Dasar-Dasar Psikologis dan Edukatif

3 Jan

Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat; Abdurrahman An-Nahlawi

Model pendidikan Islam memang didasarkan atas perkara yang memang telah Allah ciptakan dalam diri manusia, yaitu kecintaan terhadap kelezatan, kenikmatan, kemewahan, kehidupan yang lestari, serta ketakutan terhadap kepedihan, kecelakaan, dan tempat kembali yang buruk.

Pada dasarnya, manusia dan binatang memiliki ketakutan dan kecintaan sehingga seluruh perilaku kehidupan ini senantiasa berupaya menjauhkan diri dari sesuatu yang dianggap dapat menyakitinya serta berupaya menggapai sesuatu yang dapat membahagiakan dan mendukung kelangsungan hidup speciesnya.

Namun Allah telah membedakan manusia dari binatang melalui kemampuan untuk belajar, merenung, dan memikirkan perkara-perkara yang akan dia hadapi setelah kehidupannya sehingga manusia akan berbuat dan menyiapkan masa depan, dapat membedakan antara yang mudharat dan manfaat.

Contoh yang sangat jelas adalah hasrat untuk menikah dalam diri pemuda yang sudah akil baligh. Namun kemudian ia menyadari bahwa dirinya belum mampu membiayai kehidupan rumah tangga, maka ia menundanya dan tetap tegas menolak kenikmatan di luar nikah. Masyarakat yang terdiri dari orang tua, teman-teman, kerabat dan lain-lain telah membuat pemuda tersebut mewaspadai dampak yang merugikan. Jika dia meraih kenikmatan dengan cara yang tidak disyariatkan atau mempercepat perkawinan padahal ia belum pantas dan layak, dia merasa masyarakat tersebut akan mengadilinya.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: