Al-Hasyr ( Pengumpulan Makhluk ) (2)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

Dan seperti yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: “Bahwasannya pernah ada seseorang yang bertanya kepada Nabi: ‘Wahai Nabi Allah, bagaimana mungkin orang kafir itu diseret dengan mukanya? Beliau menjawab: “Bukankah Dzat yang menjadikan dirinya bisa berjalan dengan kedua kakinya didunia, mampu untuk menjadikan dirinya berjalan dengan mukanya pada hari kiamat!?. Berkata Qatadah, salah seorang perawi hadits; ‘Benar, demi Kemulian Rabb kami’. (HR Bukhari no: 6042. Dalam Bab: Kaifal Hasyr.)

Selaras dengan ini, adalah haditsnya Abu Hurairah dimuka, bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: ((يحْشَرُ النَّاسُ عَلَى ثَلَاثِ طَرَائِقَ رَاغِبِينَ رَاهِبِينَ وَاثْنَانِ عَلَى بَعِيرٍ وَثَلَاثَةٌ عَلَى بَعِيرٍ وَأَرْبَعَةٌ عَلَى بَعِيرٍ وَعَشَرَةٌ عَلَى بَعِيرٍ وَتحْشُرُ بَقِيَّتَهُمْ النَّارُ تَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا وَتَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا وَتُصْبِحُ مَعَهُمْ حَيْثُ أَصْبَحُوا وَتُمْسِي مَعَهُمْ حَيْثُ أَمْسَوْا )) [ رواه البخاري ومسلم ]

“Manusia akan di kumpulkan (pada hari kiamat) menjadi tiga golongan, mereka semua berada dalam rasa harap dan cemas. (ada yang) Dua orang naik onta, tiga orang naik onta, empat orang naik onta, dan sepuluh orang naik onta. Sisanya akan digiring oleh neraka, panasnya akan mengiringi qailulah (Tidur sejenak diwaktu siang) mereka dimana mereka tidur, ia akan mengiringi menginap dimana mereka mendapati tempat menginap, dan ia akan terjaga di mana mereka bangun dari tidurnya, dan ia akan berjalan mengiringi kemanapun mereka pergi”. (HR Bukhari no: 6041. Dalam bab: Kaifal Hasyr. Muslim no: 5105. Dalam bab: Fanaai Dunya wa Bayanil Hasyr Yaumal Qiyamah.)

Adapun orang-orang yang beriman maka mereka berharap, sedangkan para pendosa maka mereka tercekam dalam kegundahan, dan orang-orang kafir merekalah orang-orang yang merugi dengan siksa api neraka.

 Mereka semua akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang kaki belum dikhitan.

Hal itu, sebagaimana yang ditegaskan dalam haditsnya Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan: “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( تُحْشَرُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ النِّسَاءُ وَالرِّجَالُ جَمِيعًا يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالَ  يَا عَائِشَةُ الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ )) [ رواه البخاري ومسلم ]

“Mereka semua akan dikumpulkan dalam keadaan bertelanjang kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan. Maka saya tanyakan pada beliau: “Wahai Rasulallah, laki dan perempuan, nanti mereka akan saling melihat auratnya satu sama lain? Beliau mengatakan: ‘Wahai Aisyah, perkaranya lebih besar, dari hanya sekedar melihat auratnya satu sama lain”. (HR Bukhari no: 6046. Dalam Bab: Kaifal Hasyr. Muslim no: 5102. Dalam Bab: Fanaai Dunya wa Bayanil Hasyr Yaumal Qiyamah.)

 Setelah mereka sampai dipadang Mahsyar, maka turun perintah agar mereka menunggu sambil berdiri.

Allah Azza wa jalla berfirman yang artinya:

“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Allah, Tuhan semesta alam?. (QS al-Muthaffifiin: 4-6).

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya”. (QS ash-Shaffaat: 24).

 Mereka terus demikian keadaannya tanpa berubah sampai datangnya Sang Pemutus yaitu Allah Tabaraka wa ta’ala.

Hal itu, seperti yang digambarkan dalam ayat, dimana Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُم بِحُكۡمِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡعَلِيمُ ﴾ [سورة النمل : 78]

“Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (QS an-Naml: 78).

Juga berdasarkan firmanNya Azza wa jalla:

قال الله تعالى : ﴿ وَٱللَّهُ يَقۡضِي بِٱلۡحَقِّۖ وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَقۡضُونَ بِشَيۡءٍۗ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ﴾ [سورة غافر: 20]

“Dan Allah menghukum dengan keadilan, dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum mereka dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS Ghaafir: 20).

 Waktu Mereka untuk menunggu adalah selama Lima Puluh ribu tahun sambil berdiri.

Hal itu berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita: “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولُ الله صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ )) [رواه مسلم ]

“Tidaklah, seorang yang mempunyai harta emas dan perak yang tidak ia tunaikan kewajibannya (tatkala didunia) melainkan pada hari kiamat kelak akan dibuatkan baginya seterika dari lempengan neraka yang dicelup kedalam nereka, lalu diseterikakan kesamping kiri dan kanan, serta punggungnya. Apabila telah dingin maka dikembalikan lagi seperti semula, pada suatu hari yang sama dengan Lima puluh ribu tahun lamanya, hal itu dialami sampai diputuskan perkaranya para hamba (Oleh Allah) sehingga dia dapat melihat jalannya, apakah ke surga atau ke neraka”. (HR Muslim no: 1647. Dalam Bab: Itsmi Maani’iz Zakat.)

Dalam terusan hadits di atas dikatakan:

قَالَ رَسُولُ الله صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : (( مَا مِنْ صَاحِبِ إِبِلٍ وَلَا بَقَرٍ وَلَا غَنَمٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ بُطِحَ لَهَا بِقَاعٍ قَرْقَرٍ تَطَؤُهُ بِأَخْفَافِهَا وَأَظْلَافِهَا وَتَعَضُّهُ بِأَفْوَاهِهَا كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ أُولَاهَا رُدَّ عَلَيْهِ أُخْرَاهَا فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ )) [ رواه مسلم ]

“Tidaklah, seorang yang mempunyai harta onta, atau sapi dan kambing yang dia tidak tunaikan kewajibannya (ketika didunia) melainkan pada hari kiamat kelak mereka semua akan menginjak-injak mencakar serta menginggitnya, tatkala sembuh yang pertama maka dikembalikan seperti semula. Pada hari yang sama dengan Lima puluh ribu tahun lamanya, hal itu sampai diputuskan perkaranya para hamba (oleh Allah) sehingga pada akhirnya dia melihat jalannya, apakah ke surga atau ke neraka”. (HR Muslim no: 1647. Dalam Bab: Itsmi Maani’iz Zakat.)

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: