Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Qalam (1)

16 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qalam (Kalam)
Surah Makkiyyah; surah ke 68: 52 ayat

tulisan arab alquran surat al qalam ayat 1-7bismillaaHir rahmaanir rahiim
(“Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang”)
“1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, 2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. 3. dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. 4. dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. 5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat, 6. siapa di antara kamu yang gila. 7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-Qalam: 1-7)

Mengenai huruf hijaiyah telah dijelaskan di dalam surah al-Baqarah.
Firman Allah: wal qalami (“Demi kalam”) secara lahiriyah, tampak bahwa ia sejenis dengan pena yang dipergunakan untuk menulis. Seperti pada firman Allah yang artinya: “Bacalah, dan Rabb-mu lah yang Paling Pemurah yang mengajarkan [manusia] dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (al-‘Alaq: 3-5). Yang demikian itu merupakan sumpah dari Allah Ta’ala sekaligus peringatan bagi makhluk-Nya atas apa yang telah Dia anugerahkan kepada mereka, berupa pengajaran tulis-menulis yang dengannya ilmu pengetahuan diperoleh. Oleh karena itu Dia berfirman: wa maa yasthuruuna (“dan apa yang mereka tulis.”) Ibnu ‘Abbas, Mujahid, dan Qatadah mengatakan: “Yakni, apa yang mereka tulis.” Abudh dhuha menceritakan dari Ibnu ‘Abbas: “Wamaa yasthuruuna; berarti dan apa yang mereka kerjakan.”

Firman Allah: maa anta bini’mati rabbika bimajnuuni (“Berkat rahmat Rabbmu, kamu [Muhammad] sekali sekali bukan orang gila.”) maksudnya alhamdulillah engkau bukanlah seorang yang tidak waras seperti yang dikatakan oleh orang bodoh dari kaummu yang mendustakan apa yang engkau bawa kepada mereka, berupa petunjuk dan kebenaran yang nyata, sehingga mereka menyebut dirimu gila karenanya.

Wa innalaka la ajran ghaira mamnuun (“Dan sesungguhnya bagimu benar-benar pahala yang besar yang tiada putus-putusnya.”) yakni bahkan kamu akan mendapatkan pahala yang sangat besar dan balasan yang banyak, yang tidak akan pernah putus dan tidak juga lenyap atas penyampaian risalah yang kamu lakukan kepada manusia dan kesabaranmu atas gangguan yang mereka timpakan kepadamu. Kata ghairu mamnuuni; berarti tidak akan pernah putus. Mujahid mengatakan: “Ghairu mamnuuni berarti tidak terhingga.”

Firman Allah: wa innaka la ‘alaa khuluqin ‘adhiim (“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”) al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: “Sesungguhnya engkau benar-benar berada dalam agama yang agung, yakni Islam.” Demikian juga yang dikatakan oleh Mujahid, Abu Malik, as-Suddi, dan ar-Rabi’ bin Anas. Demikian halnya yang dikatakan oleh adh-Dhahhak dan Ibnu Zaid. ‘Athiyah mengatakan: “Engkau benar-benar berada di dalam etika yang agung.” Ma’mar menceritakan dari Qatadah, ‘Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah saw. maka ia menjawab: “Akhlak beliau adalah al-Qur’an.” Demikianlah hadits ringkas dari hadits yang cukup panjang. Dan itu berarti bahwa Nabi saw. menjadi percontohan al-Qur’an, baik dalam hal perintah, larangan, sebagai karakter sekaligus perangai beliau. Beliau berperangaikan al-Qur’an dan meninggalkan perangai yang beliau bawa sejak lahir. Apa pun yang diperintahkan al-Qur’an, maka beliau pasti akan mengerjakannya, dan apapun yang dilarangnya beliau pun pasti menghindarinya. Dan itu disertai pula dengan apa yang diberikan Allah kepada beliau berupa akhlak yang sangat agung, yaitu rasa malu, pemurah, pemberani, pemberi maaf lagi sabar, serta semua akhlak mulia, sebagaimana yang ditegaskan di dalam kitab ash-shahihain dari Anas, dia berkata: “Aku pernah melayani Rasulullah saw. selama sepuluh tahun, selama itu pula beliau tidak pernah mengatakan: ‘Ah’, sama sekali kepadaku. Dan tidak juga beliau mengomentari sesuatu yang aku kerjakan dengan mengatakan: ‘Mengapa engkau mengerjakan itu?’ dan juga tentang sesuatu yang belum aku kerjakan, dengan mengatakan: ‘Mengapa engkau tidak mengerjakannya?’ Rasulullah saw. adalah orang yang paling baik akhlaknya. Beliau tidak pernah memakai kain bulu yang ditenun dan sutera. Tidak ada yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah saw. Dan aku tidak pernah mencium bau harum dan wangi-wangian yang lebih wangi dari keringat Rasulullah saw.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Ishaq, dia berkata: “Aku pernah mendengar al-Barra’ berkata: ‘Rasulullah saw. adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling baik akhlaknya. Beliau tidak terlalu pendek dan tidak juga terlalu tinggi.’”
Dan hadits yang membahas tentang masalah ini cukup banyak. Dalam masalah ini, Abu ‘Isa at-Tirmidzi memiliki pembahasan khusus dalam kitab asy-Syama-il.

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Aisyah, dia bercerita: “Rasulullah saw. sama sekali tidak pernah memukul pembantunya dengan tangannya dan tidak juga memukul seorang wanita serta tidak juga beliau memukul sesuatu dengan tangannya kecuali jika beliau berjihad di jalan Allah. Dan tidaklah beliau memilih di antara dua hal kecuali beliau akan memilih yang lebih beliau sukai yaitu yang lebih mudah baginya, kecuali dosa. Beliau adalah orang yang paling jauh dari perbuatan dosa. Dan beliau tidak pernah membalas dendam demi diri sendiri karena suatu hal yang ditimpakan kepada beliau melainkan jika hal itu ditujukan untuk merusak kemuliaan-kemuliaan Allah sehingga beliau akan membalas dendam karena Allah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” Dia meriwayatkan hadits itu seorang diri.

Dan firman Allah: fasatubshiru wa yubshiruuna. Bi ayyikumul maftuunu (“Maka kelak kamu akan melihat dan merekapun akan melihat, siapa diantara kamu yang gila.”) maksudnya engkau kelak akan mengetahui hai Muhammad, dan orang-orang yang menentang dan mendustakanmu pun akan mengetahui, siapakah yang gila lagi menyesatkan, engkau ataukah mereka. Yang demikian itu seperti firman Allah: saya’lamuuna ghadam manil kadzdzaabul asyiru (“Dan esok hari mereka akan mengetahui, siapakah yang dusta lagi sombong.”)(al-Qamar: 26) dan juga seperti firman-Nya yang lain: wa innaa au iyyaakum la-‘alaa Hudan au fii dlalaalim mubiiin (“Dan sesungguhnya kami atau kamu, pasti berada di atas petunjuk atau di atas kesesatan yang nyata.”)(Saba’: 24). Ibnu Juraij menceritakan, Ibnu ‘Abbas berkata mengenai ayat ini: “Yakni engkau dan juga mereka pada hari kiamat kelak akan mengetahui.” Sedangkan al-‘Aufi menceritakan dari Ibnu ‘Abbas: “Siapakah di antara kalian yang gila.” Demikian juga yang dikemukakan oleh Mujahid dan lain-lain. Qatadah dan yang lainnya mengemukakan: “Siapakah di antara kalian yang gila, yakni disesatkan oleh syaitan. Kata “maftuun” secara lahiriyah berarti orang yang dihalangi dari kebenaran dan tersesat darinya. Maksudnya huruf “ba” pada firman Allah, bi ayyikum adalah untuk menunjukkan kandungan perbuatan dalam firman Allah: fasatubshiru fa yubshiruuna. Dan pengertiannya adalah, kelak engkau dan mereka akan mengetahui, atau engkau dan juga mereka kelak akan diberitahu, siapakah di antara kalian yang gila. wallaaHu a’lam.

Bersambung ke bagian 2

2 Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Qalam (1)”

  1. Didiet 2 Juli 2015 pada 13.07 #

    Assalaamu’alaikum wr.wb.

    Artikelnya bermanfaat. Hanya saran agar meninjau ulang iklan yang ditayangkan di bawah artikel karena menampilkan gambar yang kurang pantas.
    Kalau perlu pindah ke hosting yang berbayar biar tidak ada iklan

    • untungsugiyarto 2 Juli 2015 pada 16.45 #

      Wa’alaikumus salaam wr.wb.
      Terimakasih atas apreasiasi dan sarannya. Semoga Allah mempermudah dakwah ini. Aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: