Tafsir Ibnu Katsir Surah As-Sajdah (1)

19 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah As-Sajdah (Sujud)
Surah Makkiyyah; surah ke 32:30 ayat

Al-Bukhari meriwayatkan di dalam kitab al-Jum’at, bahwasanya Abu Hurairah ra. berkata: “Rasulullah saw. di waktu shalat Fajar hari Jum’at membaca: alif lam min tanziil; as-Sajdah dan Hal ataa ‘alal insaani.” (HR Muslim)

Imam Ahmad meriwayatkan, bahwasannya Jabir ra. berkata: “Nabi saw. tidak tidur, hingga beliau membaca alif lam mim tanziil as-Sajdah, dan Tabaarakalladzii biyadiHil Mulku.” (Ahmad meriwayatkannya sendiri)

tulisan arab alquran surat as sajdah ayat 1-3bismillaaHir rahmaanir rahiim (“Dengan Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang”)
“1. Alif laam miim 2. turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam. 3. tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya.” sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; Mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.” (as-Sajdah: 1-3)

Firman-Nya: tanziilul kitaabi laa raiba fiiHi (“Turunnya al-Qur’an yang tidak ada keraguan padanya.”) yaitu tidak mengundang keraguan dan kerancuan bahwa al-Qur’an itu diturunkan. Mir rabbil ‘aalamiina (“dari Rabb semesta alam.”) kemudian Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang orang-orang musyrik: am yaquuluunaf taraaHu (“Tetapi mengapa mereka [orang kafri] mengatakan: ‘Dia [Muhammad] mengada-adakannya.’”) akan tetapi mereka mengatakan iftaraaHu, yaitu mengada-adakan al-Qur’an oleh dirinya sendiri.

Bal Huwal haqqu mir rabbika litundzira qaumam maa ataaHum min nadziirrim ming qablika la’allaHum yaHtaduuna (“Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran [yang datang] dari Rabb-mu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka yang memberi peringatan sebelumnya; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.”) yaitu mereka mengikuti kebenaran.

tulisan arab alquran surat as sajdah ayat 4-6“4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? 5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu 6. yang demikian itu ialah Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (as-Sajdah: 4-6)

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia adalah Mahapencipta segala sesuatu. Dia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di ‘Arsy. Masalah ini telah dijelaskan sebelumnya. Maa lakum min duuniHii miw waliyyiw walaa syafii’ (“Tidak ada bagimu selain daripada-Nya, seorang penolong pun dan tidak [pula] seorang pemberi syafaat.”) yaitu bahwa Dia adalah Pemilik Segala Urusan Penting, Mahapencipta segala sesuatu, Penata setiap sesuatu lagi Mahakuasa atas segala sesuatu. Maka tidak ada Pelindung makhluk-Nya selain Dia serta tidak ada Pemberi syafaat kecuali setelah mendapat izin-Nya. afalaa tadzakkaruuna (“Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”) yaitu hai orang-orang yang beribadah lagi tidak bertawakkal kepada selain Allah Ta’ala.

Firman Allah: yudabbirul amra minas samaa-i ilal ardli tsumma ya’ruju ilaiHi (“Dia mengatur urusan langit dan bumi, kemudian [urusan] itu naik kepada-Nya.”) Dia menurunkan urusan-Nya dari langit yang paling tinggi ke bagian kerak bumi ketujuh yang paling dangkal. Sedangkan amal-amal diangkat ke diwan-Nya di atas langit dunia. Jarak perjalalan antara diwan itu dengan bumi adalah 500 tahun.

Mujahid, Qatadah dan adh-Dhahhak berkata: “Turunnya dari para malaikat pada jarak 500 tahun dan naiknya pada jarak perjalanan 500 tahun, akan tetapi dia menempuhnya sekejap mata.”

Firman Allah: fii yaumin kaana miqdaaruHu alfasanatim mimmaa ta-‘udduuna dzaalika ‘aalimul ghaibi wasy syaHaadati (“dalam satu hari yang kadarnya [lamanya] adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. Yang demikian itu ialah Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata.”) yaitu, Yang Mahamenata semua urusan tersebut. Dan Dia Mahamenyaksikan perbuatan-perbuatan hamba-Nya yang diangkat kepada-Nya, yang mulia dan yang hina serta yang kecil dan yang besar. Dia Mahaperkasa yang perkasa terhadap segala sesuatu, lalu memaksa dan mendominasinya serta para hamba dan budak pun tunduk kepada-Nya. Dia Mahapenyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Dia-lah Yang Mahaperkasa dalam rahmat-Nya lagi Mahapenyayang dalam keperkasaan-Nya dan inilah kesempurnaan-Nya. perkasa bersama kasih sayang dan kasih sayang bersama keperkasaan. Dan Dia Mahapenyayang tanpa kehinaan.

tulisan arab alquran surat as sajdah ayat 7-9“7. yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. 8. kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. 9. kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (as-Sajdah: 7-9)

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia-lah Yang memperbaiki, memperkokoh dan memperindah terciptanya segala sesuatu.

Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang: alladzii ahsana kulli syai-in khalaqaHu (“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya.”) dia berkata: “Dengan sebaik-baiknya dalam menciptakan segala sesuatu. Seakan-akan Dia menjadikannya dari yang terdepan dan yang terbelakang. Kemudian ketika Allah swt. telah menyebutkan penciptaan langit dan bumi, Dia mulai menyebutkan tentang penciptaan manusia.”

Bersambung ke bagian 2

4 Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah As-Sajdah (1)”

  1. Khairul yazid 29 Agustus 2017 pada 21.16 #

    Artikel yg sgt brmanfaat,tpi alangkah bagusnya kalau di sertai dg jilid dan hlmn rujukannya, yg bsa di lht dlm kitab ibnu katsir biar tambah jelas.smga mnjdi amal jariyah buat penulis..aamiin

    • untungsugiyarto 24 September 2017 pada 13.44 #

      Aamiin… terimakasih atas doa baiknya. Semoga yang mendoakan mendapatkan kebaikan yang sama. aamiin…

  2. Khairul yazid 29 Agustus 2017 pada 21.19 #

    Artikel yg sgt brmanfaat,tpi alangkah bagusnya kalau di sertai dg jilid dan hlmn rujukannya, yg bsa di lht dlm kitab ibnu katsir biar tambah jelas.smga mnjdi amal jariyah buat penulis..aamiin jga mau tnya tntg tafsir ayat 4 ny kok gk ada..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: