Iman Kepada Hari Kemudian (2)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

Untuk lebih jelaskan simaklah hadits berikut ini. Dari Baraa’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaih wa sallam pernah menyebutkan seorang hamba yang beriman apabila telah dipendam didalam kuburnya, beliau menceritakan:

فَقَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : (( فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ؟.فَيَقُولُ رَبِّيَ اللهُ . فَيَقُولاَنِ لَهُ مَادِينُكَ؟ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ . فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ؟ . فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللهِ r . فَيَقُولاَنِ لَهُ وَمَا عِلْمُكَ؟ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ اللهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ. فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ أَنْ صَدَقَ عَبْدِي فَافْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ . قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ . وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ , فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ ؟. فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ ، فيقُولُ : رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي )) [رواه أحمد، وأبو داود وصححه الألباني]

“Maka ruh orang tersebut dikembalikan kedalam jasadnya, lalu datanglah dua malaikat, kemudian keduanya mendudukannya, dan bertanya:
Siapa Rabbmu? Ia menjawab; ‘Rabbku adalah Allah’. Keduanya bertanya lagi; ‘Apa agamamu? Agamaku Islam, jawabnya. Siapa orang ini yang telah diutus ditengah-tengah kalian? Dia adalah Rasulallah. Apa dasarmu? Saya membaca di al-Qur’an maka saya beriman dengannya dan membenarkannya.
Setelah selesai, dan dia mampu menjawab semua pertanyaan tadi, maka terdengar suara dari langit, Sesungguhnya benar apa yang dikatakan oleh hambaKu, berilah ia kasur dari surga, pakaikan padanya pakaian dari surga, lalu bukakan baginya pintu menuju surga.

Kemudian datanglah bau surga serta keindahannya, dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah seorang laki-laki yang bagus rupanya, berpakaian indah dan berbau wangi dan mengatakan padanya; ‘Kabar gembira dengan segala yang menyenangkanmu, inilah hari yang telah dijanjikan padamu. Ia bertanya pada orang tersebut; ‘Siapa kamu, duhai orang yang wajahnya membawa kebaikan?. Saya adalah amal sholehmu, jawabnya. Lantas ia berdo’a; ‘Ya Allah, segera tegakkan hari kiamat sampai kiranya saya bisa kembali pada keluarga dan hartaku”. (HR Ahmad di dalam Musnadnya no: 17803, 37/490. Dan Abu Dawud no: 4127 di dalam Bab: Fiil Mas’alah fiil Qobri. Hadits ini dinyatakan Shahih oleh Syaikh al-Bani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Dawud no: 4753.)

Sedangkan adanya adzab kubur, maka hal ini telah dijelaskan dalam haditsnya Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, dikatakan bahwasannya tidaklah seorangpun baik kafir maupun munafik, laki maupun perempuan yang meninggal dunia, kemudian di pendam didalam kuburnya melainkan pasti akan dikembalikan ruh kedalam tubuhnya, langsung setelah selesai acara pemakamannya.
Lalu datanglah di dalam kuburnya dua malaikat, lantas keduanya mendudukannya dan bertanya sama seperti pertanyaan-pertanyaan diatas. Namun apabila dirinya tidak mampu menjawab dari pertanyaan tersebut, maka Allah Ta’ala segera memberitahu tentang kegagalannya, dan memerintahkan agar ia diberi empat hal. Tahukah kalian apa empat hal tersebut? yaitu:
Pertama: Pakaian dari neraka.
Kedua: Dibukakan pintu dari kuburnya menuju neraka, sehingga panas dan hawa neraka masuk ke dalam kuburnya.
Ketiga: Dipersempit kuburnya, sampai-sampai meremuk seluruh tulang-belualngnya.
Keempat: Kabar buruk sedangkan ia didalam kuburnya, baginya setempel calon penduduk neraka.

Hal itu sebagaimana yang tercantum di dalam haditsnya Baraa’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentang orang kafir apabila telah dipendam dalam kuburnya. Beliau bersabda:

فَقَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : ((فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ ، وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ . فَيَقُولاَ نِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِي. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا دِينُكَ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي. فَيَقُولاَنِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ؟. فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي. فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ. فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ. وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ .فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ .فَيَقُولُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ ؟ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ )) [ رواه أحمد، وأبو داود، وصححه الألباني]

“Lalu setelah itu, ruhnya di kembalikan kedalam tubuhnya. Datanglah dua malaikat, lantas mendudukkannya, dan bertanya: “Siapa Rabbmu? Dia menjawab: “Hah..hah saya tidak tahu”. Keduanya bertanya lagi: “Apa agamamu? Dia masih menjawa: ” Hah..hah saya tidak tahu”. Siapa laki-laki ini yang telah diutus diantara kalian? Hah..hah saya tidak tahu, jawabnya.
Maka terdengar suara dari langit, sungguh dusta apa yang ia ucapkan, berilah dia kasur dari neraka, bukakan untuknya pintu neraka. Lalu merembaslah hawa, bau dan panasnya neraka kedalam kuburnya. Kuburnya menjadi sempit sehingga tulang belulangnya menjadi remuk. Dalam keadaan seperti itu, datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk, pakaiannya jelek, dan baunya busuk, sembari mengatakan: ‘Kabar untukmu yang telah berbuat buruk, inilah hari yang dulu pernah dijanjikan padamu”. Siapa kamu, wajahmu mendatangkan keburukan? Tanyanya. Sayalah amalan burukmu, jawab orang tersebut. Maka iapun berdo’a: ‘Ya Allah, tangguhkanlah kiamat itu”. (HR Ahmad di dalam Musnadnya no: 17803, 37/490. Dan Abu Dawud no: 4127 di dalam Bab: Fiil Mas’alah fiil Qobri. Hadits ini dinyatakan Shahih oleh Syaikh al-Bani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Dawud no: 4753.)

Saudaraku semoga Allah merahmati kalian. Manusia didalam kegelapan kubur berada diantara dua hal, mendapat nikmat atau adzab. Hal itu sampai tegak hari kiamat kelak, dan apabila kiamat telah datang maka Allah Ta’ala mengembalikan ruh mereka kedalam tubuhnya ketika berada didunia, setelah itu Allah lalu menghidupkan mereka. Sebagaimana yang tersirat dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالى : ﴿ ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴾ [سورة الحج: 6]

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah ilah yang benar dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS al-Hajj: 6).

Dalam hadits disebutkan, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Saya pernah mendengar Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ يَقُوْلُ: (( ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوِ الظِّلُّ فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ )) [ رواه مسلم ]

“Kemudian Allah menurunkan hujan seperti gerimis atau deras maka hujan tersebut menumbuhkan jasad manusia”. (HR Muslim no: 7568. Dalam Bab: Fii Khurujul Dajjal.)

Inilah beberapa fase perjalanan seorang manusia setelah kematiannya lalu dikubur hingga ia dibangkitkan dan dikumpulkan oleh Allah Ta’ala sehingga ia mengetahui, apakah sebagai penghuni surga atau neraka:

 Apabila Allah telah menghendaki agar manusia hidup kembali, maka Dia menyuruh bumi menghimpun mereka agar keluar dari dalam kuburnya.

Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمۡ دَعۡوَةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ إِذَآ أَنتُمۡ تَخۡرُجُونَ ﴾ [سورة الروم: 25]

“Kemudian apabila Dia memanggil kalian sekali panggil dari bumi, maka seketika itu (juga) kamu keluar (dari dalam kubur)”. (QS ar-Ruum: 25).

Dalam ayat yang lain Allah Azza wa jalla berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَٱسۡتَمِعۡ يَوۡمَ يُنَادِ ٱلۡمُنَادِ مِن مَّكَانٖ قَرِيبٖ ٤١ يَوۡمَ يَسۡمَعُونَ ٱلصَّيۡحَةَ بِٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُرُوجِ ٤٢ إِنَّا نَحۡنُ نُحۡيِۦ وَنُمِيتُ وَإِلَيۡنَا ٱلۡمَصِيرُ ٤٣ يَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلۡأَرۡضُ عَنۡهُمۡ سِرَاعٗاۚ ذَٰلِكَ حَشۡرٌ عَلَيۡنَا يَسِير ﴾ [سورة ق : 41-44]

“Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar (darid dalam kubur). Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk). (Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami”. (QS Qaaf: 41-44).

 Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang pertama yang bangkit dari kuburnya.

Seperti tercantum dalam hadits shahih, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: “Rasulallahu Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ « أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ» [رواه مسلم ] .

“Aku adalah penghulu anak cucu Adam, Pada hari kiamat kelak. Aku adalah orang pertama yang dibangkitkan dari dalam kubur, dan orang pertama yang meminta syafa’at dan diizinkan memberi syafa’at”. (HR Muslim no: 6079. Di dalam Bab: Tafdhil Nabiyuna ‘ala Jami’il Khalaaiq.)

Bersambung ke bagian 3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: