Hukum Bid’ah dalam Agama Islam

24 Feb

Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah; Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Sesungguhnya agama Islam sudah sempurna sejak wafatnya Rasulullah saw. Allah berfirman: “..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridlai Islam itu jadi agama bagimu…” (al-Maa-idah: 3)

Rasulullah saw. telah menyampaikan semua risalah, tidak ada satu pun yang ditinggalkan. Beliau telah menunaikan amanah dan menasehati ummatnya. Kewajiban seluruh ummat mengikuti petunjuk Nabi Muhammad saw. karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad saw. dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan. Wajib bagi seluruh ummat untuk mengikuti beliau dan tidak berbuat bid’ah serta tidak mengadakan perkara-perkara yang baru karena setiap yang baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.

Tidak diragukan lagi bahwa setiap bid’ah dalam agama adalah sesat dan haram, berdasarkan sabda Nabi saw.: “Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perakara baru. Setiap perkara-perkara yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR Abu Dawud)

“Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini, yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak,” (HR Bukhari – Muslim)

Kedua hadits di atas menunjukkan bahwa perkara baru yang dibuat-buat dalam agama ini adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat dan tertolak. Bid’ah dalam agama ini diharamkan. Namun tingkat keharamannya berbeda-beda tergantung jenis bid’ah itu sendiri.

Ada bid’ah yang menyebabkan kekufuran seperti berthawaf keliling kuburan untuk mendekatkan diri kepada penghuninya, mempersembahkan sembelihan dan nadzar kepada kuburan-kuburan itu, berdoa kepada mereka, meminta keselamatan kepada mereka, demikian juga pendapat kalangan Jahmiyyah, Mu’taziah dan Rafidhah.

Ada juga bid’ah yang menjadikan suasana kemusyrikan, seperti mendirikan bangunan di atas kuburan, shalat dan berdoa di atas kuburan, dan mengkhususkan ibadah di sisi kubur.

Ada juga bid’ah yang bernilai kemaksiatan, seperti bid’ah membujang –yakni menghindari pernikahan- puasa sambil berdiri di terik panas matahari, mengebiri kemaluan dengan niat menahan syahwat, dan lain-lain.

Ahlus sunnah telah sepakat tentang wajibnya mengikuti al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman Salafus Shalih, yaitu tiga generasi yang terbaik (shahabat, Tabi’in, Tabi’ut tabi’in) yang disaksikan oleh Nabi saw. bahwa mereka adalah sebaik-baik manusia. Mereka juga sepakat tentang haramnya bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan kebinasaan, tidak ada di dalam Islam bid’ah yang hasanah (bid’ah yang baik).

Ibnu ‘Umar berkata: “Setiap bid’ah adalah sesat, meskipun manusia memandangnya baik.”

Imam Syufyan ats-Tsaury (wafat 161 H) berkata: “Perbuatan bid’ah lebih dicintai iblis daripada kemaksiatan dan pelaku kemaksiatan masih mungkin ia untuk bertaubat dari kemaksiatannya, sedangkan pelaku kebid’ahan sulit untuk bertaubat dari kebid’ahannya.”

Imam Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Ali bin Khalaf al-Barbahari (belau adalah Imam Ahlus Sunnah wal Jam’ah pada zamannya, wafat 329 H) berkata: “Jauhilah setiap perkara bid’ah sekecil apapun, karena bid’ah yang kecil lambat laun akan menjadi besar. Demikian pula kebid’ahan yang terjadi pada ummat ini berasal dari perkara kecil yang remeh yang mirip kebenaran sehingga banyak orang terpedaya dan terkecoh, lalu mengikuti hati mereka sehingga susah untuk keluar dari jeratannya dan akhirnya mendarah daging lalu diyakini sebagai agama. Tanpa disadari, pelan-pelan mereka menyelisihi jalan lurus dan keluar dari Islam.”

Seorang Muslim yang berakal wajib menjauhkan semua perkara bid’ah, karena bid’ah sangat berbahaya. Bid’ah merusak akal, hati, agama, dan menyebabkan perpecahan.
Mudah-mudahan kita diselamatkan dari semua perkara bid’ah kecil maupun besar. Amiiin.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: