Qul a-‘uudzu birabbil falaq dan qul a’uudzu birabbin naas serta mengusap kedua tangannya ke seluruh badannya.” (HR Bukhari Muslim)
Di dalam riwayat lain dikatakan: “Apabila Nabi saw. mendatangi tempat tidurnya pada setiap malam, maka beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniupnya lantas membaca: Qul HuwallaaHu ahad, Qul a-‘uudzubirabbil falaq dan Qul a-‘uudzu birabbin naas. Kemudian beliau mengusapkan kedua tangannya ke seluruh badannya, dimulai dari kepala, muka dan badan bagian depan, dengan diulangi tiga kali.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Barra’ bin Azib ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepada saya: “Apabila kamu mendatangi pembaringanmu, maka berwudlulah seperti wudlu untuk shalat, kemudian berbaringlah pada lambung kananmu dan ucapkanlah: allaaHumma aslamtu nafsii ilaika, wa fawwadl-tu amrii ilaika, walja’tu ilaika, ra’batan wa raHbatan ilaika, laa malja-a walaa man-jaa minka illaa ilaika, amantu bikitaabikalladzii anzalta, wa binabiyyikalladzii arsalta (Ya Allah, saya serahkan diriku kepada-Mu, saya hadapkan wajahku kepada-Mu, saya pasrahkan urusanku kepada-Mu, saya lindungkan punggungku kepada-Mu, dengan senang hati dan takut kepada-Mu. Tak ada tempat berlindung dan tidak ada pula tempat keselamatan dari siksa-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Saya beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus). Maka seandainya engkau mati malam itu, kamu berada dalam keadaan fitrah [tanpa dosa]. Jadikanlah kalimat-kalimat tersebut sebagai akhir apa yang kamu ucapkan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Anas ra. bahwasannya apabila Nabi saw. hendak tidur, beliau membaca: alhamdulillaaHil ladzii ath-amanaa wa saqaanaa wa kafaanaa wa awaanaa, fakam mimman laa kaafiya laHuu wa laa mu’wiya (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kecukupan dan memberi kami tempat tinggal. Berapa banyak orang yang tidak berkecukupan dan tidak bertempat tinggal).” (HR Muslim)

Dari Hudzaifah ra. bahwasannya apabila Rasulullah saw. hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya kemudian berdoa: AllaaHumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Allah, selamatkan hamba-hamba-Mu)” (HR Turmudzi)
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Dawud dari Hafshah ra. dan disitu disebutkan bahwa Rasulullah saw. membaca doa tersebut sebanyak tiga kali.

Keutamaan Mendoakan Orang Lain

21 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Firman Allah: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah ampun kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami.” (al-Hasyr: 10)

Firman Allah: “Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi [dosa] orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan.” (Muhammad: 19)

Firman Allah: “Dengan mensitir doa Nabi Ibrahim: Yaa Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab [hari kiamat].” (Ibrahim: 41)

Dari Abu Darda’ ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: “Dan untukmu pula seperti itu.” (HR Muslim)

Dari Abu Darda’ ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Doa seorang muslim kepada saudaranya dengan tidak diketahui saudaranya itu mustajab [dikabulkan], pada seorang muslim itu ada malaikat yang diberi tugas supaya tiap ia mendoakan baik kepada saudaranya, maka malaikat yang diberi tugas itu mengucapkan: “Semoga Allah berkenan mengabulkan, dan buat kamu juga seperti itu.” (HR Muslim)

Dzikir Pada Waktu Pagi dan Sore

21 Jun

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an- hadits

Firman Allah: “Dan sebutlah (Nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (al-A’raaf: 205)

Firman Allah: “dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (ThaaHaa: 130)

Firman Allah: “dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu pada waktu petang dan pagi.” (al-Mu’min: 55)

Firman Allah: “Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak [pula] oleh jual beli dari mengingat Allah.” (an-Nuur: 36-37)

Firman Allah: “Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia [Daud] di waktu petang dan pagi.” (Shaad: 18)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa pada waktu pagi dan sore membaca: subhaanallaaHi wabihamdiHi seratus kali, maka kelak pada hari kiamat tidak ada seorang pun yang lebih utama daripadanya kecuali orang yang membaca seperti yang dibacanya itu, atau orang yang membacanya lebih dari seratus kali.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Ada seseorang yang datang kepada Nabi saw. dan berkata: “Wahai Rasulallah, tadi malam saya disengat kalajengking.” Kemudian beliau bersabda: “Kalau sekiranya pada waktu sore kamu membaca: a-‘uudzu bikalimaatillaaHit taammaati min syarri maa khalaqa (Saya berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya) niscaya kamu tidak akan diganggu oleh makhluk-Nya yang jahat.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. di waktu pagi membaca: “AllaaHumma bika ashbahnaa, wa bika amsainaa, wa bika nahyan, wa bika namuutu, wa ilaikan nusyuur (ya Allah, atas Engkau saya berada pada waktu pagi, atas Engkau saya berada di waktu sore, atas Engkau saya hidup, atas Engkau saya mati, dan hanya kepada-Mu saya kembali).
Dan apabila waktu sore beliau membaca: AllaaHumma bika amsainaa, wa bika nahyaa, wa bika namuutu, wa ilaikan nusyuur (Ya Allah, Atas Engkau saya berada di waktu sore, atas Engkau saya hidup, atas Engkau saya mati, dan hanya kepada Engkau saya kembali).” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Dari Abu Hurairah ra. dari Abu Bakar ash-Shiddiq ra. ia berkata: “Wahai Rasulallah, ajarkanlah kepada saya beberapa kalimat yang harus saya baca pada waktu pagi dan sore.” Beliau bersabda: “Bacalah: AllaaHumma faathiras samaawaati wal ardli, ‘aalimul ghaibi wasysyaHaadaH, rabba kulli syai-in wa maliikaHu, asyHadu-allaa ilaaHa illaa anta, a-‘uudzubika min syarri nafsii wa syarrisy syaithaani wa syirkiHi (Ya Allah Dzat yang menciptakan langit dan bumi, Dzat yang mengetahui yang ghaib dan yang terang. Tuhan pemilik segala sesuatu, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya berlindung dari diri kepada-Mu dari kejahatan diriku dan kejahatan setan dan sekutunya). Beliau bersabda: “Bacalah kalimat-kalimat tersebut apabila kamu berada di waktu pagi, sore dan apabila kamu akan tidur.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Dari Abdullah bin Khubaib ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepada saya: “Bacalah: Qul HuwallaaHu ahad serta Qul a-‘uudzu birabbil falaq dan Qul a-‘uudzu birabbin naas tiga kali apabila kamu memasuki waktu sore dan memasuki waktu pagi, niscaya kamu akan terjaga dari segala kejahatan.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Dari Utsman bin Affan ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang apabila memasuki waktu pagi dan sore lalu membaca: BismillaaHil ladzii laa ya-dlurru ma-‘as miHii syai-un fil ardli wa laa fis samaa-i wa Huwas samii-‘ul ‘aliim (dengan nama Allah Dzat yang tidak akan berbahaya dengan asma-Nya segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit, Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan ditimpa oleh suatu kejahatan.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)