Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nuur (3)

3 Jan

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nuur (Cahaya)
Surah Madaniyyah; surah ke 24:64 ayat

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 3“3. laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (an-Nuur: 3)

Ini merupakan berita dari Allah bahwa lelaki pezina tidaklah berpasangan kecuali dengan wanita pezina atau manita musyrikah. Yaitu menuruti kehendaknya untuk berzina kecuali wanita pezina durhaka atau wanita musyrikah yang tidak memandang haram perbuatan zina. Demikian pula: waz zaaniyata laa yankihuHaa illaa zaanin (“Dan perempuan berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina.”) yaitu durhaka karena berzina. Au musyrikun (“atau laki-laki musyrik”) yang tidak menganggap zina sebagai perbuatan haram.

Sufyan ats-Tsauri meriwayatkan dari Habib bin Abi ‘Amrah, dari Sa’id bin Jubair, dari ‘Abdullah bin ‘Abbas berkenaan dengan firman Allah: waz zaaniyata laa yankihuHaa illaa zaanin au musyrik (“Dan perempuan berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik.”)

Sanad riwayat ini shahih dari ‘Abdullah bin ‘Abbas. Telah diriwayatkan juga dari beberapa jalur lainnya.

Firman Allah: wa hurrima dzaalika ‘alal mu’miniin (“Dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin.”) yaitu melakukan zina dan menikahi wanita-wanita pelacur atau menikahi wanita baik-baik dengan laki-laki fasik. Abu Dawud ath-Thayalisi meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas berkaitan dengan firman Allah: wa hurrima dzaalika ‘alal mu’miniin (“Dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin.”) ia berkata: “Allah mengharamkan zina atas kaum Mukminin.”

Qatadah dan Muqatil bin Hayyan berkata: “Allah mengharamkan menikahi kaum pelacur.” Masalah ini telah diuraikan sebelumnya.

Firman Allah ini sama dengan firman-Nya: muhshanaati ghaira musaafihaati wa laa muttakhidzaati akhdaan (“Sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan [pula] wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai peliharaannya.” (an-Nisaa’: 25)

Dan firman Allah yang artinya: “Dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak [pula] menjadikan gundik-gundik.” (al-Maidah: 5)

Dari ayat ini, Imam Ahmad berpendapat bahwa tidak sah akad pernikahan seorang laki-laki baik-baik dengan wanita pelacur, selama ia masih berstatus pelacur hingga ia diminta taubat. Jika ia bertaubat, maka akad dinyatakan sah. Jika tidak, maka akad dinyatakan tidak sah. Demikian pula tidak sah akad pernikahan seorang wanita merdeka baik-baik dengan laki-laki fasik pezina hingga ia bertaubat secara benar, berdasarkan firman Allah: wa hurrima dzaalika ‘alal mu’miniin (“Dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin.”)

An-Nasa-i meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Umar, ia berkata: “Tersebutlah kisah seorang wanita bernama Ummu Mahzul, ia adalah seorang pelacur. Kemudian salah seorang shahabat Nabi ingin menikahinya. Lalu Allah menurunkan ayat yang artinya: “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (an-Nuur: 3)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Seorang lelaki pezina yang sudah dicambuk tidak boleh menikah kecuali dengan wanita pezina seperti dirinya.”
Demikian hadits itu diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya.

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Yasar Maula Ibnu ‘Umar ra. ia berkata: Aku bersaksi bahwa aku telah mendengar Salim berkata: ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: Rasulullah bersabda: “Tiga macam manusia yang tidak akan masuk surga dan tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat: anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita tomboy yang menyerupai kaum pria, dan dayyuts. Dan tiga macam manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat: anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, pecandu khamr, orang yang menyebut-nyebut pemberiannya untuk menyakiti orang yang diberi [mannan].”
Hadits ini diriwayatkan oleh an-Nasa-i.

Imam al-Jauhari berkata dalam kitabnya, ash-Shihah fil Lughah: “Dayyuts atau qanza’ adalah orang yang tidak mempunyai rasa cemburu.”
Sebagian ulama mengatakan, bahwa ayat ini mansukh [dihapus hukumnya]. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Sa’id bin al-Musayyab ketika ditanyakan kepadanya tentang ayat yang artinya: “laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik.” Beliau berkata: “Ada yang mengatakan bahwa ayat ini dihapus oleh ayat sesudahnya: wa ankihul ayaamii minkum (“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu.” (an-Nuur: 32)

Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah orang-orang yang sendirian di antara kaum Muslimin.

Demikian pula diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Sallam dalam kitab an-Naasikh wal Mansuukh, dari Sa’id bin al-Musayyab dan ditegaskan pula oleh al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i.

Bersambung ke bagian 4

2 Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nuur (3)”

  1. saddam hussein 18 April 2015 pada 10.59 #

    ass afwan saya bertanya ? katanya menurut sebahagian ulama ayat quran suroh Annur ayat 3 telah di hapuskan hukumnya oleh ayat sebelumnya …. lalu bagaimana ulama syafiyyah menanggapi ayat tersebut. syukron.

    • citra mardiana 17 Januari 2016 pada 17.14 #

      kalo ada tafsir Q.S AN-NUR AYAT 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: