‘Aqidah Ahlus Sunnah Berpegang teguh kepada prinsip berserah diri kepada Allah dan kepada Rasul-Nya.

24 Feb

Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah; Yazid bin Abdul Qadir Jawas

‘Aqidah adalah masalah yang ghaib, dan hal yang ghaib itu hanya tegak dan bersandar kepada kepasrahan (taslim) serta keyakinan sepenuhnya (mutlak) kepada Allah (dan Rasul-Nya). maksudnya hal tersebut adalah apa yang diberitakan Allah dan Rasul-Nya wajib diterima dan diyakini sepenuhnya. Taslim merupakan ciri dan sifat kum beriman yang karenanya mereka dipuji oleh Allah, seraya berfirman:

“Alif laam miim. Kitab al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka bertakwa kepada yang ghaib….” (al-Baqarah: 1-3)

Perkara ghaib ini tidak dapat diketahui atau dijangkau oleh akal. Oleh karena itu, ahlus sunnah membatasi diri dalam masalah ‘aqidah kepada berita dan wahyu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Hal ini sangat berbeda dengan ahli bid’ah dan mutakallimin (ahli kalam). Mereka memahami masalah yang ghaib itu dengan berbagai dugaan. Tidak mungkin mereka mengetahui masalah-masalah yang ghaib. Mereka tidak melapangkan akalnya dengan taslim, berserah diri kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tidak pula menyelamatkan ‘aqidah mereka dengan ittiba’ dan mereka menghalangi kaum Muslimin awam berada dalam fitrah yang telah Allah ciptakan bagi mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: