Iman Kepada Hari Kemudian (1)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

Yang dimaksud beriman kepada hari akhri yaitu mengilmui dengan setiap perkara yang berkaitan dengan kejadian setelah kematian seorang hamba sambil dibarengi keyakinan yang sempurna.

Dan keimanan ini mencakup berbagai aspek, serta gambaran garis besarnya, mulai dari adanya siksa dan nikmat kubur, hari kebangkitan, berkumpul dipadang mahsyar, penghitungan semua amal, pembalasan, pembagian kitab, timbangan, telaga, melewati shirat, surga dan neraka. Dan gambaran globalnya dari itu semua, yaitu:

1. Kewajiban setiap muslim, tanpa terkecuali. Dituntut untuk mengetahui serta menyakini, bahwa didalam kubur nanti ada nikmat maupun siksa bagi penghuninya.

Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: “Bahwa Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قَالَ رَسُولُ الله ِصَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّار ِ )) [رواه الترمذي وضعفه الألباني].

“Sesungguhnya kubur itu tak ubahnya, bagaikan taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka”. (HR Tirmidzi no: 2384. Bab: Maa Ja’a fii Shifati Awaanil Haudh. Dan hadits ini dilemahkan oleh al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi no: 2460.)

Adapun hadits diatas, walaupundi katakan lemah oleh para Ulama, akan tetapi maknanya shahih, hal itu sebagaimana yang telah di tunjukan oleh al-Qur’an serta hadits shahih lainnya dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan cukup satu saja sebagai bukti akan keabsahan pernyataan diatas, yaitu firman Allah Ta’ala:

قال الله تعالى : ﴿ وَحَاقَ بِ‍َٔالِ فِرۡعَوۡنَ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ ٤٥ ٱلنَّارُ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا غُدُوّٗا وَعَشِيّٗاۚ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدۡخِلُوٓاْ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ أَشَدَّ ٱلۡعَذَابِ ﴾ [غافر : 45-46]

“Dan Fir’aun beserta kaumnya (mereka) dikelilingi oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. (QS Ghaafir: 45-46).

2. Adalah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai teladan kita, beliau biasa dalam do’anya berlindung kepada Allah dari adzab kubur.

Hal itu sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibunda kaum Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam sebuah hadits shahih yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa pernah pada suatu hari ada seorang wanita Yahudi berkunjung kerumahnya, kemudian disela-sela pembicaraanya, wanita tersebut menyebut masalah adzab kubur. Maka Aisyah mengatakan padanya semoga Allah melindungimu dari adzab kubur.
Tatkala Rasulallah datang, maka Aisyah menanyakan kepada beliau tentang adzab kubur. Dan beliau menjawab; ‘Ia, adzab kubur itu ada’.

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضَيَ اللهُ عَنْهَا :(( فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ)) [رواه البخاري]

Aisyah mengatakan: “Tidak pernah saya melihat Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sebuah sholat melainkan pasti meminta perlindungan kepada Allah dari adzab kubur”. (HR Bukhari no: 1372. di dalam Bab: Maa ja’a fii Adzabil Qobri.)

3. Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga menekankan umatnya agar berlindung dari adzab kubur.

Seperti yang ditegaskan dalam haditsnya Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam sebuah haditsnya. Diriwayatkan dari Aisyah bahwasannya Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh umatnya agar mereka berlindung dari adzab kubur. (HR Bukhari no: 1050. di dalam Bab: at-Ta’awudz min Adzabil Qobri.)

4. Adanya hadits shahih yang mengabarkan pada kita sebagian orang yang mendapat adzab kubur.

Dalam sebuah hadits yang shahih dari Rasulallah, mengabarkan kepada kita beberapa orang yang akan mendapat adzab kubur, diantaranya;
Haditsnya Abu Ayub Radhiyallahu ‘anhu. Diriwayatkan darinya, di mana beliau menceritakan:

((خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ , قَدْ وَجَبَتْ الشَّمْسُ فَسَمِعَ صَوْتًا فَقَالَ يَهُودُ تُعَذَّبُ فِي قُبُورِهَا)) [رواه البخاري] .

“Pada suatu hari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar tatkala matahari hampir tenggelam, lalu beliau mendengar ada suara, maka beliau bersabda: ‘(Itu adalah suaranya) orang Yahudi yang sedang diadzab di dalam kuburnya”. (HR Bukhari no: 1375. di dalam Bab: at-Ta’awudz min Adzabil Qobri. )

Dalam hadits yang lain, dijelaskan dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan; ‘Bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati dua kuburan yang penghuninya sedang diadzab, maka beliau bersabda:

فَقَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : (( إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا )) [ رواه البخاري ] .

“Seunggguhnya kedua penghuni kubur ini sedang diadzab, tidaklah mereka diadzab dalam permasalahan yang besar. Adapun yang pertama, dia diadzab karena dirinya tidak menutup aurat ketika sedang kencing. Sedangkan yang satunya lagi, maka dia diadzab karena senang mengadu domba”. Kemudian beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah, lalu membelah menjadi dua, dan meletakkan diatas tiap kubur tadi. Maka para Sahabat merasa heran dengan tindakan Rasulallah, sehingga mereka bertanya: “Ya Rasulallah, kenapa engkau lakukan ini? Semoga Allah meringankan adzabnya selagi pelepah kurma ini belum kering, jawab beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam”. (HR Bukhari no: 1361. di dalam Bab: al-Jariid ‘alal Qobri.)

Itu beberapa bukti adanya siksa kubur bagi penghuninya. Sedangkan diantara nikmat kubur yang akan diperoleh adalah, seperti yang telah datang penjelasannya dalam haditsnya Abu Darda radhiyallahu ‘anhu. Yang isinya menyatakan bahwa tidak ada seorang manusiapun, tanpa terkecuali, baik laki maupun perempuan, ketika mereka meninggal dunia, kemudian dikubur melainkan ruhnya akan langsung dikembalikan kedalam jasadnya, begitu selesai acara pemakaman.

Lalu datanglah dua orang malaikat, yang kemudian keduanya mendudukannya dan menanyakan padanya empat pertanyaan:
Pertanyaan pertama: Siapa Rabbmu?.
Yang kedua: Apa agamamu?.
Yang ketiga: Siapa Nabimu?
Dan yang keempat: Dari mana kamu memperoleh jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas.

Jika seandainya dia mampu menjawab keempat pertanyaan tersebut, maka Allah Ta’ala dengan cepat segera memberitahu tentang keberhasilan dalam ujian yang baru saja dikerjakannya. Setelah itu, Allah Ta’ala menyuruh para malaikat agar memberikan padanya enam hadiah sekaligus, sedang dia masih berada di dalam kuburnya. Enam hadiah tersebut yaitu:
Pertama: Kasur dari surga.
Kedua: Pakaian dari surga.
Ketiga: Dibukakan baginya pintu menuju surga, sehingga bau surga datang mengalir semerbak kedalam kuburnya, lalu di perlihatkan padanya keindahan surga dan para penduduknya serta segala macam isi yang ada di dalamnya.
Keempat: Berita gembira, kalau dirinya telah mengantongi tiket masuk surga serta termasuk sebagai calon tetap penghuni surga sedangkan ia masih di dalam kuburnya.
Kelima: Diluaskan kuburnya sejauh mata memandang.
Keenam: Kuburnya diterangi dengan cahaya yang terang benderang.

Bersambung ke bagian 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: