Tafsir Ibnu Katsir Surah Luqman (8)

1 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Luqman
Surah Makkiyyah; surah ke 31:34 ayat

Untuk itu Allah berfirman: dzaalika bi annallaaHa Huwal haqqu wa anna maa yad’uuna min duuniHi baathilu wa annallaaHa Huwal ‘aliyyul kabiir (“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang bathil dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.”) yaitu, Mahatinggi Yang tidak ada lagi yang lebih tinggi dari-Nya. serta Mahabesar yang tidak ada lagi sesuatu yang lebih besar dari-Nya. seluruhnya rendah dan hina jika dibandingkan kepada-Nya.

tulisan arab alquran surat luqman ayat 31-32“31. tidakkah kamu memperhatikan bahwa Sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. 32. dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. dan tidak ada yang mengingkari ayat- ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.” (Luqman: 31-32)

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia yang telah menundukkan laut agar kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, yaitu dengan kelembutan dan pentaruran-Nya. Sesungguhnya seandainya Dia tidak menjadikan daya dalam air yang dapat membawa kapal, niscaya kapal itu tidak akan dapat berlayar. Untuk itu Dia berfirman: liyuriyakum min aayaatiHi (“Supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda-Nya.”) yaitu dari kekuasaan-Nya.
Inna fii dzaalika la aayaatil likulli shabbaarin syakuur (“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sabar lagi banyak bersyukur.”) yaitu orang yang sangat sabar di waktu kesulitan lagi banyak bersyukur di waktu senang.

Kemudian Allah berfirman: wa idzaa ghasyiyaHum maujun kadh-dhalali (“Dan apabila mereka dilanda ombak yang besar seperti gunung.”) yaitu seperti gunung-gunung dan awan. Da-‘awullaaHa mukhlishiina laHud diina (“Mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”) kemudian firman-Nya: falammaa najjaaHum ilal barri faminHum muqtashid (“Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.”) Mujahid berkata: “Yaitu yang kafir, seakan-akan dia menafsirkan almuqtashid di sini dengan aljaahid (orang yang membangkang). Sebagaimana firman Allah: falammaa najjaaHum ilal barri idzaa Hum yusrikuuna (“Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka [kembali] mempersekutukan [Allah].”)(al-Ankabuut: 65)

Sedangkan Ibnu Zaid berkata: “Yaitu, orang yang tengah-tengah dalam beramal.” Pendapat yang dikatakan oleh Ibnu Zaid inilah yang dimaksud oleh firman Allah: fa minHum dhaalimul linafsiHii wa min Hum muqtashid (“Lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang petengahan.”)(Faathir: 32). Almuqtashid di dalam ayat ini adalah orang yang pertengahan dalam beramal. Boleh jadi itu pula yang dimaksud di dalam ayat ini. Dan hal ini merupakan bagian pengingkaran dari orang yang menyaksikan kejadian dahsyat, perkara-perkara besar dan tanda-tanda kekuasaan Allah di lautan, kemudian setelah Allah memberikan kenikmatan kepadanya dengan keselamatan dari bahaya tersebut yang seharusnya dia membalasnya dengan amal yang sempurna, bersungguh-sungguh dalam beribadah dan bersegera melakukan kebaikan. Maka barangsiapa yang menempuh jalan yang pertengahan [membatasi ibadahnya] setelah itu, niscaya hal itupun merupakan suatu kekuarangan. wallaaHu a’lam.

Dan firman-Nya: wamaa yajhadu bi aayaatinaa illaa kullu khattarin kafuur (“Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.”) alkhattaar adalah orang yang melanggar janji, itulah yang dikatakan oleh Mujahid, al-Hasan, Qatadah, Malik, dan Zaid bin Aslam. Yaitu orang yang setiap kali berjanji dia batalkan perjanjiannya. Sedangkan alkhattar adalah yang lebih buruk dari pelanggaran –janji-.

Dan firman-Nya: kafuur (“ingkar”), yaitu orang yang mengingkari nikmat, tidak mensyukurinya, bahkan melupakannya dan tidak mengingatnya.

tulisan arab alquran surat luqman ayat 33“33. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (Luqman: 33)

Allah Ta’ala berfirman mengancam manusia dengan hari Kiamat serta memerintahkan mereka untuk bertakwa, takut dan khawatir kepada hari kiamat. Dimana, laa yajzii waalidun ‘aw waladiHii (“[pada hari itu] seorang bapak tidak dapat menolong anaknya.”) seandainya dia hendak menebus anaknya dengan dirinya, niscaya tidak akan diterima. Demikian pula sebaliknya. Kemudian Dia kembali memberikan nasehat kepada mereka dengan firman-Nya: falaa taghurrannakumul hayaatud dun-yaa (“Maka janganlah sekali-sekali kehidupan dunia memperdayakanmu.”) yaitu janganlah dunia melalaikan kalian dari negeri akhirat dengan merasa senang di dalam dunia.

Walaa yaghurran nakumullaaHil gharuur (“dan janganlah [pula] penipu [syaitan] mempedayakanmu dalam [mentaati] Allah.”) alghurur yaitu syaita. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Mujahid, adh-Dhahhak dan Qatadah. Karena syaitan akan menipu manusia, menjanjikan dan memberikan angan-angannya, padahal semua itu bukan apa-apa, bahkan keberadaannya seperti difirmankan oleh Allah: ya-‘iduHum wayumanniiHim wa maa ya-‘iduHumusy syaithaanu illaa ghuruuran (“Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (an-Nisaa’: 120)

Bersambung ke bagian 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: