Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Jumu’ah (5)

7 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Jumu’ah (Hari Jum’at)
Surah Madaniyyah; surah ke 62: 11 ayat

Firman Allah: dzaalikum khilulakum ing kuntum ta’lamuun (“yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”) maksudnya, tindakan kalian meninggalkan jual beli dan keputusan kalian berangkat untuk berdzikir kepada Allah dan melaksanakan shalat adalah lebih baik bagi kalian di dunia dan di akhirat, jika kalian memang mengetahui.

Firman Allah: fa idzaa qudliyatish shalaatu (“Dan jika telah menunaikan shalat.”) artinya telah selesai mengerjakannya. Fantasyiruu fil ardli wabtaghuu min fadl-lillaaHi (“Maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”) ketika Allah melarang mereka berjual beli setelah terdengar suara adzan dan memerintahkan mereka untuk berkumpul, maka Allah mengizinkan mereka setelah selesai menunaikan shalat untuk bertebaran di muka bumi dan mencari karunia Allah Ta’ala.

Firman Allah: wadzkurullaaHa katsiiral la’allakum tuflihuun (“dan berdzikirlah kepada Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”) yakni ketika kalian sedang berjual beli, dan pada saat kalian mengambil dan memberi, hendaknya kalian berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya dan janganlah kesibukan dunia melupakan kalian dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat. Oleh karena itu, di dalam hadits disebutkan: “Barangsiapa masuk ke salah satu pasar, kemudian dia mengucapkan: Laa ilaaHa illallaaHu wahdaHu laa syariikalaHu, laHul mulku walaHul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-ing qadiir [Tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahaberkuasa atas segala sesuatu] maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan dan akan menghapus baginya sejuta keburukan.”
Demikian hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi. Dia mengatakan: “Hadits tersebut gharib.” Dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Mujahid mengatakan: “Seorang hamba tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya sehingga dia mengingat Allah dalam keadaan bediri, duduk, maupun berbaring.”

tulisan arab alquran surat al jumu'ah ayat 11“11. dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik pemberi rezki.” (al-Jumu’ah: 11)

Allah mencela tindakan meninggalkan khutbah pada hari Jum’at untuk mengurus barang dagangan yang datang ke kota Madinah saat itu. Maka Allah berfirman: wa idzaa ra-au tijaaratan au laHwaning fadl-dluu ilaiHaa watarakuuka qaa-iman (“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu sedang berdiri.”) yakni berdiri di atas mimbar seraya berkhutbah. Demikian itulah yang disebutkan oleh para ulama kalangan Tabi’in, di antaranya adalah Abul ‘Aliyah, al-Hasan, Zaid bin Aslam dan Qatadah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir, ia berkata: “Pernah datang satu rombongan perniagaan ke kota Madinah. Ketika itu Rasulullah saw. tengah berkhutbah. Kemudian orang-orang yang mendengar khutbah itu segera keluar sehingga yang tersisa hanya dua belas orang, maka turunlah ayat: wa idzaa ra-au tijaaratan au laHwaning fadl-dluu ilaiHaa (“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya.”)
Demikian yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab ash-Shahihain, dari hadits Salim.
Dan di antara kedua belas orang yang tetap tinggal bersama Rasulullah saw. itu terdapat Abu Bakar dan Umar ra.

Firman-Nya: wa tarakuuka qaaiman (“Dan mereka meninggalkan kamu sedang berdiri [berkhutbah].”) terdapat dalil yang menunjukkan bahwa imam berkhutbah pada hari Jum’at dalam keadaan berdiri.

Imam Muslim telah meriwayatkan dalam shahihnya, dari Jabir bin Samurah, dia berkata: “Nabi saw. menggunakan dua khutbah, dimana beliau duduk di antara kedua khutbah itu. Beliau membaca al-Qur’an dan mengingatkan orang-orang.”

Dan firman Allah Ta’ala: qul maa ‘indallaaHi (“Katakanlah: ‘Apa yang di sisi Alah.’”) yakni berupa pahala yang disediakan di akhirat kelak: khairum minal laHwi wa minat tijaaratin wallaaHu khairur raaziqiin (“Adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan, dan Allah adalah sebaik-baik Pemberi Rizky.”) yakni bagi orang yang bertawakkal kepada-Nya dan mencari rizky pada waktu yang telah ditetapkan.

Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: