Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ma’aarij (4)

16 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ma’aarij (Tempat-tempat Naik)
Surah Makkiyyah; surah ke 70: 44 ayat

Inna ‘adzaaba rabbiHim ghairu ma’muun (“Karena sesungguhnya adzab Rabb mereka tidak dapat orang merasa aman.”) yakni, tidak ada seorang pun dari orang-orang yang memahami perintah Allah yang merasa aman dari siksa itu kecuali yang mendapatkan pemahaman dari Allah Tabaaraka wa ta’ala. Dan firman Allah: walladziina Hum lifuruujiHim haafidhuun (“dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.”) yakni menjaganya dari hal-hal yang haram dan menghindarkan untuk meletakkannya tidak pada apa yang diizinkan oleh Allah Ta’ala.

Oleh karena itu Allah berfirman: illaa ‘alaa azwaajiHim au maa malakat aimaanuHum fa innaHum ghairu maluumiin. Fa manibtaghaa waraa-a dzaalika fa-ulaa-ika Humul ‘aaduun (“Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”) penafsiran ayat ini telah diberikan di awal surah al-Mu’minuun, sehingga tidak perlu diulang kembali di sini.

Firman Allah: walladziina Hum li amaanaatiHim wa ‘aHdiHim raa-‘uun (“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat [yang dipikulnya] dan janjinya.”) maksudnya, jika mereka dipercaya maka mereka akan berkhianat. Jika berjanji, mereka tidak pernah mengingkari. Dan inilah sifat orang-orang mukmin, sedangkan kebalikannya adalah sifat orang-orang munafik.

Walladziina Hum bisyaHaadaatiHim qaa-imuun (“Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.”) yakni orang-orang yang senantiasa menjaga kesaksiannya, tidak memberikan tambahan atau pengurangan padanya serta tidak pula menyembunyikannya, wa may yaktumHaa fa innaHuu aatsimun qalbuHu (“Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya.”)

Firman Allah: walladziina Hum ‘alaa shalaatiHim yuhaafidhuun (“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.”) yakni selalu memelihara waktu, rukun, hal-hal wajib shalat, dan sunnah-sunnahnya. Dimana Dia mengawali firman-Nya dengan menyebut shalat dan mengakhirinya dengan uraian tentang shalat juga. Dan ini menunjukkan perhatian terhadap shalat serta isyarat akan kemuliaannya, sebagaimana yang telah dikemukakan di awal surah al-Mu’minuun.
Oleh karena itu dalam surah tersebut Allah berfirman yang artinya: “Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, [yaitu] yang akan mewarisi surga firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (al-Mu’minuun: 10-11). Sedangkan di dalam surah ini, Dia berfirman: ulaa-ika fii jannaaatim mukramuun (“Mereka itu [kekal] di surga lagi dimuliakan.”) yakni dimuliakan dengan berbagai macam kenikmatan dan kesenangan.

tulisan arab alquran surat al ma'aarij ayat 36-44“36. Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu, 37. dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok. 38. Adakah Setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam syurga yang penuh kenikmatan?, 39. sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani). 40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat, Sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. 41. untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan. 42. Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka, 43. (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), 44. dalam Keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.” (al-Ma’aarij: 36-44)

Allah Ta’ala berfirman seraya mengingkari orang-orang kafir yang hidup pada masa Nabi saw. Mereka ini menjadi saksi bagi beliau dan apa yang dibawa oleh Allah melalui pengutusan beliau, berupa petunjuk dan berbagai macam mukjizat yang luar biasa. Kemudian dengan semua itu mereka justru melarikan diri dan memisahkan diri darinya, berpencar ke kanan dan ke kiri secara bekelompok-kelompok dan bergolongan-golongan.

Famaa lilladziina kafaruu qibala muHthi-‘iin (“Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang kepadamu.”) maksudnya orang-orang kafir yang ada di dekatmu itu wahai Muhammad bergegas melarikan diri darimu? Sebagaimana dikatakan oleh al-Hasan al-Bashri: “MuHthi’iina berarti beranjak.”
‘anil yamiini wa ‘anisy syimaali ‘iziin (“dari kanan dan dari kiri secara berkelompok-kelompok”) bentuk tunggal kata ‘iziin itu adalah ‘izzah yang berarti berkelompok. Dan demikianlah keadaan orang-orang yang melarikan diri. Yakni saat mereka terpecah-pecah dan terpisah-pisah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad mengenai orang-orang yang mengumbar nafsu [ahlu bid’ah]. Mereka adalah orang-orang yang menyelisihi al-Qur’an. Mereka tidak mau sependapat dengannya, tetapi mereka sepakat untuk menyalahinya.

Al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: Famaa lilladziina kafaruu qibala muHthi-‘iin (“Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang kepadamu.”) dia mengatakan: “Ke arahmu mereka melihat.” ‘anil yamiini wa ‘anisy syimaali ‘iziin (“dari kanan dan dari kiri secara berkelompok-kelompok”) dia mengatakan: “Kata al-‘iziin berarti sekelompok orang dari kanan dan dari kiri, dalam keadaan menentang lagi mencemooh.” Qatadah mengatakan: “MuHthi’iin berarti datang bergegas.”
‘anil yamiini wa ‘anisy syimaali ‘iziin (“dari kanan dan dari kiri secara berkelompok-kelompok”) yakni secara berkelompok di sekitar Nabi saw. tidak hendak memahami Kitab Allah dan tidak juga menghendaki Nabi-Nya saw. Dari Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah saw. pernah keluar menemui mereka, ketika itu mereka tengah berada dalam beberapa lingkaran, lalu beliau bertanya: maa lii araakum ‘iziin (“Mengapa aku lihat kalian berkelompok-kelompok?”) diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa-i dan Ibnu Jarir.

Bersambung ke bagian 5

Satu Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ma’aarij (4)”

  1. asep 17 November 2017 pada 20.17 #

    jika mereka dipercaya maka mereka akan berkhianat.
    mungkin maksudnya tidak akan berkhianat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: