Pengambilan Laba (Untung)

7 Jan

Kajian Fiqih Empat Imam Madzab;
Syekh al-‘Allamah Muhammad bin ‘Abdurrahman ad-Dimasyqi

Menurut Syafi’i: seseorang yang membeli suatu barang diperbolehkan menjualnya kembali dengan harga pokok [harga pembelian] atau boleh juga menjual lebih murah atau lebih mahal, baik kepada penjualnya sendiri maupun kepada orang lain, baik penjualan itu dilakukan sebelum penyerahan uang maupun sesudahnya. Hanafi dan Maliki berpendapat: tidak dibolehkan menjual kembali kepada penjual sendiri dengan harga lebih murah daripada harga pembelian, serta dilakukan sebelum pembayaran pembelian pertama.

Para imam madzab sepakat bahwa seseorang boleh menjual apa saja yang telah dibelinya dengan mengambil laba, asalkan dengan menjelaskan harga pembelian dan banyaknya laba yang dikehendaki. Misalnya, seseorang mengatakan, “Aku jual barang ini kepadamu dengan harga pokok pembelian sekian dan labanya satu dirham setiap sepuluh buah.” Ibn ‘Abbas ra. dan Ibn ‘Umar ra. tidak menyukai penjualan semacam ini. Ishaq bin Rahawaih pun menolak menjual dengan cara demikian.

Para imam madzab sepakat, apabila seseorang membeli suatu barang dengan harga yang tidak kontan, ia boleh dipaksa dengan harga umum. Pembeli pun berhak memilih jika tidak diketahui pembayaran yang tidak kontan. Apabila seseorang membeli sesuatu dari ayahnya atau anaknya, boleh menjualnya dengan mengambil laba.

Hanafi dan Hambali berpendapat: tidak boleh hingga ia menjelaskan dari siapa ia membelinya.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: