Tafsir Ibu Katsir Surah Fushshilat (11)

15 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Fushshilat (Yang Dijelaskan)
Surah Makkiyyah; Surah ke 41: 54 ayat

Wa innaHuu lakitaabun ‘aziiz (“Dan sesungguhnya al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia.”) yakni suci terlindungi, tidak ada seorang pun yang dapat mendatangkan kitab semisal dengannya. Laa ya’tiiHil baathilu mim baini yadaiHi wa laa min khalfiHim (“Yang tidak datang kepadanya [al-Qur’an] kebathilan, baik dari depan maupun dari belakangnya.”) artinya, tidak ada satu jalanpun bagi kebathilan untuk mendatanginya, karena al-Qur’an diturunkan dari Rabb semesta alam. Untuk itu Dia berfirman: tanzilum min hakiimin hamiid (“yang diturunkan dari [Rabb] Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji.”) yakni Mahabijaksana dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan-Nya. hamiid berarti Rabb yang Mahaterpuji dalam seluruh apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya. seluruhnya memiliki akibat dan tujuan yang terpuji.

Kemudian Allah berfirman: maa yuqaalu laka illaa maa qad qiila lir rusuli ming qablika (“Tidaklah ada yang dikatakan [oleh orang-orang kafir] kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasul-Rasul sebelummu.”) Qatadah, as-Suddi dan lain-lain berkata: “Tidak ada satu pendustaan pun yang dilontarkan kepadamu, kecuali hal tersebut sudah dikatakan pula kepada para Rasul sebelummu. Sebagaimana engkau didustakan, merekapun telah didustakan. Dan sebagaimana mereka telah sabar dalam menanggung derita atas hal-hal yang menyakitkan dari kaum mereka, maka bersabarlah engkau terhadap hal-hal yang menyakitkan dari kaummu.” Inilah yang menjadi pendapat pilihan Ibnu Jarir. Beliau sendiri dan Ibnu Abi Hatim tidak menuturkan pendapat lainnya.

Firman Allah: inna rabbaka ladzuu maghfiraH (“Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan.”) yaitu bagi orang yang bertaubat kepada-Nya. wa dzuu ‘iqaabin aliim (“Dan hukuman yang pedih”). Yaitu bagi orang yang terus bergelimang dalam kekufuran, pembangkangan, penentangan, perlawanan dan perselisihan kepada-Nya.

tulisan arab alquran surat fushilat ayat 44-45“Dan Jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (Rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” Dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat lalu diperselisihkan tentang Taurat itu. kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Rabb-mu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan. dan Sesungguhnya mereka terhadap Al Quran benar-benar dalam keragu-raguan yang membingungkan.” (Fushshilat: 44-45)

Tatkala Allah menyebutkan tentang al-Qur’an, kefashihan, keindahan dan kerapihan dalam lafazh dan maknanya, namun demikian orang-orang musyrik tetap tidak mengimaninya, maka Allah mengingatkan bahwa kekufuran mereka merupakan kufur pembangkangan dan kesombongan. Demikian pula seandainya al-Qur’an seluruhnya diturunkan dengan bahasa ‘ajam, niscaya mereka dengan penuh kesombongan dan pembangkangan akan berkata: lau laa fushshilat aayaatuHu aa’jamiyyuw wa ‘arabiyy (“Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya? Apakah [patut al-Qur’an] dalam bahasa asing sedang [Rasul adalah orang] Arab?”) yakni niscaya mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan secara rinci dengan bahasa Arab.” Dan niscaya merekapun mengingkarinya. Mereka mengatakan: aa’jamiyy wa ‘arabiyy; artinya, bagaimana al-Qur’an diturunkan dengan bahasa ‘ajam, sementara pihak yang menerimanya adalah orang Arab yang tidak dapat memahaminya.” Demikianlah makna ini diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, as-Suddi dan lain-lain.

Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan perkataan mereka: lau laa fushshilat aayaatuHu aa’jamiyyuw wa ‘arabiyy; yaitu apakah sebagiannya diturunkan dengan bahasa ‘ajam, sedangkan sebagian lainnya diturunkan dalam bahasa Arab?” ini adalah penafsiran al-Hasan al-Bashri dan beliaupun membacanya demikian, tanpa kalimat tanya dalam firman-Nya: aa’jamiyy; ini juga merupakan satu riwayat pendapat dari Sa’id bin Jubair. Hal tersebut lebih menunjukkan kesombongan dan pembangkangan.

Kemudian firman Allah: qul Huwa lilladziina aamanuu Hudaw wa syifaa-un (“Katakanlah: ‘Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.”) yakni, katakanlah wahai Muhammad: “Al-Qur’an ini bagi orang yang mengimaninya adalah petunjuk qalbunya dan obat penawar keraguan yang terdapat di dalam dadanya.” Walladziina laa yu’minuuna fii aadzaaniHim waqrun (“Dan orang-orang yang tidak beriman, pada telinganya ada sumbatan.”) maksudnya mereka tidak dapat memahami isi kandungannya. Wa Huwa ‘alaiHim ‘amaa (“Sedang al-Qur’an itu kegelapan bagi mereka.”) yakni mereka tidak dapat meraih petunjuk dari penjelasan kandungannya. Ulaa-ika yunaadauna mim makaanim ba’iid (“Mereka itu adalah [seperti] orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”) Mujahid berkata: “Yakni, jauh dari hati-hati mereka.” Sedangkan Ibnu Jarir berkata: “Seakan-akan orang yang mengajaknya bicara, menyeru mereka dari tempat yang jauh, hingga mereka tidak dapat memahami apa yang diucapkannya. Menurutku ini firman Allah Ta’ala: “Dan perumpamaan [orang yang menyeru] orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. mereka tuli, bisu, dan buta, maka [oleh sebab itu] mereka tidak mengerti.”)(al-Baqarah: 171)

Adh-Dhahhak berkata: “Pada hari kiamat, mereka dipanggil dengan nama-nama mereka yang paling buruk.”

Bersambung ke bagian 12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: