Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Qashshash (1)

30 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qashshash (Cerita-Cerita)
Surah Makkiyyah; surah ke 28: 88 ayat

tulisan arab alquran surat al qashash ayat 1-6bismillaaHir rahmaanir rahiim
(“Dengan menyebut nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang”)
“1. Thaa Siin Miim 2. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). 3. Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun de- ngan benar untuk orang-orang yang beriman. 4. Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun Termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. 5. dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) 6. dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu.”  (al-Qashash: 1-6)

Huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

Firman Allah Ta’ala: tilka (“Ini”) aayaatul kitaabil mubiin (“adalah ayat-ayat Kitab yang nyata.”) yakni yang tegas, jelas dan mampu mengungkap berbagai hakekat perkara serta mengetahui apa-apa yang telah ada dan apa yang sekarang ada.

Natlu ‘alaika min naba-i muusaa wa fir’auna bil haqqi (“Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar.”) dan ayat seterusnya. Yaitu Kami ceritakan kepadamu urusan yang terjadi padanya seakan-akan engkau menyaksikan langsung atau menghadirinya. Kemudian Allah Ta’ala berfirman: inna fir’auna ‘alaa fil ardli (“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi.”) yakni takabbur, sombong dan dhalim.

Waja’ala aHlaHaa syiya’an (“Dan menjadikan penduduknya berpecah-pecah.”) yakni berkelompok-kelompok. Dia mengatur setiap kelompok sesuai kehendaknya dalam urusan negara.

Yastadl’ifu thaa-ifatam minHum (“Dengan menindas segolongan dari mereka”) yaitu Bani Israil. Padahal saat itu mereka adalah manusia terpilih di zamannya. Hal ini disebabkan raja dhalimm dan otoriter ini telah sewenang-wenang mempekerjakan mereka dalam pekerjaan yang paling hina serta memperbudak mereka siang dan malam untuk kepentingannya dan kepentingan rakyatnya. Di samping itu dia membunuh anak-anak mereka dan mempermalukan istri-istri mereka sebagai penghinaan dan penindasan terhadap mereka serta karena rasa takutnya akan adanya seorang anak yang ditakuti olehnya dan para pejabat kerajaannya, dimana di tangan anak itulah kehancuran dan keruntuhan kerajaannya.

Bangsa Qibthi menerima berita ini dari Bani Israil berkenaan dengan apa yang mereka pelajari dari perkataan Ibrahim al-KhalilullaH. Hal ini terjadi ketika beliau datang ke kerajaan Mesir dan terjadi dialog antara dirinya dengan raja otoriter yang hendak menjadikan Sarah sebagai selir. Lalu Allah melindunginya dari bahaya sang raja serta menghindarkannya dengan ketetapan dan kekuasaan-Nya. Maka Ibrahim memberi kabar gembira kepada puteranya akan lahirnya seorang anak laki-laki dari sulbi dan keturunannya yang menjadi sebab hancurnya kerajaan Mesir. Lalu rakyat Qibthi menceritakan hal itu kepada Fir’aun, hingga Fir’aun berusaha hati-hati terhadap masalah itu dan memerintahkan untuk membunuh anak laki-laki Bani Israil. Akan tetapi kewaspadaannya tidak bermanfaat di hadapan takdir, karena ketentuan Allah jika telah datang, tidak akan ditunda, dan setiap ajal ada ketentuannya.

Untuk itu Allah berfirman yang artinya: “Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. dan telah sempurnalah Perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” (al-A’raaf: 137)
“Demikianlah Kami wariskan hal itu kepada Bani Israil.” (asy-Syu’araa’: 59)

Fir’aun dengan kesanggupan dan kekuatannya hendak menyelamatkan diri dari Musa. Akan tetapi hal tersebut tidak bermanfaat di hadapana kekuasaan Raja Mahabesar [Allah] yang perkara qadar-Nya tidak dapat disangkal dan dikalahkan, bahkan hukumnya akan tetap terlaksana dan qalam-Nya di masa qadim [ketetapan yang tertulis di Lauhul Mahfudz] akan tetap berlaku. Dimana kehancuran Fir’aun akan berada di tangannya. Bahkan, anak laki-laki yang menyebabkan dia berhati-hati dengan keberadaanya dan menyebabkan beribu-ribu anak laki-laki terbunuh, ternyata tumbuh dan berkembang dewasa dalam asuhan dan istananya. Gizinya dari makanannya serta dialah yang mendidik, mengasuh dan mendewasakannya, sedangkan kematian Fir’aun dan kehancuran bala tentaranya ada di kedua tangan anak tersebut, agar Fir’aun tahu bahwa Rabb langit yang tinggi, Dialah yang Mahaperkasa, Yang mengalahkan, Mahaagung, Mahakuat, Mahaperkasa dan Mahadahsyat, dimana apa yang dikehendaki-Nya pasti terwujud dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak terwujud.

Bersambung ke bagian 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: