Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ahzab (16)

20 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
Surah Maddaniyyah; surah ke 33: 73 ayat

Firman Allah: innallaaHa kaana lathiifan khabiiran (“Sesungguhnya Allah adalah Mahalembut lagi Mahamengetahui.”) yaitu, dengan kelembutan-Nya, kalian telah mencapai kedudukan ini. Dan dengan pengetahuan-Nya tentang kalian dan bahwa kalian adalah orang yang paling berhak menyandangnya, maka Allah memberika dan mengkhususkan hal itu untuk kalian.

Ibnu Jarir berkata: “Ingatlah nikmat Allah kepada kalian dengan menjadikan kalian di rumah-rumah yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah dan hikmah. Maka bersyukurlah dan pujilah Allah Ta’ala atas semua itu.”

Firman Allah: innallaaHa kaana lathiifan khabiiran (“Sesungguhnya Allah adalah Mahalembut lagi Mahamengetahui.”) yaitu Mahalembut terhadap kalian, ketika Allah menjadikan kalian di rumah-rumah yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah dan hikmah, yaitu as-Sunnah. Serta Allah Mahamengetahui tentang kalian, ketika Allah memilih kalian untuk menjadi istri-istri Rasul-Nya saw.

tulisan arab alquran surat al ahzab ayat 35“35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (al-Ahzab: 35)

Imam Ahmad meriwayatkan, ‘Affan bercerita kepada kami, ‘Abdul Wahid bin Ziyad bercerita kepada kami, ‘Utsman bercerita kepada kami, bahwa ‘Abdurrahman bin Syaibah berkata: Aku mendengar Ummu Salamah ra. istri Nabi saw. berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah saw.: “Mengapa kami [kaum wanita] tidak disebut di dalam al-Qur’an sebagaimana disebutkannya kaum laki-laki?” Beliau tidak menjawab hal tersebut kecuali suatu hari beliau berseru di atas mimbar. Saat itu aku sedang mengurai rambutku, lalu aku gulung rambutku itu dan aku keluar dari kamar rumahku. Aku mencoba mendengarkan sesuatu di sisi pelepah kurma, tiba-tiba aku mendengar beliau saw. bersabda di atas mimbar: “Hai manusia, sesungguhnya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.’” (demikian yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan Ibnu Jarir dari hadits ‘Abdul Wahid bin Ziyad).

Firman Allah: innal muslimiina wal muslimaati wal mu’miniina wal mu’minaati (“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan Muslim, laki-laki dan perempuan yang Mu’min.”) merupakan dalil bahwa iman itu selain Islam, karena dia lebih khusus daripada kata Islam. Berdasarkan firman Allah: “Orang-orang Arab Badui itu berkata: ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah [kepada mereka]: ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu.’” (al-Hujuraat: 14)

Dan di dalam shahihain: “Tidaklah seorang pezina melakukan zina, sedangkan dia dalam keadaan beriman.”
Iman ditiadakan dari orang tersebut, sekalipun hal itu tidak menjadikkannya kafir menurut ijma’ kaum Muslimin. Hal tersebut menunjukkan bahwa kata iman lebih khusus daripada kata Islam.

Firman Allah swt.: wal qaanitiina wal qaanitaati (“Laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya.”) qunut adalah ketaatan dengan penuh ketenteraman. Allah Ta’ala berfirman: wa quumullaaHi qaanitiina (“Berdirilah untuk Allah [dalam shalatmu] dengan khusyu’.”)(al-Baqarah: 238). Setelah Islam ada tingkatan yang harus dinaiki, yaitu iman. Kemudian qunut muncul setelah keduanya.
Wash shaadiqiina wash shaadiqaati (“laki-laki dan perempuan yang jujur.”) ini adalah masalah perkataan. Karena kejujuran adalah sikap terpuji. Untuk itu sebagian shahabat tidak pernah berbohong, baik pada masa jahiliyyah dan juga pada masa Islam.

Itulah tanda keimanan, sebagaimana kedustaan merupakan tanda kemunafikan. Barangsiapa yang jujur, dia akan selamat.
“Peganglah oleh kalian kejujuran, karena kejujuran itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan membawa kepada surga. Waspadalah kalian kepada kedustaan, karena kedustaan itu membawa kepada keburukan dan sesungguhnya keburukan itu membawa kepada api neraka. seorang laki-laki senantiasa berbuat jujur dan menjaga kejujuran, sehingga di sisi Allah dicatat sebagai orang yang jujur. Dan senantiasa seorang laki-laki berbuat dusta dan menjaga kedustaan, hingga di sisi Allah dicatat sebagai pendusta.” (Muttafaq ‘alaih)
Hadits-hadis dalam masalah ini banyak sekali.

Wash shaabiriina wash shaabiraati (“laki-laki dan perempuan yang sabar.”) ini adalah karakter yang mengokohkan jiwa, yaitu kesabaran terhadap musibah. Pengetahuan bahwa sesuatu yang ditakdirkan itu pasti akan terjadi, maka hal tersebut harus disambut dengan kesabaran dan keteguhan. Kesabaran itu dilakukan ketika permulaan kejadian. Yang paling berat adalah ketika pertama kali terjadi, kemudian setelahnya lebih mudah dan itulah karakter yang benar.
Wal khaasyi’iina wal khaasyi’aati (“laki-laki dan perempuan yang khusyu’”) khusyu’ adalah ketenangan, ketenteraman, kebaikan, kehormatan, rendah hati, serta membawa rasa takut dan merasa diawasi oleh Allah swt. sebagaimana di dalam hadits: “Beribadahlah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihatmu.” (Muttafaq ‘alaiHi dengan riwayat-riwayat yang berbeda dari hadits Jibril as.)

Bersambung ke bagian 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: