Terjemah Al-Qur’an

20 Jan

Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Keberhasilan dakwah sangat tergantung pada kedekatan juru dakwah dengan umatnya. Juru dakwah yang lahir dari suatu lingkungan tentu akan memahami dengan sempurna lorong-lorong kesesatan dan liku-liku kebodohan yang membungkus kaumnya. Ia mengenali jiwa mereka dan pintu-pintu yang harus dilaluinya. Hal ini dapat membuka jiwa mereka untuk menerima ajaran-ajaran dakwah dan mengambil petunjuknya. Komunikasi di antara kedua belah pihak dengan satu bahas merupakan lambang bagi kesamaan komunitas sosial dalam segala bentuk. Dalam hal ini Allah berfirman yang artinya:

“Kami tidak mengutus seorang Rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka.” (Ibrahim: 4)

Al-Qur’an mulia diturunkan kepada Rasul berbangsa Arab dengan bahasa Arab yang jelas. Fenomena ini merupakan tuntutan sosial bagi keberhasilan risalah Islam. Dan sejak saat itu bahasa Arab menjadi satu bagiandari eksistensi Islam dan asas komunikasi penyampaian dakwahnya. Misi Rasul kita adalah kepada umat manusia seluruhnya. Hal ini telah dinyatakan al-Qur’an tidak hanya pada satu tempat, antara lain yang artinya:

“Katakanlah: ‘Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian.” (al-A’raaf: 158)

“Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.” (Saba’: 28)

Benih-benih negara Islam pun tumbuh di jazirah Arab. Tidak diragukan lagi bahwa sebuah bahasa itu hidup dengan kehidupan umat [pemakainya] dan mati dengan kematian umatnya juga. Dengan demikian maka kelahiran negara Islam seperti ini merupakan kehidupan pula bagi bahasa Arab.

Al-Qur’an adalah wahyu Islam dan Islam adalah agama Allah yang difardlukan. Pengetahuan tentang pokok-pokok dan dasar-dasar Islam tidak akan tercapai kecuali jika al-Qur’an itu dipahami dengan bahasanya. Maka arus penaklukan Islam pun mengembang kepada bahasa-bahasa lain non Arab, sehingga bahasa-bahasa itu diarabkan dengan Islam.

Adalah suatu kewajiban bagi setiap orang yang masuk ke dalam naungan negara baru itu untuk menyambutnya dalam bahasa kitabnya secara lahir dan batin sehingga ia dapat menjalankan kewajiban-kewajibannya, dan terjemahan al-Qur’an tidakk diperlukan lagi baginya selama al-Qur’an itu telah diterjemahkan bahasa dan kearabannya menjadi keimanan dan keislaman.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: