Kenikmatan Penduduk Surga (1)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

 Ketika penduduk surga telah tinggal disana, mereka mendapatkan kenikmatan yang kekal, seperti:

1. Mereka menjumpai rasa aman yang sempurna, sebagaimana yang dijelaskan dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٖ ﴾ [سورة الدخان: 51]

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman”. (QS adh-Dhukhaan: 51).

2. Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan menjaganya. Sebagaimana yang tertera dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ ﴾ [سورة الأنعام: 82]

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan keimanannya dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS al-An’aam: 82).

3. Tidak ada rasa aman sejati melainkan disurga. Seperti yang tersirat dalam beberapa firman Allah Ta’ala, berikut ini:

“(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”. (QS al-Hijr: 46).

Dalam firmanNya yang lain Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَهُمۡ فِي ٱلۡغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ ﴾ [سورة سبأ : 37]

“Dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)”. (QS Saba’: 37).

4. Mereka aman dari kematian, sakit, penuaan, dan kesusahan. Allah Azza wa jalla mengatakan dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ لَا يَذُوقُونَ فِيهَا ٱلۡمَوۡتَ إِلَّا ٱلۡمَوۡتَةَ ٱلۡأُولَىٰۖ وَوَقَىٰهُمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ ﴾ [سورة الدخان: 56]

“Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka”. (QS ad-Dukhaan: 56).

Dalam ayat lain Allah berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ أَفَمَا نَحۡنُ بِمَيِّتِينَ ٥٨ إِلَّا مَوۡتَتَنَا ٱلۡأُولَىٰ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ٥٩ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴾ [سورة الصافات: 58-60]

“Maka apakah kita tidak akan mati?. Melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?. Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. (QS ash-Shaaffat: 58-60).

Dan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits dimuka, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dan) terdengarlah seruan, kalian akan sehat tanpa sakit selama-lamanya, kalian akan hidup kekal tidak mati, kalian akan senantiasa muda tidak pernah tua, akan selalu mendapat nikmat tidak berputus asa selama-lamanya. Itulah firman Allah Ta’ala:
“Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS al-A’raaf: 43). (HR Muslim no: 7336. Dalam Bab: Fii Dawaami Ahlil Janah.)

5. Maka barangsiapa yang masuk surga, ia akan mendapatkan rasa aman dari segala rasa takut. Dia tidak takut pada kematian, rasa sedih, sakit, khawatir, letih, lesu, karena semua itu telah sirna. Hal itu, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala:

قال الله تعالى : ﴿ وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَذۡهَبَ عَنَّا ٱلۡحَزَنَۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٞ شَكُورٌ ٣٤ ٱلَّذِيٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلۡمُقَامَةِ مِن فَضۡلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٞ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوب﴾ [فاطر: 34-35]

“Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Rabb Kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya, didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu”. (QS Faathir: 34-35).

 Mereka juga mendapati sungai-sungai yang mengalir dibawahnya serta taman-taman yang indah. Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴾ [الذاريات: 15]

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air”. (QS adz-Dzariyaat: 15).

Seperti apa sungai serta taman yang ada di dalam surga, Allah Azza wa jalla telah menjelaskan akan hal itu dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ وَلَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغۡفِرَةٞ مِّن رَّبِّهِمۡۖ كَمَنۡ هُوَ خَٰلِدٞ فِي ٱلنَّارِ وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمٗا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ ﴾ [محمد: 15]

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang murni, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya”. (QS Muhammad: 15).

Sungai yang tidak berubah rasa dan baunya disebabkan karena lama tersimpan, sungai susu yang tidak berubah rasanya dengan sebab kemasamannya. Serta sungai dari khamr yang sangat lezat tidak membikin pening dan mabuk peminumnya. Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ ﴾ [الواقعة: 19]

“Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk”. (QS al-Waaqi’ah: 19).
Imam Ibnu Qoyim mengatakan dalam qosidahnya:
Bersama khamr, yang lezat bagi peminumnya tanpa
Cacat, membikin pusing tidak pula membahayakan
Adapun khamr didunia, itulah kandungannya
Menutupi akal peminumnya serta memabukkan
Namun disana, padanya ada obat bagi peminumnya
Tidak takut akan kehabisan sebelum meminum
Karena Allah telah menyiapkan bagi kita
Khamr yang lezat disurga nan abadi

Adapun siapa saja yang pernah menenggak miras didunia lalu meninggal tanpa sempat bertaubat maka manakala dirinya masuk surga dia tidak akan merasakan lezatnya khamr di akhirat, akan tetapi ia tetap mendapat nikmat yang banyak kecuali khamr. Hal itu berdasarkan sebuah hadits, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasannya Rasulallahu Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( مَنْ شَرِبَ لْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا حُرِمَهَا فِي الْآخِرَةِ )) [ رواه البخاري ومسلم ]

“Barangsiapa yang menenggak khamr didunia kemudian tidak bertaubat darinya, maka diharamkan baginya diakhirat kelak”. (HR Bukhari no: 5575. Muslim no: 5342 Dalam Bab: ‘Uqubah Man Syaribal Khamr Idza lam Yatub Minha.)

Sedangkan balasan bagi orang yang menenggak miras tatkala didunia tanpa dibarengi taubat lalu meninggal adalah akan diberi minuman dari lumpur yang membinasakan yaitu keringatnya penduduk neraka. Sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits, dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَال النَّبِىَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّوَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ ). قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ قَالَ « عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ )) [رواه مسلم]

“Setiap yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah Azza wa jalla menjanjikan bagi setiap orang yang meminum khamr kelak akan diberi minuman dari Thinatil Khabaal. Lalu para sahabat bertanya; ‘Wahai Rasulallah, apa Thinatil Khabaal tersebut? Beliau bersabda; ‘Keringat penduduk neraka atau perasan dari keringat penduduk neraka”. (HR Muslim no: 5335, Dalam Bab: Bayaan Anna Kulla Muskirin Khamr wa Anna Kulla Khamr Haram.)

Dan sungai penduduk surga akan mengalir dibawah kamar, taman serta istananya. Allah Azza wa jalla menjelaskan hal tersebut dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ أُكُلُهَا دَآئِمٞ وَظِلُّهَاۚ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْۚ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ﴾ [الرعد: 35]

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka”. (QS ar-Ra’du: 35).

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴾ [التوبة: 100]

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS at-Taubah: 100).

Dan juga dalam ayat yang lain:

قال الله تعالى : ﴿ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلّٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهۡتَدِيَ لَوۡلَآ أَنۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُۖ لَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّۖ وَنُودُوٓاْ أَن تِلۡكُمُ ٱلۡجَنَّةُ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴾ [الأعراف: 43]

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka, mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang Rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS al-A’raaf: 43).

 Ketika penduduk surga memasukinya, mereka mendapati pakaian yang telah siap.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعۡرَىٰ ﴾ [طه: 118]

“Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang”. (QS Thaahaa: 118).

Pakaian mereka adalah sutera yang halus lagi tebal. Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ يَلۡبَسُونَ مِن سُندُسٖ وَإِسۡتَبۡرَقٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴾ [الدخان: 53]

“Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan”. (QS ad-Dukhaan: 53).

Sundus adalah sutera yang halus sedangkan istabrak adalah kain sutera yang tebal, Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an:

قال الله تعالى : ﴿ وَيَلۡبَسُونَ ثِيَابًا خُضۡرٗا مِّن سُندُسٖ وَإِسۡتَبۡرَقٖ مُّتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ ﴾ [لكهف: 31]

“Dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah”. (QS al-kahfi: 31).

Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman: “Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal “. (QS al-Insaan: 21).

Imam Ibnu Qoyim mengatakan dalam qosidahnya:

Pakain mereka terbuat dari sutera halus berwarna hijau
Dan sutera tebal, dua sutera yang telah dikenal
Tidak pernah kotor terkena noda
Karena Allah tidak menjadikan penghuninya mengeluarkan kotoran

Lebih tegas lagi apa yang Allah Tabaraka wa ta’ala firmankan dalam ayatNya:
“Dan pakaian mereka adalah sutera”. (QS al-Hajj: 23).

Bersambung ke bagian 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: