Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Jin (1)

3 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Jin (Jin)
Surah Makkiyyah; surah ke 72: 28 ayat

tulisan arab alquran surat al jinn ayat 1-7bismillaaHir rahmaanir rahiim
(“Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang”)
“1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, 2. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami, 3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan Kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. 4. dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada Kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah, 5. dan Sesungguhnya Kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan Perkataan yang Dusta terhadap Allah. 6. dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. 7. dan Sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,” (al-Jin: 1-7)

Allah Ta’ala berfirman seraya memerinahkan Rasul-Nya agar memberitahu kaumnya bahwa jin juga mendengar al-Qur’an, lalu mereka beriman, membenarkanya dan tunduk patuh kepadanya.
Dimana Allah berfirman: qul uuhiya ilayya annaHus tama’a nafarum minal jinni faqaaluu innaa sami’naa qur-aanan ‘ajaban. yaHdii ilar rusydi (“Katakanlah [hai Muhammad]: ‘Telah diwahyukan kepadaku bahwasannya sekumpulan jin telah mendengarkan [al-Qur’an] lalu mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Qur’an yang menakjubkan, [yang] memberi petunjuk kepada jalan yang benar.’”) maksudnya ke jalan yang lurus dan kesuksesan.
Fa aamannaabiHi walan nusyrika birabbinaa ahadan (“Lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-sekali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rabb kami.”) kedudukan ini sama seperti firman Allah yang artinya: “Dan [ingatlah] ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Qur’an.” (al-Ahqaaf: 29).

Firman Allah: wa annaHuu ta’aalaa jaddu rabbinaa (“dan bahwasannya Mahatinggi kebesaran Rabb kami.”) ‘Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, yakni perbuatan, perintah dan kekuasaan-Nya. sedangkan adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: “Jaddullah berarti karunia dan kekuasaan serta nikmat-Nya yang diberikan kepada makhluk-Nya.”

Firman Allah Ta’ala: mat takhadza shaahibataw walaa waladan (“Dan tidak beristri dan tidak pula beranak.”) Mahatinggi Dia dari pengambilan istri dan anak. Maksudnya jin berkata saat mereka memeluk Islam dan beriman kepada al-Qur’an: “Allah swt. terlepas dari pengambilan istri dan anak.” Lebih lanjut jin-jin itu berkata: wa annaHuu kaana yaquulu safiiHunaa ‘alallaaHi syathathan (“dan bahwasannya siapa yang kurang akal di antara kami dahulu selalu mengatakan [perkataan] yang melampaui batas terhadap Allah.”) Mujahid, ‘Ikrimah, Qatadah dan as-Suddi mengatakan: “SafiiHunaa; yang mereka maksudkan adalah iblis.” Syathathan; as-Suddi mengatakan, dari Abu Malik: Syathathan yakni aniaya.” Ibnu Zaid mengatakan: “Yakni benar-benar dhalim.” Dan mungkin juga yang dimaksud dengan ucapan mereka: “SafiiHunaa; adalah isim jenis bagi setiap orang yang mengaku bahwa Allah mempunyai istri dan anak.”

Oleh karena itu, mereka berkata: “Wa annaHu kaana yaquulu safiiHunaa; (“dan bahwasannya siapa yang kurang akal di antara kami dahulu selalu mengatakan.”) yakni sebelum dia masuk Islam, ‘alallaaHi syathathan (“[Perkataan] yang melampaui batas terhadap Allah.”) yakni perkataan bathil dan mengada-ada. Karenanya, mereka pun mengatakan:
Wa annaa dhanannaa allan taquulal insu wal jinnu ‘alallaaHi kadziban (“Dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-sekali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.”) maksudnya kami tidak pernah mengira manusia dan jin itu mempunyai kecenderungan berbuat dusta kepada Allah Ta’ala dengan menisbatkan istri dan anak kepada-Nya. setelah mendengar al-Qur’an ini dan beriman kepadanya, kami mengetahui bahwa ada di antara mereka yang berbuat dusta terhadap Allah dalam hal tersebut.

Firman Allah: wa annaHuu kaana rijaalum minal insi ya’uudzuuna birijaalim minal jinni fazaaduHum raHaqan (“Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”) maksudnya, kami melihat bahwa kami mempunyai kelebihan atas manusia, karena mereka selalu meminta perlindungan kepada kami di saat mereka singgah di suatu lembah atau tempat yang menakutkan, seperti misalnya padang sahara dan lain-lain, sebagaimana yang menjadi kebiasaan bangsa Arab pada masa jahiliyyah yang melindungkan diri mereka kepada “penguasa jin” di suatu tempat tertentu agar ia tidak menimpakan malapetaka kepada mereka. Sebagaimana jika salah seorang dari mereka memasuki daerah musuh di samping seorang yang besar. Ketika jin-jin itu mengetahui bahwa ketika manusia melindungkan diri kepada mereka karena rasa takut manusia kepada mereka, maka mereka pun semakin menambah rasa takut dan seram serta sifat pengecut sehingga manusia menjadi merasa lebih takut dan lebih sungguh-sungguh dalam melindungkan diri kepada mereka. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Qatadah: fazaaduHum raHaqan (“Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”) yakni dosa. Dan dengan demikian, jin akan semakin berani melawan mereka.

Firman Allah: wa annaHum dhannuu kama dhanantum al lay yab’atsallaaHu ahadan (“Dan sesungguhnya mereka [jin] menyangka sebagaimana persangkaanmu, bahwa Allah sekali-sekali tidak akan membangkitkan seorangpun.”) maksudnya Allah tidak akan pernah mengutus seorang Rasul pun setelah masa ini. Demikian yang disampaikan oleh al-Kalbi dan Ibnu Jarir.

Bersambung ke bagian 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: