Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ahzab (37)

20 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
Surah Maddaniyyah; surah ke 33: 73 ayat

Rabbanaa aatiHim dli’faini minal ‘adzaab (“Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat.”) yaitu dengan sebab kekafiran dan tipu daya mereka kepada kami. Wal ‘anHum la’nan kabiiran (“dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.”)

Sebagian qari membacaa dengan “ba” [kabiiran} sedangkan ulama lain membacanya dengan “tsa” [katsiiran]. Keduanya mempunyai makna yang dekat sebagaimana di dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwa Abu Bakar berkata: “Ya Rasulallah, ajarkanlah kepadaku sebuah doa yang dapat aku panjatkan di waktu shalat.” Beliau menjawab: “Ucapkanlah: allaaHumma innii dhalamtu nafsii dhulman katsiiran walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim (Ya Allah, sesungguhnya aku telah mendhalimi diriku sendiri dengan kedhaliman yang besar. Dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku sebuah ampunan dari sisi-Mu. Dan sayangilah aku, sesungguhnya Engkau Mahapengampun lagi Mahapenyayang.’” (ditakhrij oleh keduanya [al-Bukhari dan Muslim] di dalam ash-Shahihain)

Diriwayatkan dengan kata-kata “katsiiran” [banyak] dan kabiiran [besar].” Kedua makna tersebut benar. Sebagian mereka menganjurkan pepada orang yang berdoa untuk menggabungkan kedua lafadz tersebut di dalam doanya.

Dalam masalah ini perlu kajian. Yang lebih utama adalah terkadang menggunakan lafadz “katsiiran” dan menggunakan lafadz “kabiiran”, sebagaimana seorang qari memilih di antara dua qiraat, mana saja yang dibacanya, maka itu adalah baik dan tidak perlu menggabung antara keduanya.

“69. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah Dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.” (al-Ahzaab: 69)

Al-Bukhari berkata ketika menafsirkan ayat ini, bahwa Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Musa as. adalah seorang laki-laki pemalu.” Itulah firman Allah: yaa ayyuHalladziina aamanuu laa takuunuu kalladziina aadzau muusaa fabarra-aHullaaHu mimmaa qaaluu wa kaana ‘indallaaHi wajiiHan (“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah Dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”) demikian beliau membawakan hadits ini secara singkat disini.

Beliau pun meriwayatkan dalam Ahaadiitsul Anbiyaa’ dengan sanad yang sama, bahwasannya Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Musa as. adalah seorang laki-laki pemalu dan tertutup. Padahal tubuhnya tidak menampakkan sesuatu yang harus membuatnya malu. Lalu seseorang dari bani Israil menyakitinya. Mereka berkata: ‘Dia tidak tertutup kecuali karena cacat di kulitnya; mungkin kusta, penyakit kulit atau luka.’ Sesungguhnya Allah hendak membebaskannya dari apa yang mereka katakan kepada Musa as. Suatu hari beliau menyendiri, lalu membuka bajunya di atas sebuah batu, kemudian dia mandi. Ketika beliau telah selesai, beliau mencari bajunya untuk dipakai kembali, akan tetapi batu itu menutupi bajunya. Lalu Musa as. mengambil tongkatnya untuk mengangkat batu itu, sambil berkata: ‘Bajuku, [hai] batu, bajuku [hai] batu.’ Sehingga berita itu sampai kepada bani Israil. Lalu mereka melihat Musa as. dalam keadaan telanjang dengan bentuk tubuh terindah yang diciptakan Allah swt. Allah membebaskan dari apa yang mereka katakan. Lalu batu itu terangkat dan beliau mengambil bajunya kembali untuk dipakainya. Maka dia memukul keras batu itu dengan tongkatnya. Demi Allah, sesungguhnya pada batu tersebut terdapat guratan akibat pukulannya; tiga, empat atau lima guratan. Itulah firman Allah: yaa ayyuHalladziina aamanuu laa takuunuu kalladziina aadzau muusaa fabarra-aHullaaHu mimmaa qaaluu wa kaana ‘indallaaHi wajiiHan (“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah Dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”) dan ini adalah rangkaian kalimat yang baik dan panjang.”

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa ‘Abdullah berkata: “Suatu hari Rasulullah saw. membagikan sesuatu. Lalu seorang laki-laki Anshar berkata: ‘Pembagian ini tidak menghendaki wajah Allah.’ Lalu aku berkata: ‘Hai musuh Allah, sesungguhnya aku akan memberitahukan hal ini kepada Rasulullah saw.’ lalu hal itu aku ceritakan kepada Rasulullah saw., lalu tampak merah padam wajahnya, kemudian beliau bersabda: “Rahmat Allah untuk Musa. Dia telah disakiti lebih dari ini, lalu dia bersabar.” (ditakhrij oleh keduanya di dalam ash-Shahihain)

Firman Allah: wa kaana ‘indallaaHi wajiiHan (“Dan adalah dia seseorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”) yaitu, dia memiliki kedudukan yang diberikan di sisi Allah.

Al-Hasan al-Bashri berkata: “Beliau adalah orang yang doanya diperkenankan di sisi Allah.” Sebagian ulama salaf berkata: “Tidaklah dia meminta sesuatu kepada Allah, melainkan pasti diberikan-Nya. Akan tetapi dia cegah untuk melihat-Nya, sesuai kehendak Allah swt.” Sebagian mereka berkata: “Di antara kedudukannya yang terhormat di sisi Allah adalah dia memberiikan syafaat kepada saudaranya, Harun, agar Allah mengutus bersama dia. lalu Allah memperkenankan permintaannya.”

Firman Allah: wa waHabnaa laHuu mir rahmatinaa akhaaHuu Haaruuna nabiyyan (“Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menajadi seorang Nabi.” (Maryam: 53)

Bersambung ke bagian 38

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: