Tafsir Ibnu Katsir Surah As-Sajdah (6)

19 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah As-Sajdah (Sujud)
Surah Makkiyyah; surah ke 32:30 ayat

tulisan arab alquran surat as sajdah ayat 26-27“26. dan Apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka Apakah mereka tidak mendengarkan? 27. dan Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya Makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka Apakah mereka tidak memperhatikan?” (as-Sajdah: 26-27)

Allah berfirman, apakah tidak menjadi petunjuk bagi orang-orang yang mendustakan para Rasul dan umat-umat sebelum mereka yang dibinasakan oleh Allah dan melanggar risalah yang dibawa oleh mereka berupa jalan yang lurus, sehingga tidak ada lagi yang tersisa, baik dirinya maupun peninggalannya.
Hal tuhissu minHum min ahadin au tasma’u laHum rikzan (“Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?”)(Maryam: 98)

Untuk itu Dia berfirman: yamsyuuna fii masaakiniHim (“Sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu.”) yaitu mereka yang mendustakan itu berjalan di tempat-tempat kediaman mereka yang mendustakan tersebut. Mereka tidak melihat seorang pun yang diam di dalamnya dan memakmurkan daerah yang mereka tinggalkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: fatilka buyuutuHum khaawiyatam bimaa dhalamuu (“Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kedhaliman mereka.”)(an-Naml: 52)

Untuk itu disini Allah berfirman: inna fii dzaalika la aayaaat (“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda”) yaitu sesungguhnya di dalam peristiwa hilang dan hancurnya kaum serta adzab yang menimpa mereka disebabkan mereka mendustakan para Rasul dan selamatnya orang yang beriman kepada mereka merupakan tanda-tanda, pelajaran, nasehat dan bukti-bukti yang dapat disaksikan. Afalaa yasma’uun (“dan apakah mereka tidak mendengarkan [memperhatikan]?”) yaitu kisah-kisah orang terdahulu, bagaimana peristiwa yang terjadi terhadap mereka?

Dan firman Allah Ta’ala: awalam yaraw annaa nasuuqul maa-a ilal ardlil juruzi (“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasannya Kami menghalau [awan yang mengandung] air ke bumi yang tandus.”) Allah Ta’ala menjelaskan kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya, serta kebaikan-Nya kepada mereka dengan dikirimnya air, baik yang berasal dari langit atau yang berasal dari sumber-sumber mata air yang dibawa oleh sungai atau yang mengalir dari pegunungan ke tanah-tanah yang membutuhkan pada waktu-waktunya.

Untuk itu firman Allah: ilal ardli juruzi (“Ke bumi yang tandus.”) yaitu tanah yang tidak memiliki tumbuh-tumbuhan, sebagaimana Allahberfirman: “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan [pula] apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” (al-Kahfi: 8) yaitu kering yang tidak ada tumbuhan sedikitpun.

Yang dimaksud firman Allah: ilal ardli juruzi (“Ke bumi yang tandus.”) bukanlah tanah Mesir saja, akan tetapi itu barulah sebagian tanah yang dimaksud. Sekalipun hal itu banyak dipermisalkan oleh para ahli tafsir, akan tetapi tanah itu bukanlah satu-satunya yang dimaksud oleh ayat ini, sekalipun tanah itu yang dibicarakan secara pasti dalam ayat ini. Dan tanah Mesir sendiri adalah tanah luas yang keras yang membutuhkan air. Dimana seandainya air hujan turun disana, niscaya hancurlah bangunan-bangunan. Maka Allah mengalirkan sungai nil kesana dengan kandungan air yang diperolehnya secara lebih dari negeri Ethiopia. Di sana terdapat tanah merah yang meliputi tanah Mesir yang merupakan tanah bebatuan dan berkerikil yang membutuhkan air tersebut. Tanah merah itu pula yang menjadi tempat subur tumbuhnya tanam-tanaman, hingga mereka mampu memperbesar setiap tahunnya air baru yang dihujankan untuk negeri yang lain serta tanah baru untuk negeri-negeri lain pula. Maha Suci Allah Yang Mahabijaksana, Mahapemurah, Mahapemberi nikmat lagi Mahaterpuji selama-lamanya.

Firman Allah: awalam yaraw annaa nasuuqul maa-a ilal ardlil juruzi fanukhriju biHii zar’an ta’kulu minHu an’aamuHum wa anfusuHum afalaa yubshiruun (“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasannya Kami menghalau [awan yang mengandung] air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang daripadanya [dapat] makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?”)
Sebagaimana firman Allah: fal yandhuril innaanu ilaa tha’aamiHi. Annaa shababnal maa-a shabban (“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air [dari langit].”) (‘Abasa: 24-25) untuk itu disini Allah berfirman: afalaa yubshiruun (“Maka apakah mereka tidak memperhatikan?”)

tulisan arab alquran surat as sajdah ayat 28-30“28. dan mereka bertanya: ‘Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?’ 29. Katakanlah: ‘Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh.’ 30. Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, Sesungguhnya mereka (juga) menunggu.” (as-Sajdah: 28-30)

Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang permintaan orang-orang kafir untuk disegerakan siksaan Allah kepada mereka, jatuhnya kemurkaan dan kutukan-Nya kepada mereka karena mereka menganggapnya mustahil, mereka dustakan dan menentang. Wa yaquuluuna mataa Haadzal fathu (“Dan mereka bertanya: ‘Bilakah kemenangan itu [datang]?’”) yaitu engkau menolong kami hai Muhammad? Sebagaimana engkau mengira bahwa engkau memiliki waktu untuk menguasai kami dan memberikan hukuman kepada kami, maka kapankah itu terjadi? Kami tidak melihat engkau dan shahabat-shahabatmu itu kecuali diliputi ketakutan dan kehinaan.

Firman Allah: qul yaumal fathi (“Katakanlah: ‘Pada hari kemenangan itu.’”) yaitu jika bencana, kemurkaan dan kebencian Allah telah menimpa kalian di dunia dan di akhirat. Laa yanfa’ulladzinna kafaruu iimaanuHum wa laa Hum yundharuun (“Tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak [pula] mereka diberi tangguh.”) dan barangsiapa yang menyangka bahwa yang dimaksud dengan hari kemenangan itu adalah fathul Makkah, sungguh amat jauh kemungkinannya dan amat keliru sekali. Karena pada hari fathul Makkah Rasulullah saw. menerima orang-orang yang dibebaskan yang mencapai hampir dua ribu orang. Seandainya yang dimaksud adalah fathu Makkah, niscaya beliau tidak menerima keislaman mereka, berdasarkan firman-Nya: qul yaumal fathi Laa yanfa’ulladzinna kafaruu iimaanuHum wa laa Hum yundharuun (“Katakanlah: ‘Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak [pula] mereka diberi tangguh.”) sedangkan yang dimaksud al-Fat-h disini adalah ketetapan dan keputusan, seperti firman-Nya: faftah bainii wa bainaHum fathan (“Maka itu, adakanlah keputusan antaraku dan antara mereka.”)(asy-Syu’araa’: 118)

Fa-a’ridl ‘anHum wan tadhir innaHum muntadhiruun (“Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka [juga] menunggu.”) yaitu berpalinglah dari orang-orang musyrik itu dan sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu, serta tunggulah. Karena sesungguhnya Allah akan mewujudkan apa yang dijanjikan-Nya kepadamu serta akan memberikan pertolongan kepadamu atas orang yang menyelisihimu. Sesungguhnya Dia tidak akan menyalahi janji-Nya.

innaHum muntadhiruun (“Sesungguhnya mereka [juga] menunggu.”) yaitu engkau menunggu dan mereka pun menunggu serta menanti-nanti marabahaya menimpamu.
Am yaquuluuna syaa’irun natarabbasyu biHii raibal manuun (“Bahkan mereka mengatakan: ‘Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.’”)(ath-Thuur: 30). Dan engkau akan melihat akibat kesabaranmu terhadap mereka dalam menunaikan risalah Allah dengan menolong dan mendukungmu serta mereka [kaum musyrikin] akan mendapatkan akibat yang mereka tunggu darimu dan dari para shahabatmu berupa bencana [siksaan] Allah bagi mereka dan turunnya azab bagi mereka. Cukuplah Allah bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pemelihara.

Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: