Haram Berdusta

11 Jul

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Firman Allah: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (al-Israa’: 36)

Firman Allah: “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 18)

Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya berkata benar itu membawa kepada kebajikan (amal shalih yang bersih dari dosa) dan kebajikan bisa menyampaikannya ke surga. Sungguh, orang yang benar itu dapat dicatat di sisi Allah sebagai shiddiq (pembenar). Dan dusta itu mengarah kepada tindak kejahatan, dan tindak kejahatan bisa membawa ke neraka. sesungguhnya orang yang berdusta, pada akhirnya akan dicatat di sisi Allah sebagai pembohong.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Ada empat sifat yang barangsiapa jatuh ke dalamnya berarti ia orang munafik sejati. Dan barangsiapa terjerumus satu dari empat sifat itu, berarti di dalam dirinya terdapat salah satu sifat kemunafikan, sampai ia mau meninggalkan sifat tersebut. Empat sifat itu: apabila ia dipercaya ia khianat, apabila bicara ia dusta, apabila berjanji ia ingkar dan apabila bermusuhan ia berbuat keji.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barangsiapa mengaku bermimpi dengan suatu impian padahal yang sebenarnya ia tidak memimpikannya, maka ia nanti akan dituntut untuk menyambung dua biji gandum, padahal tidak mungkin ia dapat melaksanakannya. Barangsiapa mendengarkan sekelompok orang dimana sebenarnya yang bersangkutan tidak senang apabila pembicaraannya itu didengar, maka nanti pada hari kiamat akan dituangkan ke dalam telinganya cor-coran timah. Dan barangsiapa menggambar suatu benda hidup, maka nanti ia akan disiksa dan dituntut untuk meniupkan roh ke dalam gambar itu padahal ia tidak akan mampu meniupkannya.” (HR Bukhari)

Dari Ibnu Umar, ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Sejahat-jahat dusta, apabila seseorang mengaku kedua matanya melihat apa yang tidak dilihatnya.” (HR Bukhari)

Dari Samurah bin Jundub ra. ia berkata: Rasulullah saw. sering bertanya kepada para shahabatnya: “Adakah salah seorang di antara kalian yang bermimpi?” Maka para shahabatpun menceritakan kepada beliau apa yang diimpikannya.
Pada suatu pagi beliau bersabda kepada kami: “Tadi malam ada dua orang yang mendatangiku dan berkata: ‘Mari kita pergi.’ Dan akupun pergi bersama dua orang itu. Di dalam perjalanan itu kami mendapati seseorang yang berbaring di dekatnya ada seseorang lagi yang bediri dengan memegang batu yang cukup besar, lantas ia memukul-mukulkan batu itu ke kepala orang yang berbaring, sehingga remuklah kepala dan batu itu menggelinding kesana kemari. Setelah kepala yang remuk itu pulih kembali maka orang yang berdiri itu mengambil batu tersebut dan berbuat seperti apa yang diperbuatnya sebelumnya.
Aku bertanya kepada dua orang itu: ‘Mahasuci Allah, apakah ini?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’ Maka kamipun melanjutkan perjalanan. Kemudian saya mendapatkan seseorang yang berbaring terlentang, sedang di dekatnya ada orang lain yang berdiri dengan memegang semacam gergaji dari besi, kemudian ia membelah salah satu sisi mukanya yaitu dari mulut sampai ke tengkuknya, dari hidung sampi ke tengkuknya, dan dari mulai mata sampai ke tengkuknya, kemudian pada sisi muka yang lain dengan perlakuan yang sama dengan sisi muka yang pertama. apabila telah selesai, maka muka itu utuh kembali dan apabila sudah utuh maka diperlakukan lagi seperti sebelumnya. Aku (Nabi saw.) bertanya: ‘Mahasuci Allah, siapakah orang-orang itu?’ Tetapi kedua orang itu berkata: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’
Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan semacam tungku yang sangat besar dan aku mendengar bahwa di situ ada ribut-ribut dan suara-suara yang mengerikan, kemudian aku melihatnya. Dan di situ ada orang-orang laki-laki dan perempuan yang telanjang serta dinyalakan api dari bawah, apabila api itu didekatkan kepada mereka maka menjeritlah mereka itu. Aku bertanya: ‘Siapakah mereka itu?’ tetapi kedua orang itu berkata: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’
Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan sungai yang berwarna merah seperti darah, dan di dalam sungai itu ada orang yang sedang berenang, dan di tepi sungai ada orang yang mengumpulkan batu. Apabila orang yang berenang itu sudah sampai ke tepi, maka orang yang mengumpulkan batu itu mendekatinya kemudian ia membuka mulutnya lantas dimasukkanlah batu itu ke dalam mulutnya. Setelah itu ia kembali berenang dan kembali lagi ke tepi. Setiap kali ia kembali ke tepi ia membuka mulutnya lantas dimasukkanlah batu ke dalam mulutnya. Aku bertanya kepada dua orang itu: ‘Siapakah orang-orang itu?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’
Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan seseorang yang sangat kejam dan di dekatnya ada api yang menyala dan ia selalu mengelilinginya. Aku bertanya kepada kedua orang itu: ‘Siapakah ini?’ Tetapi kedua oran itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’
Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan sebuah taman yang luas, disitu penuh dengan berbagai macam bunga, dan ada orang yang tinggi yang hampir saja aku tidak bisa melihat kepalanya karena sangat tingginya. Dan di sekitar itu banyak anak yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku bertanya kepada kedua orang itu: ‘Siapakah orang ini dan siapakah anak-anak itu?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’
Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan sebuah pohon yang sangat besar dan sangat indah yang belum pernah aku melihat pohon yanng besar dan melebihi pohon itu. Kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita naik.’ Maka kamipun menaiki pohon itu, kemudian kami mendapatkan sebuah istana yang terbuat dari batu emas dan permata, kami mendekati dan mengetuk pintu gerbang istana itu, lantas dibukakan pintu dan kamipun masuk ke dalamnya. Disitu kami disambut oleh orang-orang yang sangat tampan, tetapi ada juga orang-orang yang sangat jelek. Kedua orang itu berkata kepada orang-orang yang jelek: ‘Pergi dan mandilah di sungai itu!’
Disitu memang terdapat sungai yang melintang dimana airnya sangat jernih. Maka merekapun pergi dan mandi di sungai itu. Setelah selesai mandi, mereka datang kepada kami dan mereka sudah tidak jelek lagi, bahkan mereka sudah sangat tampan. Kedua orang yang membawa aku berkata: ‘Ini adalah surga ‘Adn, dan inilah tempat tinggalmu nanti.’
Kemudian aku melihat ke atas, dan kulihat sebuah mahligai seperti awan putih. Kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Inilah tempat tinggalmu.’ Aku berkata kepada kedua orang itu: ‘Semoga Allah senantiasa memberkahi kalian berdua, tinggalkanlah aku karena aku akan masuk ke dalam mahligai itu.’ Kedua orang itu berkata: ‘Kalau sekarang belum saatnya kamu memasukinya.’
Aku berkata kepada kedua orang itu: ‘Sejak tadi aku melihat beberapa keajaiban, maka apakah arti sebenarnya keajaiban-keajaiban itu?’
Kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Kini akan kuterangkan kepadamu. Adapun orang yang pertama, seseorang yang kepalanya dipukuli dengan batu, itu adalah orang yang mempelajari dan mengerti al-Qur’an kemudian ia tidak mengamalkan isinya, dan orang yang suka meninggalkan shalat fardlu.
Adapun orang yang dibelah dari mulut sampai ke tengkuknya, itu adalah orang yang suka membuat berita bohong sehingga berita itu tersiar sampai kemana-mana.
Adapun orang laki-laki dan perempuan yang telanjang di dalam tungku, mereka adalah orang-orang yang berbuat zina baik laki-laki maupun perempuan. Adapun orang yang berenang di dalam sungai kemudian dimasukkan batu ke dalam mulutnya, ia adalah orang yang makan riba. Adapun orang yang sangat tinggi berada di taman, ia adalah Nabi Ibrahim, adapun anak-anak yang berada di sekitarnya, mereka adalah anak-anak yang mati dalam keadaan bersih (anak-anak yang mati ketika masih kecil).”
Di dalam riwayat al-Barqaniy dikatakan: “Anak yang dilahirkan dalam keadaan bersih.”
Adapun orang yang sebagian sangat tampan dan sebagian jelek, mereka adalah orang-orang yang mencampur adukkan amal shalih dan perbuatan jahat kemudian Allah mengampuni dosa-dosa mereka.” (HR Bukhari)

Dalam riwayat Bukhari yang lain dikatakan bahwa Nabi saw. bersabda: “Tadi malam aku bermimpi ada dua orang yang mengajak aku ke tanah suci. Kemudian aku berjalan dan mendapatkan sebuah bejana seperti tungku yang di sebelah atas nampak sempit dan di sebelah bawah nampak luas, dimana di bawahnya dinyalakan api. Apabila api itu nyala maka bejana beserta isinya itu naik, dan apabila api itu padam maka bejana beserta isinya itu turun kembali. bejana itu berisi orang laki-laki dan perempuan yang telanjang.
Kemudian kami mendapatkan sebuah sungai dari darah, disitu ada yang beada di tengah-tengah sungai, dan yang berada di tengah-tengah sungai itu selalu berusaha untuk keluar, tetapi apabila ia sudah sampai di tepi dan akan keluar, maka orang yang ada di tepi itu melempar batu ke mulutnya sehingga ia kembali lagi ke tengah. Setiap kali orang yang berada di tengah sungai itu berusaha untuk keluar maka dilemparkanlah batu ke mulutnya sehingga ia kembali lagi ke tengah.
Kemudian kedua orang itu membawa aku naik ke sebuah pohon dan memasukkan aku ke sebuah rumah yang belum pernah aku lihat ada rumah yang lebih baik daripadanya, disitu ada orang-orang yang sudah tua dan masih muda. Kemudian aku melihat ada orang yang merobek-robek mulutnya, yaitu orang yang suka berdusta dimana ia membuat berita bohong kemudian disebarluaskan ke seluruh penjuru, maka ia akan selalu disiksa sampai hari kiamat. Kemudian kami melihat ada orang yang dipecahkan kepalanya, maka ia adalah orang yang dikaruniai oleh Allah kepandaian memahami al-Qur’an tetapi ia tidak mau mengamalkannya. Oleh karena itu ia akan disiksa sampai hari kiamat.
Adapun rumah pertama yang kami masuki maka itu adalah rumah kaum Mukminin pada umumnya, sedangkan rumah ini adalah rumah orang-orang yang mati syahid. Aku adalah Jibril dan ini adalah Mikail. Angkatlah kepalamu.’
Maka akupun mengangkat kepalaku, dan tiba-tiba di atasku ada semacam awan. Keduanya berkata: ‘Itulah tempatmu.’ Aku berkata: ‘Tinggalkanlah aku karena aku akan memasuki rumahku.’ Keduanya berkata: ‘Sesungguhnya masih ada sisa umur yang belum engkau sempurnakan, apabila engkau sudah menyempurnakannya maka pasti engkau akan datang ke tempatmu itu.’” (HR Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: