Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nuur (9)

24 Mar

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nuur (Cahaya)
Surah Madaniyyah; surah ke 24:64 ayat

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 12-13“12. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” 13. mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi Maka mereka Itulah pada sisi Allah orang- orang yang dusta.” (an-Nuur: 12-13)

Ini merupakan pengajaran dari Allah swt. kepada kaum Mukminin berkaitan dengan kisah ‘Aisyah ra. firman Allah: lau laa (“Mengapakah”) idz sami’tumuuHu (“Di waktu kamu mendengar berita bohong itu”) yaitu tuduhan yang ditujukan kepada Ummul Mukminin, ‘Aisyah ra.

Firman Allah: dhannal mu’minuuna wal mu’minaatu bi anfusiHim khairan (“Orang-orang mukmin dan Mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri”) yakni memisalkan tuduhan semacam itu menimpa diri mereka sendiri. Jika tuduhan semacam ini tidak layak dilayangkan kepada diri mereka, tentunya Ummul Mukminin lebih layak terbebas dari tuduhan itu.

Firman Allah: innalladziina jaa-uu bil ifki ushbatum minkum (“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong adalah dari golonganmu juga.”) yaitu Hasan dan rekan-rekannya yang telah melontarkan tuduhan-tuduhan. Kemudian Allah berfirman: lau laa idz sami’tumuuHu dhannal mu’minuuna wal mu’minaatu bi anfusiHim khairan wa qaaluu Haadzaa ifkum mubiin (“Mengapa sewaktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan Mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan [mengapa tidak] berkata: ‘Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”)

Firman Allah: dhannal mu’minuuna (“Berprasangka [baik] kaum Mukminin”) yaitu mengapa mereka tidak berprasangka baik. Karena Ummul Mukminin lebih berhak mendapat prasangka baik tersebut. Ini berkaitan dengan masalah bathin. Firman Allah: wa qaaluu (“dan mereka berkata”) dengan lisan mereka. Haadzaa ifkum mubiiin (“Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”) yakni dusta yang nyata terhadap Ummul Mukminin, ‘Aisyah ra.

Firman Allah: lau laa, artinya mengapakah. Firman Allah: jaa-uu ‘alaiHi (“Mengapakah mereka [yang menuduh itu] tidak mendatangkan”) bukti atas apa yang mereka katakan itu. Firman Allah: bi arba’ati syuHadaa-a (“empat orang saksi”) yang bersaksi membenarkan tuduhan mereka.
Firman Allah: fa idz lam ya’tuu bisy syuHadaa-i fa ulaa-ika ‘indallaaHi Humul kaadzibuun (“Oleh karena itu, mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.”) yaitu dusta dan fajir dalam hukum Allah.

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 14-15“Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. 15. (ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar.” (an-Nuur: 14-15)

Firman Allah: walau laa fadl-lullaaHi ‘alaikum wa rahmatuHuu fid-dun-yaa wal aakhirati (“Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu semua di dunia dan di akhirat.”) hai orang-orang yang larut dalam menuduh ‘Aisyah, Allah telah menerima taubat dan inayah kalian di dunia dan Allah memaafkan kalian karena keimanan kalian kepada negeri akhirat. Firman Allah: lamassakum fii maa afadl-tum fiiHi ‘adzaaban ‘adhiim (“Niscaya kamu ditimpa adzab yang besar, karena pembicaraanmu tentang berita bohong itu.”) yakni karena kasus tuduhan dusta ini.

Ini berlaku atas orang yang memiliki keimanan, Allah menerima taubatnya karena keimanannya, seperti Misthah, Hassan dan Hamnah binti Jahsy, saudara perempuan Zainab binti Jahsy. Adapun kaum munafik yang larut dalam tuduhan itu seperti ‘Abdullah bin Ubay bin Salul dan kawan-kawannya, mereka tidak termasuk orang yang disebutkan dalam ayat ini, karena mereka tidak memiliki iman dan amal shalih yang dapat mengimbangi kesalahan ini dan yang dapat menolaknya. Demikian pula seluruh perkara yang berkaitan dengan ancaman atas suatu perbuatan tertentu, syaratnya ialah tidak adanya taubat dan amal shalih yang dapat mengimbangi atau menutupinya.

Kemudian Allah berfirman: idz talaqquunaHu bi alsinatikum (“[Ingatlah] di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut”) Mujahid dan Sa’id bin Jubair berkata: “Maksudnya ialah, kalian menyampaikannya dari mulut ke mulut dengan mengatakan: ‘Aku telah mendengarnya dari si Fulan, atau si Fulan telah berkata begini dan begini, sebagian orang menyampaikannya begini dan begini.’”

Firman Allah: wa taquuluuna bi afwaaHikum maa laisa lakum biHii ‘ilmun (“Dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga.”) yaitu kalian mengatakan apa yang tidak kalian ketahui. Wa tahsabuunaHu Hayyinaw wa Huwa ‘indallaaHi ‘adhiim (“Dan kamu menganggapnya sesuatu yang ringan saja. padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”) yakni kalian melontarkan tuduhan yang berat terhadap ‘Aisyah, Ummul Mukminin, kalian mengira tuduhan itu ringan dan mudah. Andaikan ‘Aisyah bukan istri Nabi, tuduhan itu tetap bukanlah urusan yang ringan. Lalu bagaimana pula bilamana ‘Aisyah adalah istri Nabi saw? Sungguh suatu perkara yang sangat besar di sisi Allah menuduh istri Nabi dan Rasul-Nya dengan tuduhan keji.

Dalam sebuah hadits kitab ash-Shahihain disebutkan: “Sesungguhnya seseorang mengucapkan sebuah kalimat yang mendatangkan kemarahan Allah sedang ia tidak menyadari akibatnya, sehingga membuatnya tersungkur ke dalam api neraka lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Ia tidak memperhitungkan baik buruknya ucapan itu.”

Bersambung ke bagian 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: