Akhlak Bidadari

16 Jul

Surga Kenikmatan Yang Kekal; Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Di antara kebesaran Allah adalah Dia telah menciptakan bidadari dengan akhlak terpuji. Mereka tidak pernah tahu tentang kehinaan, kerusakan, atau kecurangan. Allah telah mengikat mereka dengan akhlak yang agung. Tidak didapati makhluk yang lebih cantik dari istri-istri ahli surga.

Firman Allah: “Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya.” (ash-Shaaffaat: 48)
Maksud ayat di atas bahwa sesungguhnya para bidadari itu tidak liar pandangannya terhadap suami-suami mereka, di tempat mereka yang kekal di surga. Oleh karena itu mereka tidak disebut ‘aina’ atau jelita matanya, kecuali kalau pandangannya tidak liar terhadap suami-suami mereka, dan lembut dengan sifat malu dan beretika.

Pengertian semacam ini adalah petunjuk bagi Allah bahwa perempuan dunia tidak sempurna, baik dari segi ciptaan maupun kecantikannya, sebagaimana tidak sempurna kelembutannya, kecuali ketika mampu menjaga dirinya dan hanya menjadi milik suaminya (tidak selingkuh atau mata keranjang). Ia juga tidak pamer atau berdandan, kecuali untuk suaminya dan pandangannya tidak liar.

Pada saat yang bersamaan, Allah menciptakan laki-laki dan menyempurnakan dengan sifat pencemburu. Oleh karena itu, laki-laki tidak akan rela jika istrinya memandang laki-laki lain meskipun ada berbagai alasan atau latar belakang dan meskipun orang yang dilihatnya itu posisinya rendah dan parasnya jelek. Allah juga menciptakan cemburu pada perempuan. Oleh karena itu perempuan tidak akan rela jika suaminya memandang wanita lain, meskipun perempuan tersebut tua, jelek dan hina.

Allah menjelaskan kelembutan dan akhlak mulia dari para bidadari agar hati laki-laki merasa tenang bahwa Allah menciptakan bidadari dengan sifat-sifat yang disenangi hati dan bahwa mereka tidak liar pandangannya di istana dan tenda mereka. Allah telah memuliakan mereka di surga. Mereka pun tidak melihat kebaikan, ketampanan, dan kesenangan kecuali kepada suami-suami mereka yang mukmin. Allah telah menciptakan mereka dengan sifat-sifat yang sangat terpuji, lebih terpuji daripada seluruh sifat yang ada. Akhlak yang terpuji memang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena pentingnya akhlak yang terpuji bagi kehidupan manusia inilah, Allah menurunkan Al-Qur’an.

Firman Allah: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (al-Qalam: 4)
Ini adalah ayat mengenai Nabi Muhammad saw. Itulah akhlak yang sempurna dari Nabi Muhammad saw. Beliau dibahasakan dengan husnul khuluq atau akhlak yang terpuji dengan posisinya yang tinggi di surga.

Diceritakan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Paling dekatnya tempat kalian denganku pada hari kiamat nanti adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Turmudzi dalam kitab Sunan)

Oleh karena itu, Allah menciptakan bidadari dengan akhlak yang terpuji agar seimbang dengan akhlak orang-orang mukmin di surga dan hubungan antara bidadari dengan orang-orang mukmin terjalin hubungan yang erat berlandaskan cinta. Fisiknya adalah kejujuran dan lidahnya adalah pujian serta syukur kepada Allah swt.

Dalam menjelaskan sifat-sifat bidadari, Allah swt. berfirman: “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.” (ar-Rahmaan: 70)

“Dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.” (Shaad: 52)

Dua ayat di atas menjelaskan sifat-sifat bidadari yang telah diciptakan Allah dalam kebaikan yang menyeluruh. Sedangkan, mereka tidak akan bisa ditemukan kecuali di surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: