Tafsir Ibu Katsir Surah Fushshilat (1)

15 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Fushshilat (Yang Dijelaskan)
Surah Makkiyyah; Surah ke 41: 54 ayat

tulisan arab alquran surat fushilat ayat 1-5bismillaaHir rahmaanir rahiim
“1. Haa Miim[1]. 2. diturunkan dari Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 3. kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, Yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,
4. yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. 5. mereka berkata: “Hati Kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru Kami kepadanya dan telinga Kami ada sumbatan dan antara Kami dan kamu ada dinding, Maka Bekerjalah kamu; Sesungguhnya Kami bekerja (pula).”  (Fushshilat: 1-5)

[1] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

Allah berfirman: haamiim. Tanziilum minar rahmaanir rahiim (“haamiim, diturunkan dari [Rabb] Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang.”) yaitu al-Qur’an diturunkan dari Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang. Firman Allah: kitaabun fushshilat aayaatuHu (“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya”) yaitu dijelaskan makna-maknanya dan dikokohkan hukum-hukumnya. Qur-aanan ‘arabiyyan (“Yakni bacaan dalam bahasa Arab”) dengan berbahasa Arab yang jelas dan tegas. Makna-maknanya terinci dan lafadz-lafadznya jelas tanpa kesulitan, serperti firman Allah Ta’ala: “Suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi [Allah] Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu.” (Huud: 1). Artinya kitab ini mengandung mukjizat dari segi lafazh dan maknanya.

Firman Allah: liqaumiy ya’lamuun (“Untuk kaum yang mengetahui.”) yaitu yang hanya mengetahui penjelasan dan penegasan ini adalah para ulama yang rasikh (mendalam) ilmunya. Basyiiraw wa nadziiran (“Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan.”) yaitu, terkadang menggembirakan orang-orang beriman dan terkadang memperingatkan orang-orang kafir.

Fa a’ra-dla aktsaruHum faHum laa yasma-‘uun (“Tetapi kebanyakan mereka berpaling [daripadanya]; maka mereka tidak [mau] mendengarkan.”) akan tetapi kebanyakan kaum Quraisy tidak memahaminya sedikitpun, padahal al-Qur’an ini terang dan jelas. Wa qaaluu quluubunaa fii akinnatin (“Mereka berkata: ‘Hati kami berada dalam akinnah.”) yaitu tutupan yang menutupi. Mimmaa tad’uunaa ilaiHi wa fii aadzaaninaa waqrun (“Apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada Waqr.”) yaitu sumbatan yang menghalangi dari apa yang engkau bawa kepada kami. Wa mim baininaa wa bainika hijaab (“dan di antara kami dan kamu ada dinding.”) sehingga sesuatu yang engkau katakan tidak menjangkau kami. Fa’mal innanaa ‘aamiluun (“Maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja [pula].”) yaitu bekerjalah kamu menurut caramu, sedangkan kami menurut cara kami, kami tidak mengikutimu.

Imam Muhammad bin Ishaq bin Yasar dalam kitab Siirah menyebutkan bahwa Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi berkata, telah diceritakan bahwa pada suatu hari, ‘Utbah bin Rabi’ah yang merupakan seorang pembesar saat duduk di tempat perkumpulan kaum Quraisy berkata, padahal saat itu Rasulullah sedang duduk sendiri di dalam masjid: “Hai kaum Quraisy, bolehkah aku menemui Muhammad untuk membicarakan dan memperbincangkan beberapa hal, mudah-mudahan ia dapat menerima sebagiannya, lalu kita dapat memberikan apa saja yang dia inginkan dan dia pun menghentikan aksinya terhadap kita.”
Saat itu Hamzah telah masuk Islam dan mereka pun melihat bahwa para shahabat Rasulullah saw. semakin bertambah banyak. Merekapun berkata: “Tentu wahai Abul walid. Temui dan berbicaralah kepadanya.” Lalu ‘Utbah pun berdiri menemui Rasulullah saw. hingga duduk di hadapannya dan berkata: “Hai anak saudaraku, sesungguhnya engkau berasal dari golongan kami, dimana aku tahu keluarga dan kedudukan keturunanmu. Sesungguhnya engkau telah membawa suatu perkara besar kepada kaummu, yang dengannya engkau memecah-belah kesatuan mereka, engkau bodoh-bodohkan akal fikiran mereka, engkau cela sesembahan mereka dan agama mereka serta engkau kafirkan nenek moyang mereka yang telah pergi. Dengarlah aku. Aku hendak mengajukan kepadamu beberapa hal yang perlu engkau tinjau kembali. mudah-mudahan engkau menerima sebagiannya.” Lalu Rasulullah saw. mejawab: “Katakanlah hai Abu Walid, aku mendengarkan.” Utbah melanjutkan perkataannya: “Hai anak saudaraku, jika dengan hal yang engkau bawa ini engkau menginginkan harta, kami akan menghimpun harta-harta kami hingga engkau menjadi orang yang paling banyak hartanya. Jika engkau menginginkan kemuliaan, kami ingin mengangkatmu sebagai pemimpin kami, hingga kami tidak memutuskan perkara tanpamu. Jika engkau menginginkan kekuasaan, maka kami akan mengangkatmu sebagai raja kami. Jika yang engkau alami ini adalah penyakit yang tidak mampu engkau tolak dari dirimu, maka kami akan mencarikan untukmu beberapa orang dokter (tabib) dan kami sumbangkan harta-harta kami, hingga engkau sembuh darinya.” Hingga ketika Utbah selesai dan didengarkan oleh Rasulullah saw., beliaupun bertanya: “Apakah engkau telah selesai wahai Abul Walid?” Dia menjawab: “Ya.” Nabi berkata: “Dengarlah dariku.” Dia menjawab: “Lakukanlah.”

Beliau menjawab: “Haamiim. Diturunkan dari (Rabb) Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan.”

Kemudian beliau meneruskan bacaannya. Ketika Utbah mendengarkannya, dia diam dan meletakkan kedua tangannya ke belakang punggungnya sambil bersandar mendengarkannya, hingga Rasulullah sampai pada ayat sajdah, beliau pun sujud. Kemudian beliau bersabda: “Engkau telah mendengar apa yang engkau dengar tadi, hai Abu Walid.”

Utbah lalu berdiri menemui para sahabatnya, maka sebagian mereka saling berkata kepada sebagian lainnya: “Kami bersumpah demi Allah, Abul Walid datang dengan wajah yang berbeda dari (tadi) saat dia pergi.” Ketika dia duduk, mereka berkata: “Apa yang terjadi padamu hai Abul Walid?” Dia menjawab: “Aku telah mendengar suatu perkataan yang demi Allah belum pernah aku mendengar perkataan seperti itu sedikitpun. Demi Allah, itu bukanlah sihir, bukan pula syair dan bukan pula ramalan. Hai bangsa Quraisy, taatlah kepadaku dan jadikanlah ketaatan itu untukku. Biarkanlah laki-laki itu dengan apa yang disampaikannya. Jauhkanlah diri kalian darinya. Demi Allah, perkataan yang baru saja aku dengar akan mempunyai berita besar. Jika bangsa Arab mendapatkannya, maka cukuplah bagi kalian orang lain yang membereskannya. Dan jika ia menguasai bangsa Arab, maka kerajaannya berarti kerajaan kalian, kehormatannya berarti kehormatan kalian dan kalian akan menjadi manusia yang paling berbahagia.” Mereka berkata: “Demi Allah, hai Abul Walid, engkau telah tersihir oleh lisannya.” Dia menjawab: “Ini pendapatkau. Silakan kalian lakukan apa saja yang kalian pandang (ingin) untuk kalian.” Dan konteks pembicaraan inilah yang lebih mendekati.

Bersambung ke bagian 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: