Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ankabuut (1)

30 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ankabuut (Laba-Laba)
Surah Makkiyyah; surah ke 29:69 ayat

tulisan arab alquran surat al ankabuut ayat 1-4bismillaHir rahmaanir rahiim
(“Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang”)
“1. Alif laam miim 2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? 3. dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. 4. ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.” (al-Ankabuut: 1-4)

Huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

Firman Allah Ta’ala: ahasibannaasu ay yut-rakuu ay yaquuluu aamannaa wa Hum laa yuftanuuna (“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi.”) adalah bentuk istifham inkari [pertanyaan yang bersifat mengingkari]. Maknanya, bahwa Allah swt. harus menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai keimanan yang mereka miliki, sebagaiana dijelaskan dalam hadits shahih: “Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal dan seterusnya. Seseorang diuji sesuai dengan agamanya. Jika agamanya semakin kuat, semakin bertambah pula ujiannya.”

Ayat ini sebagaimana firman Allah yang artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Ali ‘Imraan: 142)

Untuk itu di dalam ayat ini Dia berfirman: wa laqad fatannalladziina ming qab-liHim falaya’lamannaallaaHul ladziina shadaquu wa laya’lamannal kaadzibiin (“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”) yaitu orang-orang yang jujur dalam pengakuan keimanannya dari orang-orang yang dusta dalam perkataan dan pengakuannya. Allah Mahamengetahui apa yang telah ada dan apa yang akan ada, apa yang belum ada seandainya ada dan bagaimana adanya. Ini merupakan sesuatu yang disepakati oleh para imam ahlus sunnah wal jama’ah. Ini pula yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas dan selainnya. Pada contoh firman Allah: illa lina’lama (“Kecuali agar Kami mengetahui”)(al-Baqarah: 143). Yaitu kecuali agar Kami melihat. Hal ini disebabkan bahwa penglihatan berkaitan dengan sesuatu yang ada, sedangkan pengetahuan lebih umum daripada penglihatan, karena ia berkaitan dengan sesuatu yang tidak ada dan sesuatu yang ada.

Firman Allah: am hasibal ladziina ya’lamuunas sayyi-ati ay yasbiquunaa saa-a maa yahkumuuna (“Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari [adzab] Kami? Amat buruklah apa yang mereka tetapkan itu.”) yakni, janganlah orang-orang yang [dirinya] tidak masuk dalam keimanan mengira bahwa mereka dapat bebas dari fitnah dan ujian ini. Karena di balik itu, mereka akan mendapatkan hukuman dan siksaan yang lebih dahsyat dan lebih berat. Untuk itu Dia berfirman: am hasibal ladziina ya’lamuunas sayyi-ati ay yasbiquunaa (“Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari [adzab] Kami?”) yaitu akan lepas dari Kami, saa-a maa yahkumuuna (“amat buruklah apa yang mereka tetapkan itu.”) yakni jeleklah apa yang mereka sangka.

tulisan arab alquran surat al ankabuut ayat 5-7“5. Barangsiapa yang mengharap Pertemuan dengan Allah, Maka Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. 6. dan Barangsiapa yang berjihad, Maka Sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. 7. dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka Balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (al-Ankabuut: 5-7)

Allah Ta’ala berfirman: man kaana yarjuu liqaa-allaaHi (“Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah”) yaitu pertemuan di akhirat serta beramal shalih dan mengharapkan pahala melimpah di sisi Allah, maka sesungguhnya Allah akan merealisasikan harapannya itu serta mencukupi amalnya secara lengkap dan sempurna. Karena hal itu tidak mustahil akan terjadi, dan karena Dia Mahamendengar segala doa serta Mahamengetahui setiap kejadian.

Untuk itu Allah berfirman: man kaana yarjuu liqaa-allaaHi fa inna ajalallaaHi la-aatin. Wa Huwas samii’ul ‘aliim (“Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu [yang dijanjikan] Allah itu pasti datang. Dan Dialah yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui.”)

Wa man jaaHada fa innamaa yujaaHidu linafsiHi (“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.”) seperti firman Allah: man ‘amila shaalihan falinafsiHi (“Barangsiapa yang beramal shalih, maka itu adalah untuk dirinya sendiri.”) yakni barangsiapa yang beramal shalih, maka manfaat amalnya itu hanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala Mahakaya [tidak membutuhkan] perbuatan hamba-hamba-Nya. seandainya mereka semua berada di atas hati seseorang yang paling bertakwa di antara mereka, maka hal itu tidak menambah kekuasaan-Nya sedikitpun. Untuk itu Allah Ta’ala berfirman: Wa man jaaHada fa innamaa yujaaHidu linafsiHi innallaaHa laghaniyyun ‘anil ‘aalamiina (“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya [tidak memerlukan sesuatu] dari alam semesta.”)

Al-Hasan al-Bashri berkata: “Sesungguhnya seseorang tetap berjihad, sehari saja di sepanjang tahunnya dia tidak membunuh dengan pedang.” Kemudian, Allah Ta’ala mengabarkan bahwa di samping Mahakaya-Nya Dia dari seluruh makhluk serta kebaktian dan kebaikan-Nya kepada mereka, Dia tetap memberikan pahala kepada mereka dengan sebab amal-amal terbaik yang mereka lakukan. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka sebaik-baik balasan. Dan Dia pun menghapuskan dari mereka amal-amal terburuk yang mereka lakukan serta membalas mereka dengan pahala sesuai kebaikan yang mereka lakukan, Dia menerima kebaikan yang sedikit dari hamba-Nya membalas satu kebajikan dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat dan mengganjar keburukan dengan balasan setimpal atau Dia memaafkan dan menghapusnya. Sebagaimana firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika adaa kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (an-Nisaa’: 40).

Dan disini Allah berfirman: walladziina aamanuu wa’amilush shaalihaati lanukaffiranna ‘anHum sayyi-aatiHim wa lanajziyannaHum ahsanal ladzii kaanuu ya’maluun (“Dan orang-orang yang beriman dan beramal shalih, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”)

Bersambung ke bagian 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: