Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nuur (25)

4 Apr

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nuur (Cahaya)
Surah Madaniyyah; surah ke 24:64 ayat

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 45“45. dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (an-Nuur: 45)

Allah menyebutkan kekuasaan-Nya yang Mahasempurna dan kerajaan-Nya yang Mahaagung dengan menciptakan berbagai jenis makhluk dalam bentuk, rupa, warna dan gerak-gerik yang berbeda dari satu unsur yang sama, yaitu air.

Firman Allah: fa minHum may yamsyii ‘alaa bathniHii (“Sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya”) seperti ular dan sejenisnya. Wa minHum may yamsyii ‘alaa rijlaini (“sebagian berjalan dengan dua kaki.”) seperti manusia dan burung. Wa min Hum may yamsyii ‘alaa arba’ (“Sedang sebagian [yang lain] berjalan dengan empat kaki”) seperti hewan ternak dan binatang-binatang lainnya. Oleh karena itu, Allah berfirman: yakhluqu may yasyaa-u (“Allah menciptakan apa yang yang dikehendaki-Nya”) yakni menciptakan dengan kekuasaan-Nya, karena apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Oleh karena itu Allah menutup firman-Nya : innallaaHa ‘alaa kulli syai-in qadiir (“Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”)

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 46“46. Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (an-Nuur: 46)

Allah menegaskan bahwa Dia banyak sekali menurunkan hikmah, hukum dan permisalan yang jelas dan muhkam dalam al-Qur’an ini. Allah swt. mengajak Ulil Albaab, Ulil Bashaa-ir dan Ulin NuHaa supaya memahami dan memikirkannya. Karena itu Allah berfirman: wallaaHu yaHdii may yasyaa-u ilaa shiraatim mustaqiim (“Dan Allah menunjukki siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”)

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 47-52“47. dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan Kami mentaati (keduanya).” kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. 48. dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. 49. tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada Rasul dengan patuh. 50. Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya Berlaku zalim kepada mereka? sebenarnya, mereka Itulah orang-orang yang zalim. 51. Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. 52. dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan[1046].” (an-Nuur: 47-52)

Allah swt. menceritakan karakter kaum munafik yang menampakkan semua yang bertentangan dengan apa yang terselip di dalam hati. Mereka mengatakan dengan lisan mereka: aamannaa billaaHi wa birrasuuli wa atha’naa tsumma yatawallaa fariiqum minHum mim ba’di dzaalika (“Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul, dan kami mentaati [keduanya], kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu.”) ucapan mereka menyelisihi amal perbuatan mereka. mereka mengatakan apa-apa yang tidak mereka lakukan. Oleh karen itu Allah befirman: wa maa ulaa-ika bil mu’miniin (“Sekali-sekali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”)

Firman Allah: wa idzaa du’uu ilallaaHi wa rasuuliHii liyahkuma bainaHum (“Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum [mengadili] di antara mereka.”) yakni jika mereka diminta untuk mengikuti hidayah yang telah diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, mereka berpaling darinya dan menolak untuk mengikutinya dengan sikap sombong.

Firman Allah: wa iy yakul laHumul haqqu ya’tuu ilaiHi mudz’iniin (“Tetapi jika keputusan itu untuk [kemaslahatan] mereka, mereka datang kepada Rasul dengan patuh.”) yakni jika keputusan hukum menguntungkan mereka dan tidak merugikan mereka, maka mereka datang dengan patuh dan taat, itulah makna dari “mudz’iniin”. Jika keputusan hukum tidak menguntungkan mereka, maka mereka pun berpaling darinya dan mengajak untuk berhukum kepada yang tidak haq serta menghendaki agar berhukum kepada selain Rasulullah saw. demi mendukung kebathilan mereka.

Firman Allah: a fii quluubiHim maradlun (“Apakah [ketidak datangan mereka itu karena] dalam hati mereka ada penyakit.”) yakni tidak ada alternatif lain selain hati mereka telah terjangkiti penyakit yang selalu menyertai atau keraguan tentang agama ini telah masuk ke dalam hati mereka atau mereka khawatir Allah dan Rasul-Nya berlaku dhalim dalam menetapkan hukum. Apa pun alternatifnya, tindakan mereka itu merupakan kekufuran yang nyata. Allah Mahatahu tentang mereka semua dan siapa saja yang memiliki karakter seperti itu.

Firman Allah: bal ulaa-ika Humudh dhaalimuun (“Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang dhalim”) yakni pada hakekatnya merekalah orang-orang yang dhalim dan fajir, Allah dan Rasul-Nya terlepas dari apa yang mereka sangka dan perkirakan, yaitu sangkaan akan berlaku dhalim dan curang. Mahasuci Allah dan Rasul-Nya dari hal tersebut.

Kemudian Allah menceritakan sifat kaum Mukminin yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya: innamaa kaana qaulal mu’miniina idzaa du’uu ilallaaHi wa rasuuliHii liyahkuma bainaHum ay yaquulu sami’naa wa atha’naa (“Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami patuh.’”) yakni kami mendengar dan mematuhinya. Oleh sebab itu Allah mensifati mereka sebagai orang-orang yang beruntung, yaitu yang berhasil meraih apa yang diinginkan dan selamat dari apa yang ditakuti. Allah berfirman: wa ulaa-ika Humul muflihuun (“Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”).

Firman Allah: wa may yuthi’illaaHa wa rasuulaHuu (“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya”) Qatadah mengatakan: “Mentaati Allah dan Rasul-Nya dengan mengerjakan segala perkara yang telah diperintahkan dan meninggalkan segala perkara yang telah dilarang, takut kepada Allah terhadap dosa yang telah dilakukannya dan bertakwa kepada-Nya untuk masa yang akan datang.

Firman Allah: fa ulaa-ika Humul faa-izuun (“Maka mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”) yaitu merekalah orang-orang yang menang dan memperoleh segala kebaikan dan aman dari segala keburukan di dunia dan di akhirat.

Bersambung ke bagian 26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: