Tafsir Ibu Katsir Surah Al-Mu’min (10)

19 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’min (Orang Yang Beriman)
Surah Makkiyyah; Surah ke 40: 85 ayat

Untuk itu Allah berfirman: kadzaalika yathba’ullaaHu ‘alaa kulla qalbi mutakabbirin (“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong.”) yaitu [sombong] untuk mengikuti kebenaran. Jabbaarin (“Dan sewenang-wenang”) Abu ‘Imran al-Juwaini dan Qatadah berkata: “Tanda orang-orang yang sewenang-wenang adalah membunuh tanpa alasan yang benar. wallaHu a’lam.

tulisan arab alquran surat al mu'min ayat 36-37“Dan berkatalah Fir’aun: ‘Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang Tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan Sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta.’ Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan Dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.” (al-Mu’min: 36-37)

Allah Ta’ala berfirman tentang Fir’aun dan kesombongan, pembangkangan dan sikapnya yang mengada-ada dalam menentang Musa a.s. bahwa dia memerintahkan menterinya, yaitu Haman, untuk membangun sebuah sharh, yaitu istana yang tinggi, indah dan menjulang. Bangunan ini dibuat dengan bahan baku dari tanah liat yang indah. Sebagaimana Allah berfirman: fa auqid-lii yaa haamaanu ‘alath thiini faj’allii sharhan (“Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi.”)(al-Qashash: 38)
Ibrahim an-Nakha’i berkata: “Dahulu mereka membenci bangunan-bangunan yang terbuat dari batu bata serta benci menjadikan kuburan dari batu bata.” (HR Ibnu Abi Hatim)

Allah berfirman tentang perkataan Fir’aun: la ‘allii ablughul asbaaba, asbaabas samaawaati (“Supaya aku sampai ke pintu-pintu [yaitu] pintu-pintu langit.”) Sa’id bin Jubair dan Abu Shalih mengatakan: “asbaabas samaawaati; yaitu pintu-pintu langit.” Pendapat lain mengatakan: “Bahwa asbaabas samaawaati; adalah jalan menuju langit.”

Fath-thali’a ilaa ilaaHi muusaa wa innii la adhunnuHuu kaadziban (“Supaya aku dapat melihat Ilah-nya Musa, dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta.”) ini adalah ungkapan kekufuran dan pembangkangannya, dimana dia menganggap Musa a.s. berdusta bahwa telah diutus oleh Allah kepadanya. Allah Ta’ala berfirman: wa kadzaalika zuyyina lifir’auna suu-u ‘amaliHii wa sudda ‘anis sabiil (“Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan.”) yaitu dengan perbuatan itu ia bermaksud memberikan opini kepada rakyatnya bahwa dia telah berbuat sesuatu yang sampai pada pendustaan Musa a.s. Untuk itu Allah berfirman: wa maa kaidu fir’auna illaa fii tabaab (“Dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.”) Ibnu ‘Abbas dan Mujahid berkata: “Kecuali hanya membawa kerugian.”)

tulisan arab alquran surat al mu'min ayat 38-40“Orang yang beriman itu berkata: ‘Hai kaumku, ikutilah Aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka Dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. dan Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam Keadaan beriman, Maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab.” (al-Mu’min: 38-40)

Seorang yang beriman berkata kepada seseorang di antara kaumnya yang sombong, angkuh, bergelimang kehidupan dunia dan melupakan Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi dengan ucapannya kepada mereka: yaa qaumit tabi’uuni aHdikum sabiilar rasyaad (“Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.”) tidak sebagaimana yang didustakan oleh Fir’aun dengan perkataannya: wamaa aHdiikum illaa sabiilar rasyaad (“Dan aku tidak menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.”)(al-Mu’min: 29). Kemudian dia berusaha menumbuhkan kepada mereka sifat zuhud terhadap dunia yang mereka lebih utamakan daripada akhirat dan menguasai, serta menghalangi mereka untuk mempercayai Rasul Allah, Musa a.s.

Orang tersebut berkata: yaa qaumi innamaa HaadziHil hayaatud dun-yaa mataa’un (“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan.”) yaitu kesenangan singkat yang akan hilang dan lenyap dan dalam waktu dekat akan habis dan musnah.
Wa innal aakhirata Hiya daarul qaraar (“Dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.”) yaitu negeri yang tidak akan lenyap, tidak akan berpindah dari dalamnya dan tidak pergi ke tempat lainnya. Bahkan yang ada hanyalah surga kenikmatan atau neraka yang membara. Untuk itu Allah berfirman: man ‘amila sayyi-atan falaa yujzaa illaa mitsliHaa (“Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.”) yaitu satu balasan yang sebanding dengannya.

Wa man ‘amila shaaliham min dzakari au untsaa wa Huwa mu’minun fa-ulaa-ika yadkhuluunal jannata yurzaquuna fiiHaa bighairi hisaab (“Dan barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rizky di dalamnya tanpa hisab.”) yaitu tidak hanya ditentukan dengan satu balasan, bahkan Allah akan membalasnya dengan pahala melimpah yang tidak akan terputus dan tidak akan habis. Hanya Allah Ta’ala yang dapat memberikan petunjuk kepada kebenaran.

tulisan arab alquran surat al mu'min ayat 41-46“Hai kaumku, Bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka? (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui Padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun? sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. dan Sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka Itulah penghuni neraka. kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang Amat buruk. kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (al-Mu’min: 41-46)

Bersambung ke bagian 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: