Kenikmatan Penduduk Surga (2)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

Adapun laki-laki yang memakai sutera ketika dunia lalu meninggal tanpa di iringi taubat maka diakhirat kelak dia tidak akan memakainya. Hal itu berdasarkan hadits, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: ‘Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِى الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِى الآخِرَةِ )) [رواه البخاري ومسلم ]

“Barangsiapa yang memakai sutera didunia, kelak diakhirat ia tidak akan memakainya”. (HR Bukhari no: 5832. Dalam Bab: Labsul Harir. Muslim no: 5546. Dalam Bab: Tahriim Isti’mal Inaa’i Dzahab wal Fidhah.)

 Ketika di dalam mereka juga mendapatkan perhiasaan. Allah Ta’ala menjelaskan akn ahl itu dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ يَدۡخُلُونَهَا يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٖ وَلُؤۡلُؤٗاۖ﴾ [فاطر: 33]

“(Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara”. (QS Faathir: 33).

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴾ [الإنسان: 21]

“Dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih”. (QS al-Insaan: 21).

Mereka semua memakai perhiasan yang sama baik laki maupun perempuan. Hal itu berdasarkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Saya pernah mendengar kekasihku, Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قالَ سَمِعْتُ خَلِيلِى صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ يَقُولُ: (( تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنَ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوَضُوءُ )) [ رواه مسلم ]

“Seorang mukmin akan mendapatkan perhiasaan (kelak disurga) setara dengan tingkat kesempurnaannya di dalam berwudhu”. (HR Muslim no: 609. Dalam Bab: Tablughul Hilyah Haisu Yablughul Wudhu.)

Betapa indah apa yang digambarkan Imam Ibnu Qoyim akan hal tersebut dalam rangkaian bait qosidahnya, beliau berkata:

Perhiasaannya lebih indah dari mutiara dan ya’qut
Demikian pula gelangnya terbuat dari emas murni
Jangan mengira itu khusus bagi wanita saja
Akan tetapi, para lelaki juga mendapatkan ini
Bagi orang yang meninggalkan pakaian didunia ini
Untuk mendapat pakaian disurga abadi
Tidakkah engkau mendengar, kalau perhiasaan mereka
Sampai batasan wudhu yang berada dalam timbangan

 Demikian pula, disana mereka mendapatkan kasur-kasur serta dipan-dipan yang empuk, hal itu seperti yang dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ . مُّتَّكِ‍ِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ ﴾ [الواقعة: 16-15]

“Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata. Seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan”. (QS al-Waaqi’ah: 15-16).

Dalam kesempatan yang lain Allah juga berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ مُتَّكِ‍ِٔينَ عَلَىٰ فُرُشِۢ بَطَآئِنُهَا مِنۡ إِسۡتَبۡرَقٖۚ وَجَنَى ٱلۡجَنَّتَيۡنِ دَانٖ ﴾ [الرحمن: 54]

“Mereka bertelekan di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat”. (QS ar-Rahman: 54).

Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata, sebagaimana digambarkan dalam firmanNya: “Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk”. (QS al-Waaqi’ah: 34).

Imam Ibnu Qoyim mengatakan:
Bertelekan permadani yang dalamnya dari sutera
Jangan disangka betapa putih kain suteranya
Empuk diatasnya bersenderan
Berdua bersama kekasih hatinya, nyaman
Sambil bersendau diatas dipan tanpa terlihat
Tetangga, berduaan dalam kesenangan
Luput dari pandangan setiap orang
Sedangkan keduanya memakai baju yang sama

 Juga mendapati bantal-bantal yang tersusun. Sebagaimanan yang dijelaskan dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ﴾ [البقرة: 177]

“Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun”. (QS al-Ghasyiyah: 15).

Yang dimaksud dengan Namaariq di dalam ayat adalah bantal untuk bersandar yang tersusun rapi disamping kiri dan kanannya. Allah Azza wa jalla berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ﴾ [البقرة: 177]

“Dan permadani-permadani yang terhampar”. (QS al-Ghaasyiyah: 16).

Ibnul Qoyim menyatakan dalam bait qasidahnya:
Ini, walaupun permadani dan sutera
Serta karpetnya, telah di sifati namun itu tidak mencukupinya

 Begitu pula, mereka menjumpai kemah (rumah) yang besar.
Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut ini:

“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah”. (QS ar-Rahman: 72).

Sedangkan rumah yang ada didalam surga, maka ia terbuat dari mutiara kering yang panjangnya enam puluh mil, adapun satu mil di sana sama dengan enam ribu jengkal, dan itu diperuntukan bagi seorang mukmin. Di dalam rumah tersebut dia tinggal bersama para istri-istrinya, yang masing-masing dari mereka tidak melihat satu dengan yang lainnya.
Hal itu berdasarkan sebuah hadits yang telah sampai kepada kita, dan hadits ini shahih dikeluarkan melalui jalur sahabat Abu Musa al-As’ari, namanya adalah Abdullah bin Qais radhiyallahu ‘anhu. Dikatakan bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ النَّبِىَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( إِنَّ لِلْمُؤْمِنِ فِى الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ طُولُهَا سِتُّونَ مِيلاً لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ يَطُوفُ عَلَيْهِمُ الْمُؤْمِنُ فَلاَ يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا )) [ رواه مسلم ]

“Sesungguhnya seorang mukmin kelak disurga akan mendapatkan rumah yang terbuat dari mutiara kering, panjangnya enam puluh mil. Di dalamnya dia bisa menggilir istri-istrinya, namun mereka satu sama lain tidak bisa saling melihatnya”. (HR Muslim no: 7337. Dalam Bab: Fii Shifati Khiyami Ahlil Janah.)

وفي لفظ لمسلم: (( طُولُهَا فِى السَّمَاءِ سِتُّونَ مِيلاً فِى كُلِّ زَاوِيَةٍ مِنْهَا أَهْلٌ لِلْمُؤْمِنِ لاَ يَرَاهُمُ الآخَرُونَ )) [ رواه مسلم ]

Dalam riwayat yang lain, dikatakan: “Yang tingginya menjulang kelangit, enam puluh mil. Dan pada setiap pojok ada istrinya, yang masing-masing mereka tidak bisa melihat satu sama lain”. (HR Muslim no: 7339.)

وفي لفظ لمسلم أخرى : (( عَرْضُهَا سِتُّونَ مِيلاً فِى كُلِّ زَاوِيَةٍ مِنْهَا أَهْلٌ مَا يَرَوْنَ الآخَرِينَ يَطُوفُ عَلَيْهِمُ الْمُؤْمِنُ )) [ رواه مسلم ]

Dalam salah satu riwayat, dikatakan: “Yang panjangnya rumah tersebut, enam puluh mil. Dan pada setiap pojok ada istrinya, yang masing-masing mereka tidak bisa melihat satu sama lain, dan dia bisa menggilir istri-istrinya tersebut”. (HR Muslim no: 7338.)

Sedangkan Imam Ibnu Qoyim menyatakan dalam bait qasidahnya:
Bagi seorang hamba, kelak disurga ia mendapat istana
Yang terbuat dari mutiara, buatan Rahman
Enam pulih mil, menjulang tinggi diangkasa
Pada setiap pojok ada wanita-wanita cantik
Yang menggodanya, namun mereka tidak bisa melihat satu sama lainnya
Karena begitu luas istana yang dimilikinya

 Di sana mereka juga mendapati ada pasar.
Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : (( إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِى وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ وَاللَّهِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً. فَيَقُولُونَ وَأَنْتُمْ وَاللَّهِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً )) [ رواه مسلم ]

“Sesungguhnya disurga ada sebuah pasar, yang biasa dikunjungi oleh penduduknya tiap hari jum’at. Manakala angin dari sebelah kirinya berhembus menerpa wajah-wajah serta pakaian mereka, maka hal itu, menjadikan rupa mereka bertambah indah tampan, sehingga tatkala mereka kembali kerumah, sedangkan mereka telah bertambah bagus dan tampan, keluarganya menyambut sambil mengatakan; ‘Demi Allah, sungguh engkau telah bertambah bagus dan tampan’. Mereka menjawab; ‘Dan kalian, sungguh demi Allah, juga telah bertambah cantik dan menggairahkan”. (HR Muslim no: 7324. Dalam Bab: Fii Suuqil Jannah.)

Imam Ibnu Qoyim mengatakan:
Mereka mendatangi pasar bukan untuk jual beli
Karena disana mereka bebas mengambil sesuka hati
Para pedagangnya telah mendapat keuntungan
Dengan transaksi membeli surga ridwan
Allah telah menyediakan pasar tuk saling berkunjung
Bagi penghuninya yang berupa tampan
Didalam surga, demi Allah, tidak mata
Tidak pula telinga pernah mendengarnya
Apalagi terbetik di dalam benak khayalnya
Lebih sulit lagi bila digambarkan dengan untaian kalimat

 Lalu mereka menjumpai ada kamar-kamar yang lebar nan indah. Allah Azza wa jalla mengatakan dalam firmanNya:

“Dan mereka aman sentosa di kamar-lamar yang tinggi (dalam syurga)”. (QS Saba’: 37).
Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ غُرَفٗا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ نِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ ﴾ [العنكبوت: 58]

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal”. (QS al-Ankabuut: 58).

Dan Allah Ta’ala juga menjelaskan dalam akan hal itu dalam ayatNya yang lain, Allah berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ غُرَفٞ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٞ مَّبۡنِيَّةٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ ٱلۡمِيعَادَ ﴾ [الزمر: 20]

“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya”. (QS az-Zumar: 20).

Adapun pensifatan yang ada dalam hadits, di antara salah satunya adalah sebuah hadits dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنْ الْمَشْرِقِ أَوْ الْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ قَالَ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ )) [ رواه البخاري ومسلم ]

“Sesungguhnya penduduk surga dapat saling melihat kamar-kamar tetangganya yang berada dibawahnya, sebagaimana halnya kalian bisa melihat bintang gemintang yang tersebar di ufuk timur dan barat, dan itu merupakan keutamaan yang dianugerahkan diantara kalian. Ditanyakan pada beliau; ‘Wahai Rasulallah, itu kan kedudukannya para Nabi, bagaimana mungkin ada yang dapat mencapai kedudukan mereka? Beliau menjawab: ‘Benar, dan demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, (mereka itu) ialah orang-orang yang beriman kepada Allah serta membenarkan para Rasul”. (HR Bukhari no: 3256. Muslim no: 7322. Dalam Bab: Taraa’i Ahlil Jannah Ahlal Ghuraf.)

Bangunannya terbuat dari semen emas dan perak, sedangkan tanahnya terbuat dari misk, adapun kerikilnya, di ambil dari mutiara dan permata, dan debu yang ada disekelilingnya dari Za’faran, maka barangsiapa yang memasukinya ia akan mendapati kenikmatan yang sangat banyak, kekal abadi tidak ada kematian, pakaiannya bersih tak bernoda, kekal dalam rupa pemuda yang gagah.

Bersambung ke bagian 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: