Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nuur (19)

2 Apr

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nuur (Cahaya)
Surah Madaniyyah; surah ke 24:64 ayat

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 35“35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (an-Nuur: 35)

‘Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan perkataan ‘Abdullah bin ‘Abbas ra. tentang firman Allah: AllaaHu nuurus samaawaati wal ardli (“Allah [pemberi] cahaya [kepada] langit dan bumi”) yakni Allah memberi petunjuk bagi penduduk langit dan di bumi. Ibnu Juraij berkata, Mujahid dan ‘Abdullah bin ‘Abbas berkata tentang firman Allah ini, yakni: yang mengatur urusan di langit dan di bumi, mengatur bintang-bintang, matahari dan bulan.”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. ia berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Cahayaku adalah petunjuk.’” Ini pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Abu Ja’far ar-Razi meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab tentang firman Allah: AllaaHu nuurus samaawaati wal ardli matsala nuuriHii (“Allah [pemberi] cahaya [kepada] langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya”) yaitu orang Mukmin yang Allah resapkan keimanan dan al-Qur’an ke dalam dadanya, lalu menyebutkan permisalan tentangnya, Allah berfirman: AllaaHu nuurus samaawaati wal ardli (“Allah [pemberi] cahaya [kepada] langit dan bumi) Allah memulai dengan menyebutkan cahaya-Nya, kemudian menyebutkan cahaya orang Mukmin: “Perumpamaan cahaya orang yang beriman kepada-Nya.”

Ubay membaca ayat: matsala nuuri man aamana biHii (“Perumpamaan cahaya orang beriman kepada-Nya”) yaitu seorang Mukmin yang Allah resapkan keimanan dan al-Qur’an ke dalam dadanya. Demikian diriwayatkan oleh Sa’id bin Jubair dan Qais bin Sa’ad dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, bahwa beliau membacanya: matsalu nuuri man aamana billaaHi (“Perumpamaan cahaya orangyang beriman kepada Allah.”)

Sebagian qari membacanya: AllaaHu munawwirus samaawaati wal ardli (“Allah penerang langit dan bumi.”) adh-Dhahhak membacanya: AllaaHu nuwwaras samaawaati wal ardla (“Allah yang menerangi langit dan bumi”)

Dalam menafsirkan ayat ini as-Suddi berkata: “Dengan cahaya-Nya langit dan bumi menjadi terang benderang.”

Dalam kitab ash-Shahihain diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas ra. ia berkata: “Apabila Rasulullah saw. bangun tengah malam, beliau berdoa: AllaaHumma lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardli wa man fiiHinna wa lakal hamdu anta qayyuumus samaawaati wal ardli wa man fiiHinna (“Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau adalah cahaya langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Yang Mengatur langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di dalamnya.” (al-Hadits)

Bersambung ke bagian 20

Satu Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nuur (19)”

  1. nandacell8000 30 Oktober 2014 pada 14.26 #

    Jazakallaahu khairon, artikel yang sangat bermanfaat, Aamiin…

    Izin gabung ya, sob…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: