Tafsir Ibnu Katsir Surah Nuh (3)

16 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Nuh (Nabi Nuh)
Surah Makkiyyah; surah ke 71: 28 ayat

Dan firman Allah: wallaaHu ambatakum minal ardli nabaatan (“Dan Allah menumbuhkanmu dari tanah dengan sebaik-baiknya.”) ini merupakan isim masdar, dan menggunakannya disini adalah lebih baik. Tsumma yu’iidukum fiiHaa (“Kemudian Dia mengembalikanmu ke dalam tanah.”) yakni jika kalian telah meninggal dunia. Wa yukhrijukum ikhraajan (“dan mengeluarkanmu dengan sebenar-benarnya.”) yakni pada hari kiamat, Dia akan mengembalikan kalian sebagaimana Dia menciptakan kalian pertama kali. wallaaHu ja’alalakumul ardla bisaathan (“Dan Allah menjadikan bumi sebagai hamparan untukmu.”) yakni menghamparkan, membentangkan, meneguhkan, dan mengokohkannya dengan gunung-gunung yang tinggi menjulang lagi kokoh, litaskunuu minHaa subulan fijaajan (“Supaya kamu menempuh jalan-jalan yang luas di bumi itu.”) maksudnya, Dia menciptakannya untuk kalian agar kalian menetap dan melintasi jalanan di sana, kemana saja kalian kehendaki dari penjuru dan belahannya.

Semua itu merupakan rangkaian peringatan Nabi Nuh as. kepada kaumnya mengenai kekuasaan dan keagungan Allah dalam menciptakan langit dan bumi serta nikmat-nikmat-Nya yang diberikan kepada mereka, dimana Dia memberikan berbagai macam manfaat langit dan bumi kepada mereka. Dengan demikian, Dia adalah Sang Pencipta lagi Pemberi rizky, yang telah menjadikan langit sebagai bangunan dan bumi terhampar, Dia juga meluaskan rizky bagi makhluk-makhluk-Nya. Dia-lah Rabb yang wajib diibadahi, diesakan, serta tidak boleh disekutukan dengan suatu apapun, karena tidak ada satu pun yang dapat menandingi-Nya dan tidak juga menyamai-Nya. Dia adalah Rabb yang tidak beristri dan tidak beranak, tidak memiliki wakil dan penasehat, tetapi Dia adalah Rabb Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.

tulisan arab alquran surat nuh ayat 21-24“21. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, 22. dan melakukan tipu-daya yang Amat besar”. 23. dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr.” 24. dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.” (Nuh: 21-24)

Allah Ta’ala berfirman seraya mengabarkan tentang Nuh as. bahwasannya dia mengadu keapda-Nya, sedang Dia Mahamengetahui, tidak ada sesuatu pun luput dari pengetahuan-Nya. Meski Dia telah memberikan penjelasan yang disebutkan terdahulu, juga dakwah yang cukup banyak ragamnya, yang terkadang menggunakan targhib [motifasi] dan terkadang dengan menggunakan tarhib [ancaman], dia mengadukan bahwa mereka telah durhaka, menentang dan mendustakannya serta lebih mengikuti para penghamba dunia dari kalangan orang-orang yang lalai dari perintah Allah dan bersenang-senang dengan kekayaan dan anak. Pada saat yang sama, ia merupakan tahapan dan penangguhan semata, bukan sebagai penghormatan.

Oleh karena itu, Dia berfirman: Wat taba’uu mallam yazidHu maaluHuu wawaladuHuu illaa khasaaran (“dan mereka telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka.”) kata wawaladuHuu; dibaca dengan harakat dlammah dan juga fathah [yakni dengan memberi harakat fathah pada huruf wawu dengan sukun pada lam. Dan fathah pada wawu dan juga lam. Bacaan pertama disampaikan oleh Abu ‘Amar, Ibnu Katsir, Hamzah, an-Nasa-i, dan yang lainnya berpegang pada bacaan kedua]. Dan keduanya saling berdekatan.

Firman Allah: wa makaruu makran kubbaaran (“Dan melakukan tipu daya yang amat besar.”) Mujahid mengatakan: “Kubbaaran artinya agung.” Ibnu Zaid mengatakan: “Kubbaaran artinya besar.” Sedangkan masyarakat Arab biasa mengatakan: “Amrun ‘ajiib” atau “’Ujjaab” dengan menggunakan tasdid maupun tidak, yang keduanya mempunyai makna yang sama.
Dan makna dari firman Allah: wa makaruu makran kubbaaran (“Dan melakukan tipu daya yang amat besar.”) yakni dengan mengikuti mereka sambil melancarkan tipu daya bahwa mereka berada di jalan kebenaran dan petunjuk, sebagaimana yang mereka katakan pada hari kiamat kelak. “Sebenarnya tipu daya pada waktu malam dan siang [yang menghalangi kami], ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” (Saba’: 33)

Oleh karen itu disini Allah berfirman: wa makaruu makran kubbaaran. Wa qaaluu laa tadzarunna aaliHatakum walaa tadzarunna waddaw walaa suwaa’aw walaa yaghuutsa wa ya-‘uuqa wa nasran (“Dan melakukan tipu daya yang amat besar. Dan mereka berkata: ‘Jangan sekali-sekali kamu meninggalkan [penyembahan] ilah-ilahmu dan jangan pula sekali-sekali kamu meninggalkan [penyembahan] Wadd, dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr.”) dan inilah nama-nama beberapa patung yang mereka jadikan sembahan selain Allah.

Al-Bukhari meriwayatkan dari ‘Ibnu ‘Abbas, berhala-berhala yang terdapat pada masa kaum Nuh, di Arab dikenal kemudian. Adapun Wadd merupakan sembahan suku Kalb di Daummatul Jandal. Suwa’ adalah sembahan Hudzail. Dan Yaghuts adalah sembahan suku Murad, kemudian pindah ke Bani Ghathif di lereng bukit yang terletak di kota Saba’.
Sedangkan Ya’uq adalah sembahan Hamdan, dan Nasr merupakan sembahan Himyar, milik keluarga Dzu Kila’. Semuanya itu merupakan nama orang-orang shalih dari kaum Nabi Nuh as. Setelah mereka meninggal, syaitan membisikkan kepada kaum dari orang-orang shalih tersebut agar mereka membuatkan patung-patung mereka di majelis-majelis yang menjadi tempat duduk mereka, yang sekaligus diberi nama dengan nama-nama mereka. Kemudian kaum itupun mengerjakan bisikan syaitan tersebut sehingga ketika orang-orang shalih itu telah wafat [generasi pertama] dan ilmu pun sudah mulai terkikis, maka patung-patung itu pun akhirnya dijadikan sembahan oleh generasi berikutnya.

Bersambung ke bagian 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: