Tafsir Ibnu Katsir Surah Ash-Shaff (4)

16 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Ash-Shaff (Barisan)
Surah Madaniyyah; surah ke 61: 14 ayat

tulisan arab alquran surat ash-shaff ayat 10-13“10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? 11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. 12. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.13. dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. ” (ash-Shaff: 10-13)

Telah dikemukakan dalam hadits ‘Abdullah bin Salam, bahwa para shahabat pernah hendak bertanya kepada Rasulullah saw. tentang amal perbuatan yang paling disukai Allah sehingga mereka dapat mengerjakannya. Kemudian Allah menurunkan surah ini, diantara ayat itu: yaa ayyuHalladziina aamanuu Hal adullukum ‘alaa tijaaratin tunjiikum min ‘adzaabin aliim (“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih?”) kemudian Dia menjelaskan perniagaan besar yang dapat mengantarkan kepada tujuan dan menghindarkan bahaya, dengan firman-Nya: tu’minuuna billaaHi warasuuliHii wa tujaaHidu fii sabiilillaaHi bi amwaalikum wa anfusikum dzaalikum khairul lakum ing kuntum ta’lamuun (“Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.”) yakni lebih baik daripada perniagaan dunia dan bersusah payah serta berusaha untuknya saja.

Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman: yaghfirlakum dzunuubakum (“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu.”) yakni jika kalian mengerjakan apa yang Aku perintahkan dan tunjukkan kepada kalian, maka Aku akan ampuni kesalahan dan dosa kalian dan Aku masukkan kalian ke dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”)

Wa ukhraa tuhibbuunaHaa (“Dan [ada lagi] karunia lain yang kamu sukai.”) maksudnya, Aku [Allah] akan memberikan tambahan lain yang kalian sukai, yaitu berupa: nashrum minallaaHi wa fathung qariib (“Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat [waktunya].”) yaitu jika kalian berperang di jalan-Nya dan menolong agamanya, niscaya Dia akan menjamin kemenangan bagi kalian.

Dan firman-Nya: wa fathung qariib (“Dan kemenangan yang dekat.”) maksudnya akan datang dengan segera. Dan tambahan ini merupakan kebaikan dunia yang disertakan dengan kenikmatan akhirat bagi siapa saja yang mentaati Allah dan Rasul-Nya serta menolong Allah dan agama-Nya. Oleh karena itu, Dia berfirman: wa basysyiril mu’miniin (“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”)

tulisan arab alquran surat ash-shaff ayat 14“14. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” (ash-Shaff: 14)

Allah swt. berfirman memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menjadi penolong Allah dalam segala keadaan yang mereka alami, baik melalui ucapan, perbuatan, jiwa, dan harta benda mereka. Dan Dia memerintahkan supaya mereka memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana para pengikut setia ‘Isa putera Maryam memenuhi seruan tersebut ketika ia berkata kepada mereka: man anshaarii ilallaaH (“Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku [untuk menegakkan agama] Allah.”) artinya siapakah yang siap menjadi penolongku dalam berdakwah di jalan Allah. Qaalal hawaariyyuuna (“Pengikut-pengikut yang setia itu”) yakni para pengikut ‘Isa berkata: nahnu anshaarullaaHi (“Kamilah penolong-penolong agama Allah”) maksudnya, kami yang akan menjadi penolongmu dalam menjalankan risalahmu dan menjadi pendukungmu dalam menunaikan hal tersebut. Oleh karena itu, Allah mengutus ‘Isa kepada umat manusia untuk menyeru orang-orang di negeri Syam dari kalangan Bani Isra’il dan Yunani. Demikian pula yang disabdakan Rasulullah saw. pada musim haji: “Siapakah yang akan melindungi diriku sehingga aku dapat menyampaikan risalah dari Rabb-ku karena orang-orang Quraisy telah menghalangi jalanku untuk menyampaikan risalah Rabb-ku?” (diriwayatkan di dalam Musnad al-Imam Ahmad, dari Jabir bin ‘Abdillah)

Sehingga Allah pun menetapkan kaum Aus dan Khazraj dari penduduk Madinah. Mereka membaiat beliau, mendukung dan menjanjikan kepada beliau bahwa mereka akan melindungi beliau dari [siapa pun] bangsa kulit hitam dan kulit merah jika beliau berhijrah kepada mereka. Ketika Rasulullah saw berhijrah kepada mereka bersama para shahabat beliau, mereka menunaikan janji mereka. Oleh karena itu, mereka diberi nama oleh Allah dan Rasul-Nya dengan sebutan Anshar, dan istilah itu menjadi sebutan bagi mereka, semoga Allah meridlai mereka.

Firman Allah: fa aamanat thaa-ifatum mim banii israa-iila wa kafarat thaa-ifatun (“Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan [yang lain] kafir.”) maksudnya, ketika ‘Isa putera Maryam menyampaikan risalah Rabb-nya kepada kaumnya yang juga didukung oleh para penganut setianya, ada segolongan dari Bani Israil yang mendapat petunjuk dengan apa yang dibawanya. Tetapi ada sebagian lainnya yang sesat, sehingga ia keluar dari apa yang dia bawa dan mengingkari kenabiannya seraya menuduh dirinya juga ibunya dengan tuduhan-tuduhan yang keji. Mereka itulah orang-orang Yahudi, mudah-mudahan Allah melaknat mereka sepanjang zaman sampai hari kiamat. Ada juga segolongan pengikutnya yang bersikap berlebihan terhadap dirinya dengan mengangkat dirinya melebihi batas kenabian yang telah diberikan Allah Ta’ala. Kemudian mereka tercerai berai menjadi beberapa kelompok dan golongan. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan, dia termasuk salah satu dari trinitas [bapa, anak dan ruh al-qudus]. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa dia itulah Allah. Dan semuanya itu telah diterangkan secara rinci dalam surah an-Nisaa’.

Firman Allah: fa ayyadnal ladziina aamanuu ‘alaa ‘aduwwiHim (“Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka.”) yakni Kami memberikan pertolongan kepada mereka terhadap golongan-golongan Nasrani yang memusuhi mereka. Fa ashbahuu dhaaHiriin (“lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.”) yakni atas golongan-golongan tersebut, yaitu dengan pengutusan Nabi Muhammad saw. Maka umat Muhammad saw. akan terus tampil membela kebenaran sehingga Allah Ta’a’la mendatangkan perintah-Nya, sedang mereka tetap dalam keadaan seperti itu, dan generasi terakhir mereka akan berperang melawan Dajjal bersama ‘Isa putera Maryam, sebagaimana hal tersebut telah diterangkan secara rinci dalam hadits-hadits shahih. wallaaHu a’lam.

Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: