Tafsir Ibu Katsir Surah Ash-Shaaffaat (2)

19 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Ash-Shaaffaat (Yang Bershaff-shaff)
Surah Makkiyyah; Surah ke 37: 182 ayat

Illaa man khathifal khath-fatan (“Akan tetapi barangsiapa [di antara mereka] yang mencuri-curi.”) artinya, akan tetapi orang yang mencuri-curi berita dari setan, yaitu kalimat yang didengarnya dari langit, lalu ia sampaikan kepada orang yang ada di bawahnya dan yang lainnnya untuk menyampaikannya pula kepada yang di bawahnya lagi. Terkadang ia disambar kilat sebelum dia sampaikan dan terkadang pula dia menyampaikannya atas takdir Allah sebelum terkena kilat, sehingga membakarnya, lalu yang lainnya menyampaikannya kepada dukun, sebagaimana hadits yang lalu.
Illa man khathifal khathfata fa atba’aHuu syiHaabun tsaaqib (“Akan tetapi barangsiapa [di antara mereka] yang mencuri-curi [pembicaraan]; maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.” Yakni yang bersinar.

tulisan arab alquran surat ash shaaffaat ayat 11-19“11. Maka Tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. 12. bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu. 13. dan apabila mereka diberi pelajaran mereka tiada mengingatnya. 14. dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan. 15. dan mereka berkata “Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata. 16. Apakah apabila Kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, Apakah benar-benar Kami akan dibangkitkan (kembali)? 17. dan Apakah bapak-bapak Kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)”? 18. Katakanlah:”Ya, dan kamu akan terhina” 19. Maka Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; Maka tiba-tiba mereka meIihatnya.” (ash-Shaaffaat: 11-19)

Allah berfirman: “Tanyakanlah kepada orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan itu, ‘Manakah yang lebih kokoh kejadiannya, mereka atau langit, bumi dan seisi keduanya berupa para malaikat, syaitan-syaitan dan makhluk-makhluk yang besar?’ sesungguhnya mereka mengakui bahwa makhluk-makhluk itu lebih kokoh kejadiannya daripada mereka. Jika masalahnya demikian, lalu mengapa mereka mengingkari hari kebangkitan? Padahal mereka menyaksikan sesuatu yang lebih besar daripada apa yang merika ingkari.”
Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka diciptakan darisesuatu yang lemah. Dia berfirman: innaa khalaqnaaHum min thiinil laazib (“Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.”) Mujahid, Sa’id bin Jubair dan adh-Dhahhak mengatakan: “Sesuatu yang bagus menempel (antara) satu dengan yang lainnya.” Ibnu ‘Abbas dan ‘Ikrimah berkata: “Yaitu tempelan yang baik.”

Firman Allah: bal ‘ajibta wa yaskharuun (“Bahkan kamu menjadi heran [terhadap keingkaran mereka] dan mereka menghinakanmu.”) maksudnya bahkan kamu menjadi heran hai Muhammad dari sikap pendustaan orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, sedangkan engkau amat yakin dan membenarkan apa yang diberitakan Allah Ta’ala berupa perkara yang menabjubkan, yaitu dikembalikannya jasad-jasad setelah kehancurannya. Mereka berbeda denganmu dikarenakan kuatnya pendustaan mereka, mereka mengejek apa yang engkau katakan kepada mereka. Qatadah berkata: “Muhammad saw. merasa heran dan Bani Adam yang sesat mengejek (ucapan beliau).” Wa idzaa ra au aayatan (“Dan apabila mereka melihat suatu tanda.”) yaitu tanda-tanda yang jelas tentang masalah itu. Wa yaskharuun (“Dan mereka menghinakanmu.”) Mujahid dan Qatadah berkata: “Mereka mengejek.”

Wa qaaluu inna Haadzaa illaa sihrum mubiin (“Dan mereka berkata: ‘Ini tidak lain adalah sihir yang nyata.’”) yaitu apa yang engkau bawa itu tidak lain adalah sihir yang nyata.
Wa idzaa mitnaa wa kunnaa turaabaw wa ‘idhaaman a innaa lamab’uutsuuna a wa aabaa-unal awwaluun (“Apakah apabila kami telah mati dan menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan [kembali]? dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu [akan dibangkitkan pula]?”) yaitu mereka menganggap mustahil hal itu dan mendustakannya. Qul na’am wa antum daakhiruuna (“Katakanlah: ‘Ya, dan kamu akan terhina.’”) maksudnya, katakanlah kepada mereka hai Muhammad: “Ya, kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat setelah sebelumnya kalian telah menjadi debu dan tulang belulang, sedangkan kalian terhina, yaitu rendah di bawah kekuasaan Yang Mahaagung.” Sebagaimana firman Allah: wa kullun atauHu daakhiriin (“Dan mereka semua datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.”) (an-Naml: 87)

Firman Allah: fa innamaa Hiya zajratuw waahidatun fa idzaaHum yandhuruuna (“Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya suatu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka melihatnya.”) yaitu hanya dengan satu perintah dari Allah yang menyeru mereka dengan satu seruan agar mereka keluar dari bumi. Maka, tiba-tiba mereka berdiri di hadapan-Nya, memandang peristiwa dahsyat hari kiamat. wallaaHu a’lam.

tulisan arab alquran surat ash shaaffaat ayat 20-26“20. dan mereka berkata:”Aduhai celakalah kita!” Inilah hari pembalasan. 21. Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. 22. (kepada Malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, 23. selain Allah; Maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. 24. dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena Sesungguhnya mereka akan ditanya: 25. “Kenapa kamu tidak tolong menolong ?” 26. bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.” (ash-Shaaffaat: 20-26)

Allah memberikan kabar tentang sesuatu yang dikatakan oleh orang-orang kafir pada hari kiamat, dimana mereka mencela diri mereka sendiri serta mengakui bahwa dahulu mereka mendhalimi diri mereka sendiri di dunia. Saat mereka menyaksikan huru-hara hari kiamat, niscaya mereka akan menyesal ketika penyesalan tidak lagi bermanfaat bagi mereka. Wa qaaluu yaa wailanaa Haadzaa yaumuddiin (“Dan mereka berkata: ‘Aduhai celakalah kita. Inilah hari pembalasan.’”) maka para malaikat dan orang-orang yang beriman berkata kepada mereka: Haadzaa yaumul fashlil ladzii kuntum biHii tukadzdzibuun (“Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.”) hal ini dikatakan kepada mereka sebagai ejekan dan hinaan. Allah Ta’ala memerintahkan kepada para malaikat untuk membedakan kedudukan orang-orang kafir dari orang-orang yang beriman di tempat berkumpul dan kebangkitan mereka.

Bersambung ke bagian 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: