Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nuur (26)

4 Apr

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nuur (Cahaya)
Surah Madaniyyah; surah ke 24:64 ayat

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 53-54“53. dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: “Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 54. Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling Maka Sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. (an-Nuur: 53-54)

Allah menceritakan perilaku orang munafik yang bersumpah kepada Rasulullah saw. bahwa jikalau beliau memerintahkan mereka keluar berperang, mereka pasti akan berangkat perang. Allah berfirman: qul laa tuqsimuu (“Janganlah kamu bersumpah”) yakni janganlah kamu mengucapkan sumpah. Firman Allah: thaa’atum ma’ruufatun (“Ketaatan yang sudah dikenal”) ada yang mengatakan bahwa maknanya, ketaatan kalian adalah ketaatan yang sudah dimaklumi, yakni sudah diketahui bersama bahwa ketaatan kalian hanyalah ucapan di bibir saja dan tidak akan kalian lakukan. Setiap kali bersumpah, kalian pasti berkata dusta. Seperti yang Allah ungkapkan: it takhadzuu aimaanaHum junnatan (“Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai”)( al-Munaafiquun: 2)

Salah satu watak dan tabiat mereka adalah suka berkata dusta, sampai-sampai dalam perkara yang mereka pilih. Ada yang mengatakan bahwa makna firman Allah: thaa’atum ma’ruufatun (“Kataatan yang sudah dikenal”) yakni hendaklah kalian taat dalam perkara ma’ruf tanpa harus bersumpah seperti halnya kaum Mukminin mentaati Allah dan Rasul-Nya tanpa bersumpah, jadilah seperti mereka.

Firman Allah: innallaaHa khabiirum bimaa ta’maluun (“Sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan”) yaitu Allah mengetahui keadaan kalian, ketaatan sementara dalam hati bertolak belakang meskipun manusia menerimanya, namun al-Khaliq mengetahui segala rahasia dan apa yang tersembunyi. Kemudian Allah mengatakan: qul athii’uullaaHa wa athii’ur rasuula (“Katakanlah: ‘Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul”) yaitu ikutilah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya”)

Firman Allah: fa in tawallau (“Dan jika kamu berpaling”) yaitu berpaling darinya dan meninggalkan ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya. Firman Allah: fa innamaa ‘alaiHi maa hummila (“Maka sesungguhnya kewajiban Rasul hanyalah apa yang dibebankan kepadanya.”) yaitu menyampaikan risalah Ilahi dan menunaikan amanat. Firman Allah: wa ‘alaikum maa hummiltum (“Kewajibanmu adalah apa yang dibebankan kepadamu”) yakni menerimanya, mengagungkannya, dan melaksanakan segala konsekuensinya. Firman Allah: wa in tuthii’uuHu taHtaduu (“Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk”) karena Rasul mengajak kepada jalan yang lurus. Firman Allah: wa maa ‘alar rasuuli illal balaaghul mubiin (“Dan tidaklah kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan [amanat Allah] dengan terang”) sama seperti firman Allah yang artinya: “Karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan, sedang Kamilah yang menghisab amalan mereka.” (ar-RA’du: 40)

tulisan arab alquran surat an nuur ayat 55“55. dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (an-Nuur: 55)

Ini adalah janji Allah kepada Rasul-Nya bahwa Dia akan menjadikan umat ini sebagai khalifah di muka bumi, yaitu menjadi pemimpin umat manusia dan penguasa mereka. di tangan mereka lah negeri-negeri akan menjadi baik. Umat manusia tunduk kepada mereka. dan Dia benar-benar akan merubah [keadaan] mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, menjadi hakim di tengah manusia. Allah swt. telah melaksanakan janji ini, segala puji dan karunia hanyalah milik-Nya. Dalam kitab ash-Shahih diriwayatkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah membentangkan bumi kepadaku sehingga aku dapat melihat belahan timur dan belahan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai belahan bumi yang telah dibentangkan kepadaku itu.”

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Samurah ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Urusan manusia akan senantiasa berjalan [dengan baik] selama diperintah oleh dua belas pemimpin.” Lalu beliau mengucapkan perkataan yang samar kudengar, lalu kutanyakan kepada ayahku tentang apa yang diucapkan Rasulullah saw. tadi. Ayahku berkata: kulluHum min Quraisyin (“Seluruhnya dari suku Quraisy”) hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.

Hadits ini merupakan dalil bahwa pasti akan muncul dua belas khalifah yang adil. Mereka bukanlah dari Syi’ah Itsna ‘Asyariyah, karena banyak dari mereka tidak berada di atas petunjuk. Adapun dua belas khalifah ini seluruhnya berasal dari suku Quraisy, mereka memerintah dan berlaku adil.

Kabar gembira tentang mereka telah disebutkan dalam kitab-kitab suci terdahulu. Kemudian tidak menjadi syarat bahwa kemunculan mereka secara berurutan, namun bisa jadi berurutan dan bisa pula tidak berurutan. Empat dari mereka telah muncul secara berurutan. Mereka adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian ‘Umar, lalu ‘Utsman, kemudian ‘Ali ra. Kemudian terputus selama masa tertentu kemudian akan muncul lagi pada masa yang dikehendaki Allah, kemudian muncul pula sisanya pada waktu yang hanya Allah yang tahu. Di antaranya adalah al-Mahdi yang nama kun-yahnya sama persis dengan kunyah Rasulullah saw. Dia akan memenuhi dunia ini dengan keadilan yang sebelumnya telah dipenuhi oleh kedhaliman dan kesewenang-wenangan.

Imam Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmdizi dan an-Nasa’i telah meriwayatkan dari hadits Sa’id bin Juhman, dari Safinah maula Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: “Khilafah setelahku akan bertahan selama tigapuluh tahun. Kemudian akan muncul kerajaan turun-temurun.”

Bersambung ke bagian 27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: